Cara Membaca Wind Vane dan Cup Counter Anemometer untuk Menentukan Arah Angin dan Kecepatan Angin

Angin adalah gerakan relatif udara terhadap bumi pada arah horizontal. Dua parameter yang diamati pada angin yaitu Arah angin dan Kecepatan angin. Arah angin dinyatakan arah darimana angin tersebut bertiup dan dinyatakan dengan sebutan mata angin atau dengan istilah derajat dari 0°- 360° searah jarum jam. Kecepatan angin dinyatakan dengan satuan meter per detik, kilometer per jam atau mil per jam. Satuan mil (mil laut) per jam disebut juga Knots. 1 Knots = 1,85 Km/jam.


Dalam penyajian data harus dibedakan antara nilai rata-rata dari suatu nilai periode pengukuran dan nilai sesaat diwaktu pengamatan dilakukan. Bagi kepentingan meteorologi pertanian umumnya diutamakan rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung mingguan, bulanan dan tahunannya. Untuk menentukan arah dan kecepatan angin dipergunakan alat yang disebut Wind Vane/Force.
Cara Membaca Wind Vane dan Cup Counter Anemometer untuk Menentukan Arah Angin dan Kecepatan Angin
Wind Vane/Force
Cara Pengamatan Kecepatan Angin.
Untuk menentukan kecepatan angin kita perhatikan skala dari gerakan keping logam. Pada alat Wind Force terdapat keping logam yang bisa naik turun saat ada angin dan terdapat besi yang melengkung dengan ruji-ruji sebanyak 7. Bila kecepatan angin lemah maka keping logam bergerak naik sedikit, sebaliknya bila angin kuat maka keping logam dapat naik lebih tinggi.
Cara Membaca Wind Vane dan Cup Counter Anemometer untuk Menentukan Arah Angin dan Kecepatan Angin
Cara Pengamatan Arah Angin.
Untuk menentukan arah angin kita melihat komponen Wind Vane. Bila ujung Wind vane menunjuk arah N, maka arah angin pada saat itu adalah Utara, demikian pula untuk pengamatan arah angin lainnya. Bila tidak ada angin maka arah angin dinyatakan dengan Calm dan bila angin bertiup dari Utara arah angin dinyatakan dengan N (North).

Cara Pengamatan Kecepatan Angin rata-rata.
Untuk mengetahui kecepatan angin rata-rata dalam selang waktu tertentu, dipergunakan alat Cup Counter Anemometer. Sensornya terdiri atas tiga atau empat buah mangkuk yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal (rotor). Seluruh mangkuk menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung dari kecepatan tiupan angin. Melalui sistem mekanik roda gigi perputaran rotor mengakibatkan sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Penambahan nilai yang ditunjukkan menyatakan akumulasi jarak tempuh angin (Wind Run).  Anemometer tipe Cup Counter hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan.
Cara Membaca Wind Vane dan Cup Counter Anemometer untuk Menentukan Arah Angin dan Kecepatan Angin
Cup Counter Anemometer
Contoh :
Tanggal 1 September 2003 jam 07.00 WS, Cup Counter Anemometer kita baca menunjukkan angka 001980. Pada tanggal 2 September 2003 Jam 07.00 WS menunjukkan angka 002172. Jadi kecepatan angin rata-rata pada tanggal 1 September 2003 adalah:
Cara Membaca Wind Vane dan Cup Counter Anemometer untuk Menentukan Arah Angin dan Kecepatan Angin

Daftar Pustaka :
1) BMKG. 2006. Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan dan Pelaporan Data Iklim dan Agroklimat. Peraturan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika : Jakarta.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Membaca Wind Vane dan Cup Counter Anemometer untuk Menentukan Arah Angin dan Kecepatan Angin"

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D