Pengertian Gambut dan Distribusi Lahan Gambut di Indonesia

Gambut merupakan material yang mengandung abu, material sedimen dan material organik dengan persentase 65-80% (Osaki dan Tsuji, 2016). Ekosistem daratan berupa lahan basah tempat terakumulasinya material organik dengan persentase tertentu dan tingkat dekomposisi rendah disebut sebagai lahan gambut (Page et al., 2006). Osaki dan Tsuji (2016) mendefinisikan lahan gambut spesifik pada daerah tropis berupa wilayah terakumulasinya material organik yang terurai sebagian dengan kandungan abu sama dengan atau kurang dari 35%, ketebalan lebih dari 50 cm dan memiliki kandungan karbon organik sebesar 12% berat.

Lahan gambut di Indonesia tersebar di hampir seluruh pulau besar di Indonesia (Page et al., 2006), yaitu Sumatera, Kalimantan, dan Papua (Gambar 1). Total luas lahan gambut di Indonesia, diperkirakan mencapai 14.905.574 ha dengan luas 4.778.004 ha (Tabel 1.) atau 32% dari total luas area terdistribusi di Pulau Kalimantan (Ritung et al., 2012 dalam Osaki dan Tsuji, 2016)
Pengertian Gambut dan Distribusi Lahan Gambut di Indonesia
Gambar 1. Peta lahan gambut di Asia Tenggara (Page et al., 2006)
Pengertian Gambut dan Distribusi Lahan Gambut di Indonesia
Tabel 1. Distribusi lahan gambut di Indonesia (Ritung et al., 2012 dalam Osaki dan Tsuji, 2016)
Dommain et al. (2014) memperkirakan luas area gambut di Kalimantan dan Sumatera dengan data dasar berupa Atlas Distribusi Gambut yang dipublikasikan oleh Wetlands International. Lahan gambut di Kalimantan terdistribusi di Kalimantan Tengah, Kapuas Atas, Pesisir Kalimantan dan Kutai dengan luas lahan gambut yang berada di Kutai mencapai 4.550 km2 (Tabel 2). Lahan gambut Kutai terdistribusi menjadi beberapa area, yaitu lahan gambut Danau Melintang, Danau Siran, Kedang Rantau dan Sabintulung yang satu sama lain dibatasi oleh sungai (Gambar 2).
Lokasi Lahan Gambut
Luas Area (km2)
Kalimantan Tengah
17.880
Kapuas Atas
4.620
Kutai
4.550
Coastal Kalimantan
33.460
Tabel 2. Distribusi lahan gambut di Pulau Kalimantan (Dommain et al., 2014)
Pengertian Gambut dan Distribusi Lahan Gambut di Indonesia
Gambar 2. Distribusi lahan gambut Kutai (Hope et al., 2005)
Gambut dikelompokkan menjadi beberapa jenis gambut dengan karakteristik tertentu. Karakteristik gambut meliputi karakteristik fisik dan karakteristik kimiawi. Karakteristik fisik dan kimiawi gambut dipengaruhi oleh kandungan kayu, aktivitas mikroba, tingkat dekomposisi dan oksidasi material organik, influks material inorganik (mineral), dan kompaksi (Page et al., 2006).
Daftar Pustaka :
1) Hope, G., Chokkalingam, U., Anwar, S., 2005. The Stratigraphy and Fire History of the Kutai Peatlands, Kalimantan, Indonesia. Quat. Res. 64, 407–417.
2) Osaki, M., Tsuji, N. (Eds.), 2016. Tropical Peatland Ecosystems. Springer Japan, Tokyo, 3-112. 
3) Page, S.E., Rieley, J.O., Banks, C.J., 2011. Global and regional importance of the tropical peatland carbon pool: TROPICAL PEATLAND CARBON POOL. Glob. Change Biol. 17, 798–818. 
4) Page, S.E., Rieley, J.O., Wüst, R., 2006. Chapter 7 Lowland tropical peatlands of Southeast Asia, in: Developments in Earth Surface Processes. Elsevier, Amstredam, pp. 145–172. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Gambut dan Distribusi Lahan Gambut di Indonesia"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D