Mengenal Awan Oort (Oort Cloud) : Sumber Komet Periode Panjang (Long Period Comets)


Awan Oort adalah kumpulan tubuh es yang terdistribusi merata membentuk semacam bola, yang diperkiraan ada dan berada jauh di luar jangkauan Tata Surya. Awan Oort hingga saat ini belum pernah diamati secara langsung. 

Orang yang pertama kali mengemukakan keberadaan Awan Oort ini adalah Jan Hendrik Oort setelah ia mengamati dan mencatat bahwa komet yang diamatinya memiliki kesamaan sebagai berikut ini :
1. Orbit komet menunjukkan bahwa komet bukan berasal dari ruang antar bintang.
2. Komet datang dari segala arah dan tidak memiliki kemiringan orbit (inklinasi orbit) tertentu.
3. Komet cenderung berkelompok pada titik aphelion sekitar 50.000 AU.

Berdasarkan hasil observasinya tersebut, dan dengan mempertimbangkan jumlah komet yang terlihat serta frekuensi kemunculan komet, maka Oort menyimpulkan bahwa miliaran nukleus komet yang potensial seharusnya berada dalam semacam cangkang bulat yang mengelilingi tata surya.
Gambar 1. Awan Oort masih merupakan hipotesis, merupakan bentukan speris (dari kumpulan tubuh es) jauh di luar tata surya, gambar memperlihatkan lokasi Sabuk Kuiper dibandingkan dengan distribusi Awan Oort (NASA/JPL/Yeomans)
Selanjutnya, karena jaraknya yang sangat jauh dari matahari, gangguan gravitasi dari benda-benda luar angkasa di luar tata surya dapat mengakibatkan nukleus-nukleus tersebut jatuh ke dalam orbit di sekitar matahari yang pada akhirnya menghasilkan komet seperti yang kita dapat amati saat ini.

Saat ini para ahli meyakini bahwa Awan Oort (yang masih berupa hipotesis) adalah sumber dari komet yang memiliki periode panjang (long-period comets), sedangkan komet-komet yang memiliki periode pendek (short-period comets) masih diyakini berasal dari Sabuk Kuiper (Kuiper Belt).

Diperkirakan Awan Oort ini memanjang dari jarak 20.000 AU hingga mencapai 100.000 AU, dengan kumpulan objek terbanyak berada di kisaran jarak 40.000 AU. Pada jarak-jarak tersebut, gangguan gravitasi dari bintang-bintang yang lewat atau awan-awan molekuler, atau gaya pasang surut dari cakram (disk) dan tonjolan (bulge) galaksi Bima Sakti, sangat cukup untuk mengeluarkan sebuah objek dari Awan Oort dan membuat objek tersebut mulai mengelilingi matahari dengan orbit yang elips.

Penelitian terbaru untuk pemodelan Awan Oort, dan penemuan objek seperti planet pada tahun 2004, bernama Sedna, telah memberi hasil atau masukan terbaru bahwa Awan Oort memiliki ekstensi di bagian dalam dan lebih terkonsentrasi pada bidang ekliptikanya serta bergabung bersama Sabuk Kuiper.
Gambar 2. Objek seperti planet, Sedna, telah ditemukan pada tahun 2004 dan memiliki orbit di luar tepi Sabuk Kuiper. Hal ini mengindikasikan bahwa Awan Oort lebih dekat daripada yang diperkirakan sebelumnya, atau mungkinn Sedna adalah objek yang berada di dalam Awan Oort yang merupakan ekstensi dari Sabuk Kuiper. Gambaran di atas memperlihatkan posisi relatif Sedna terhadap Tata Surya dan juga Awan Oort yang diperkirakan (NASA/JPL)
Sedna ditemukan pada bagian luar tepi dari Sabuk Kuiper dengan jarak relatif dekat serta memiliki perihelion 76 AU. Hal ini mengindikasikan bahwa Sedna bukanlah bagian dari Sabuk Kuiper. Namun pada saat yang sama, orbitnya yang dapat ditempuh mencapai 10.000 tahun hanya memiliki jarak aphelion sekitar 990 AU yang mana berada di dalam batas tepi bagian dalam Awan Oort yang diusulkan.

Oleh karena itu, Sedna tidak bisa menjadi bagian dari objek Awan Oort, tetapi bagaimanapun, Sedna bisa dijadikan sebagai bagian dari objek Awan Oort bagian dalam atau bisa juga sebagai objek yang terperangkap antara Sabuk Kuiper dan Awan Oort.

Jarak objek-objek di Awan Oort yang jauh dari matahari menunjukkan bahwa kemungkinan objek-objek tersebut tidak terbentuk di tempatnya saat ini. Hal ini disebabkan karena sangat jarang materi pada nebula yang jauh dari matahari dapat mengalami pengembunan atau pemadatan.

Kemungkinannya adalah objek-objek di Awan Oort terbentuk di sekitar planet-planet gas raksasa yang kemudian dikeluarkan menuju Awan Oort akibat interaksi gravitasi dengan benda-benda yang jauh lebih besar.

Teori tersebut juga dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa komposisi komet periode panjang juga berbeda-beda. Bisa jadi, komet yang berasal misalnya dari dekat Jupiter akan memiliki komposisi yang berbeda dengan komet yang terbentuk dan berasal dari dekat Neptunus.

Meskipun perkiraan jumlah objek di Awan Oort sangat bervariasi, namun Oort memperkirakan bahwa jumlah objek di Awan Oort mencapai miliaran objek yang valid, bahkan diperkirakan objek di Awan Oort dapat mencapai triliunan.

Meskipun begitu, jumlah material yang terkandung di Awan Oort diperkirakan cukup kecil (tidak lebih dari 10 kali massa Bumi), dibuktikan dengan sebagian besar objek yang teramati adalah kecil (inti komet yang pernah diukur memiliki diameter 20 km, bahkan lebih banyak kurang dari itu) dan juga jarak antar objek di Awan Oort mencapai puluhan juta kilometer.


Daftar Pustaka :
Oort Cloud. Cosmos - The SAO Encyclopedia of Astronomy. Swinburne University of Technology.

BAGIKAN ARTIKEL KE :

BACA ARTIKEL LAINNYA :


Subscribe untuk mendapatkan artikel terbaru :

KOMENTAR KAMU :

Posting Komentar