Blasting (Peledakan) dalam Geologi Teknik : Tipe Blasting, Peralatan Blasting, Sistem Pemboran Blasting, Aplikasi Blasting

Peledakan atau blasting adalah didefenisikan sebagai suatu pemecahan suatu massa yang diam dengan bahan peledak. Peledakan biasanya dilakukan bila batuan yang tidak dapat dikupas dengan mudah menggunakan excavator atau tidak dapat dipecah secara efektif dengan metode manual (misalnya menggunakan palu).

Uji blasting adalah peledakan yang dilakukan untuk mengetahui berapa besar koefisien peledakan yang baik untuk suatu jenis batuan sehingga didapatkan atau menghasilkan besar butir yang sesuai dengan kebutuhan. Koefisien blasting dibutuhkan untuk mendapatkan informasi jumlah bahan peledak (dalam kg) yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1 m3 bahan bangunan dengan cara blasting pada metode tambang terbuka. Faktor penentuan besarnya koefisien blasting adalah struktur dan kekerasan batuan. Besarnya koefisien blasting  dihitung dengan mengadakan percobaan peledakan dengan menggunakan bahan peledak.
Blasting (Peledakan) dalam Geologi Teknik : Tipe Blasting, Peralatan Blasting, Sistem Pemboran Blasting, Aplikasi Blasting
Blasting di Tambang Terbuka (Blasting in Open Pit Mning)
Beberapa istilah dalam peledakan :
1. Peledakan bias (refraction shooting) merupakan peledakan di dalam lubang atau sumur dangkal untuk menimbulkan getaran guna penyelidikan geofisika cara seismik bias.
2. Peledakan bongkah (block holing) merupakan peledakan sekunder untuk pengecilan ukuran bongkah batuan dengan cara membuat lobang tembak berdiatemeter kecil dan diisi sedikit bahan peledak.
3. Peledakan di udara (air shooting) merupakan cara menimbulkan energi seismik di permukaan bumi dengan meledakkan bahan peledak di udara
4. Peledakan lepas gilir (off-shift blasting) merupakan peledakan yang dilakukan di luar jam gilir kerja.
5. Peledakan lubang dalam (deep hole blasting) merupakan cara peledakan jenjang kuari atau tambang terbuka dengan menggunakan lubang tembak yang dalam disesuaikan dengan tinggi jenjang.
6. Peledakan parit (ditch blasting) merupakan proses peledakan dalam pembuatan parit.
7. Peledakan teredam (cushion blasting) merupakan cara peledakan dengan membuat rongga udara antara bahan peledak dan sumbat ledak atau membuat lubang tembak yang lebih besar dari diameter dodol sehingga menghasilkan getaran yang relatif lembut.

Tipe Blasting :
1. Pre-Cut Blasting
Peledakan ini adalah peledakan persiapan untuk membentuk dan mempersiapkan medan menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya untuk memotong dan meluruskan tebing-tebing jalan.
2. Bench-Cut Blasting
Peledakan ini memerlukan keadaan khusus pada tempat peledakan, yaitu : 
a) Bagian depan dari tempat peledakan terdapat suatu bidang datar, tempat runtuhnya hasil ledakan.
b) Bagian atas relatif datar dimana bagian ini deletakkan alat-alat bor untuk membuat lubang peledakan.
c) Perbedaan ketinggian bagian depan dan bagian atas dapat dicapai oleh mata bor. 
d) Pada bench-cut blasting, lubang-lubang bor umumnya dibuat vertikal, walaupun sering juga dibuat lubang yang berarah horizontal atau miring, dengan tujuan agar runtuhan hasil peledakan dapat terarah.
3. Boulder Blasting
Apabila bench-cut blasting menghasilkan bongkahan yang besar sehingga menyulitkan pengangkutan maka perlu diadakan pemecahan lebih lanjut. Sedapat mungkin teknik ini dihindari karena tidak ekonomis , karena memerlukan biaya,waktu,tenaga, dan bahan peledak tambahan.
4. Level  Blasting
Level blasting dilakukan untuk meratakan bidang-bidang batuan hasil bench-cut blasting yang terbentuk karena sifat batuan yang tidak homogen dimana tingkat kekerasannya tidak seragam. Selain itu kedalaman lubang peledak yang tidak sama juga menyebabkan terbentuknya bidang-bidang batuan yang tidak merata setelah bendh-cut blasting.
5. Coyote Blasting
Coyote Blasting merupakan jenis peledakan yang menggunakan terowongan horizontal sebagai lubang peledakan dengan dilengkapi kamar-kamar bahan peledak. Pertimbangan menggunakan teknik peledakan ini adalah apabila diperlukan jumlah material yang cukup besar dalam satu kali peledakan, kondisi temapat peledakan, kebutuhan akan besar butir yang berukuran cukup besar, dan peralatan yang dibutuhkan lebih sederhana.

Perlengkapan Peledakan (Blasting Accesories atau Blasting Supplies)

Perlengkapan Peledakan (blasting accesories atau blasting supplies) merupakan material yang diperlukan untuk membuat rangkaian peledakan sehingga isian bahan peledak dapat dinyalakan. Perlengkapan peledakan hanya dipakai satu kali penyalaan saja. Beberapa perlengkapan peledakan yaitu :
1. Detonator
a. Detonator listrik (electric blasting caps = EBC) ada dua macam yaitu detonator seketika (instantenous EBC) dan detonator tunda (delayed EBC).
b. Detonator biasa (plain/ordinary detonator) digunakan dengan sumbu api.
c. Kabel Listrik (connecting wire).
d. Insulator tape.
2. Sumbu api (safety fuse) dengan perlengkapannya : igniter cord dan igniter cord connector.
3. Sumbu Ledak (detonating fuse) dengan perlengkapannya MS connector/detonating relay connector.
4. Bahan peledak
Bahan peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia yang didefinisikan sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat, cair, atau campurannya yang apabila diberi aksi panas, benturan, gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil. Panas dari gas yang dihasilkan reaksi peledakan tersebut sekitar 4000° C. Adapun tekanannya, menurut Langerfors dan Kihlstrom (1978), bisa mencapai lebih dari 100.000 atm setara dengan 101.500 kg/cm² atau 9.850 MPa (» 10.000 MPa). Sedangkan energi per satuan waktu yang ditimbulkan sekitar 25.000 MW atau 5.950.000 kcal/s. Perlu difahami bahwa energi yang sedemikian besar itu bukan merefleksikan jumlah energi yang memang tersimpan di dalam bahan peledak begitu besar, namun kondisi ini terjadi akibat reaksi peledakan yang sangat cepat, yaitu berkisar antara 2500 - 7500 meter per second (m/s). Oleh sebab itu kekuatan energi tersebut hanya terjadi beberapa detik saja yang lambat laun berkurang seiring dengan perkembangan keruntuhan batuan.

Peralatan Peledakan (Blasting Equipment)

Peralatan Peledakan (blasting equipment) merupakan alat-alat yang diperlukan untuk menguji dan menyalakan rangkaian peledakan sehingga alat tersebut dapat dipakai berulang-ulang. Peralatan peledakan antara lain :
1. Blasting Machine (sumber energi listrik DC), beserta ohm meter (penguji tahanan rangkaian), Rheostat (penguji kapasitas blasting machine).
2. Cap Primer (sejenis tang khusus untuk peledakan).
3. Kabel Utama (bus wire, leading wire) yaitu kabel yang menghubungkan blasting machine (exploder) ke rangkaian peledakan listrik.
Peledakan dengan menggunakan arus listrik searah (DC) sebagai sumber tenaga dihasilkan dari blasting machine. Arus listrik berfungsi membangkitkan panas yang dapat menyalakan detonator kemudian detonator akan meledakan primer dimana terdapat isian.

Prinsip rangkaian peledakan dapat diilustrasikan dengan gambar :
Blasting (Peledakan) dalam Geologi Teknik : Tipe Blasting, Peralatan Blasting, Sistem Pemboran Blasting, Aplikasi Blasting
Sistem Pemboran 

Ada 4 komponen fungsional utama. Fungsi ini dihubungkan dengan penggunaan energi oleh sistem pemboran di dalam melawan batuan dengan cara sebagai berikut :
1. Mesin bor, sumber energi adalah penggerak utama, mengkonversikan energi dari bentuk asal (fluida, elektrik, pnuematik, atau penggerak mesin combustion) ke energi mekanik untuk mengfungsikan sistem.
2. Batang bor (rod) mengtransmisikan energi dari penggerak utama ke mata bor (bit).
3. Mata bor (bit) adalah pengguna energi didalam sistem, menyerang batuan secara makanik untuk melakukan penetrasi.
4. Sirkulasi fluida untuk membersihkan lubang bor, mengontrol debu,mendinginkan bit dan kadang-kadang mengstabilkan lubang bor.

Aplikasi Blasting

Kegiatan Peledakan dalam penambangan batubara bertujuan untuk membongkar lapisan penutup (overburden) yang berada di atas lapisan batubara. Suatu operasi peledakan dinyatakan berhasil dengan baik pada kegiatan penambangan apabila (Koesnaryo, 2001): 
1. Target produksi terpenuhi (dinyatakan dalam ton/hari atau ton/bulan). 
2. Penggunaan bahan peledak efisien yang dinyatakan dalam jumlah batuan yang berhasil dibongkar per kilogram bahan peledak (disebut powder factor). 
3. Diperoleh fragmentasi batuan berukuran merata dengan sedikit bongkah (kurang dari 15 % dari jumlah batuan yang terbongkar per peledakan). 
4. Diperoleh dinding batuan yang stabil dan rata (tidak ada overbreak, overhang, retakan-retakan). 
5. Aman
6. Dampak terhadap lingkungan (flyrock, getaran, kebisingan, gas beracun, debu) minimal.

Diameter pemboran (Bore Hole Diameter), ukuran diameter lubang ledak yang akan dipilih bergantung pada volume massa batuan yang akan dibongkar, tinggi jenjang dan konfigurasi bahan isian peledak, tingkat fragmentasi yang diinginkan, alat bor dan bit yang tersedia, dan biaya pemboran. Jenjang (Bench), bentuk jenjang akan mempengaruhi kemiringan lubang ledak. Jenjang miring akan memberikan lubang ledak miring dan sebaliknya jenjang tegak akan memberikan lubang ledak tegak. Burden (B), burden adalah jarak tegak lurus antara lubang ledak terhadap bidang bebas terdekat dan merupakan arah pemindahan batuan (displacement) akan terjadi. Jika burden terlalu kecil memungkinkan terjadinya fly rock, air blast dan fragmentasi batuan yang dihasilkan relatif tidak seragam, sedangkan burden yang terlalu besar maka akan terjadi backbreak dan kerusakan pada dinding jenjang.

Spasi (S), spasi adalah jarak terdekat antara dua lubang ledak yang berdekatan di dalam satu baris (row). Apabila jarak spasi terlalu kecil akan menyebabkan batuan hancur menjadi halus, disebabkan karena energi yang menekan terlalu kuat, dan menimbulkaan efek ledakan berupa noise (kebisingan) dan flyrocks. Sedangkan bila spasi terlalu besar akan menyebabkan banyak bongkah atau bahkan batuan hanya mengalami keretakan dan menimbulkan tonjolan diantara dua lubang ledak setelah diledakkan. Stemming (T), stemming adalah tempat material penutup di dalam lubang ledak, yang letaknya di atas kolom isian bahan peledak. Fungsi stemming adalah agar terjadi keseimbangan tekanan dan mengurung gas-gas hasil ledakan sehingga dapat menekan batuan dengan energi yang maksimal dan juga berfungsi untuk mencegah agar tidak terjadi batuan terbang (flyrock) dan ledakan tekanan udara (airblast) saat peledakan.

Subdrill (J), subdrilling adalah tambahan kedalaman pada lubang bor di bawah lantai jenjang yang dibuat dengan maksud agar batuan dapat terbongkar sebatas lantai jenjangnya. Jika panjang subdrilling terlalu kecil maka batuan pada batas lantai jenjang (toe) tidak lengkap terbongkar sehingga akan menyisakan tonjolan pada lantai jenjangnya, sebaliknya bila panjang subdrilling terlalu besar maka akan menghasilkan ground vibration dan secara langsung akan menambah biaya pemboran dan peledakan. Kedalaman Lubang Ledak (H), kedalaman lubang ledak merupakan jumlah total antara tinggi jenjang dengan besarnya subdrilling. Dalam penentuan kedalaman lubang ledak biasanya disesuaikan dengan tingkat produksi (kapasitas alat muat) dan pertimbangan geoteknik. Panjang Kolom Isian (PC), panjang kolom isian merupakan panjang kolom lubang ledak yang akan diisi bahan peledak. Panjang kolom ini merupakan kedalaman lubang ledak dikurangi panjang stemming yang digunakan.

Tinggi Jenjang (L), cecara spesifik tinggi jenjang maksimum ditentukan oleh peralatan lubang bor dan alat muat yang tersedia. Tinggi jenjang berpengaruh terhadap hasil peledakan seperti fragmentasi batuan, ledakan udara, batu terbang dan getaran tanah. Hal ini dipengaruhi oleh jarak burden. Konsentrasi Isian (Loading Density), konsentrasi isian merupakan jumlah isian bahan peledak yang digunakan dalam kolom isian (PC) lubang tembak. Untuk menghitung lubang tembak maka harus ditentukan dulu jumlah isian bahan peledak permeter panjang kolom isian (loading density). Powder Factor (PF), PF merupakan ukuran banyaknya jumlah bahan peledak yang digunakan (Kg) per setiap volume material.

Daftar Pustaka:
S. Koesnaryo. 2001. Pemboran Untuk Penyediaan Lubang Ledak. Jurusan Teknik Pertambangan, UPN “Veteran” Yogyakarta.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Blasting (Peledakan) dalam Geologi Teknik : Tipe Blasting, Peralatan Blasting, Sistem Pemboran Blasting, Aplikasi Blasting"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D