Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik

Untuk mengetahui kondisi geologi yang berguna dalam suatu perencanaan konstruksi teknik diperlukan beberapa metoda, yaitu : pertama adalah dengan melakukan penyelidikan geofisika yang berguna untuk mengetahui gejala-gejala geofisika dan sifat-sifat fisik batuan, kedua adalah dengan pengujian pendugaan (sounding test) yakni pengujian tahanan penetrasi suatu batang (batang tusuk) yang ditusukkan kedalam tanah dari permukaan tanah.

Penyelidikan geofisika utamanya berguna untuk mengetahui struktur tanah secara makro dan pendugaan dilakukan untuk mengetahui struktur lapisan lunak atau karakteristik mekanika tanah dekat permukaan tanah. Metode-metode  yang umum digunakan dalam penyelidikan geofisika adalah penyelidikan seismic dan penyelidikan geolistrik. Kadang-kadang digunakan pencatatan fisik lapisan-lapisan dengan jalan pengeboran.

Pada pemboran, dibuat suatu lubang bor kedalam tanah kemudian dilakukan berbagai macam pengujian. Pemboran beserta pengambilan contoh, eksplorasi tanah atau pengujian pada letak asli dapat memberikan informasi yang lebih teliti dan terpercaya mengenai karakteristik fisik dan mekanis tanah pondasi daripada cara yang lain, namun metoda ini hanya mampu memberikan informasi dalam arah vertikal pada titik pemboran, sehingga untuk memperkirakan luas atau penyebaran karakteristik tanah dalam arah mendatar, diperlukan suatu rencana survei yang menghubungkan pengujian pemboran dengan metoda survei yang lain.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Tipe-tipe Mata Bor Tangan dan Peruntukkannya.
Alat-alat bor yang sering digunakan untuk eksplorasi tanah adalah:
1. Alat bor tangan (hand auger boring)
2. Alat bor rotasi tangan (hand feet rotary drilling)
3. Alat bor rotasi hidrolik (hydraulic feed rotary drilling)

Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang bor dengan menggunakan tangan saja. Pemboran tangan adalah salah satu cara penyelidikan bawah permukaan tanah yang dangkal dan digerakkan dengan bukan tenaga mesin. Dimana kita akan mendapatkan informasi data mengenai keadaan bawah tanah melalui garis lubang pemboran. Selain itu, pemboran tangan juga merupakan usaha mengetahui struktur geologi bawah permukaan dengan menggunakan alat bukan mesin, dalam hal ini menggunakan bor dengan prinsip kerja manual. Tingkat kedalaman yang dapat dicapai oleh metode pemboran tangan ini cukup kecil/dangkal, hanya sampai pada kedalaman kurang dari 20 meter.

Dibandingkan dengan pemboran dengan menggunakan mesin, seperti coring pada sumur-sumur bor eksplorasi minyak, kedalaman pemboran tangan sangat kecil. Selain itu detil geologi bawah permukaan pun tidak akan teramati dengan jelas seperti misalnya pengamatan ada atau tidaknya bidang gelincir. Kelebihan metode pemboran tangan adalah faktor biaya yang dikeluarkan lebih murah, alat yang digunakan sederhana dan mudah dirakit. Selain itu, penentuan lokasi pemboran pun mudah ditentukan ataupun dipindah-pindah karena alat yang sederhana dan waktu pemboran yang relatif cepat.

Cara pemboran tanah ini bisa diaplikasikan bagi batuan yang terganggu maupun yang tidak terganggu. Contoh batuan atau tanah yang terganggu adalah contoh tanah yang diambil di lapangan dengan tanpa dilakukan usaha untuk melindungi struktur asli tanah tersebut, sedangkan contoh batuan atau tanah tak terganggu atau asli adalah contoh tanah yang masih menunjukkan sifat-sifat aslinya seperti kadar air, keadaan struktur tidak berubah dan kandungan serta susunan kimia tetap.

Pemboran tangan juga bisa digunakan dalam penyelidikan hidrogeologi pada daerah yang memiliki  kedalaman permukaan air tanah dangkal. Salah satu prosedur yang digunakan adalah pembuatan lubang untuk diamati kenaikan permukaaan air tanah 24 jam kemudian. Pada formasi yang sangat permeabel semacam clean sand, pengamatan mungkin harus dilakukan dengan interval  per jam. Sampel air juga bisa dipompa melalui lubang hasil pemboran begitu juga sampel saturated sand.

Untuk mengetahui tebalnya lapisan tanah yang keras atau untuk mengetahui susunan, sifat dan tebal lapisan-lapisan pada kedalaman yang lebih besar terutama untuk mengetahui kemungkinan adanya lapisan pendukung yang lebih baik pemboran tangan tidak memungkinan. Oleh karena itu, pemboran dilakukan dengan menggunakan mesin bor. Penyelidikan ini Juga sebaiknya dilengkapi dengan penyelidikan lain seperti test pit.

Jenis – jenis bor tangan yang sering digunakan untuk kegiatan eksplorasi antara lain:
1. Auger Bor :  Bor tangan dengan mata bor spiral
Auger Bor atau Bor Auger ini sangat praktis untuk pekerjaan-pekerjaan prospeksi bahan galian pada endapan-endapan yang tidak begitu dalam. Pahatnya kebanyakan berbentuk spiral. Tenaga penggeraknya boleh digunakan mesin ataupun manusia. Beberapa jenis bor auger disajikan sebagai berikut :
a. Auger sekrup (Screw type auger)
Alat bor ini sangat praktis, dapat dilayani oleh seorang saja dengan tenaga penggerak manusia. Untuk daerah-daerah yang berbukit-bukit atau berawa-rawa, alat bor ini sangat cocok. Alat ini kadang-kadang digunakan pula oleh agraria untuk pengambilan contoh tanah. Ukuran-ukuran normalisasi dari pada auger ini adalah sebagai berikut :
- diameter spiral = 1,5 inci
- panjang spiral = 6 inci
- panjang pipa bor = 36 inci
- panjang seluruhnya = 48 inchi
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Auger Sekrup
b. Closed spiral auger (Auger spiral tertutup)
Alat ini memiliki pahap berupa spiral terutup yang dibuat dari baja yang bermutu baik, dapat digunakan untuk batuan-batuan yang setengah keras misalnya lempung yang sudah mengeras atau kering dan lapisan yang berkerikil. Tenaga penggeraknya juga manusia. Alat ini digunakan untuk daerah yang pengangkutannya sukar. Prinsip kerja alat bor ini adalah alat bor diputar ke dalm tanah. Sampel naik ke atas melalui bagian spiral yang terbuka dari dalam pahatnya sendiri. Panjang auger ini 18 inci. 
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Closed Spiral Auger.
Keterangan : 1) Bagian yang dihubungkan batang bor, 2) Bagian spiral yang menutup, 3) Ujung spiral.
c. Ship auger
Alat bor ini disebut ship auger karena pahatnya mirip dengan baling-baling kapal. Alat ini sangat cocok digunakan untuk daerah-daerah yang batuannya mudah melengket antara lain lempung dan lanau. Untuk mendapatkan sampel, alat bor ini ditekan dan diputar ke dalam tanah dan kemudian ditarik ke atas. Sampel  akan melekat pada spiral ini. Alat bor ini ringan, sehingga dapat diangkat dan cukup dilayani oleh seorang saja. Panjang auger ini 18 inci.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Ship Auger.
Keterangan : 1) Bagian yang dihubungkan dengan batang bor, 2) Pahat spiral (membuka), 3) Ujung spiral.
d. Jamaica Open Spiral Auger
Alat ini cocok untuk endapan-endapan kompak yang sudah lepas (loosely compacted deposits). Bagian spiral yang terbuka dan tertutup dapat berfungsi untuk menangkap sample. Alat bor ini ringan dan panjangnya 18 inci.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Jamaica Open Spiral Auger.
Keterangan : 1) Bagian yang dihubungkan dengan batang bor, 2) Pahat spiral (menutup), 3) Ujung spiral.
e. Auger power head
Alat bor ini dilengkapi dengan tenaga penggerak mesin dan cukup dilayani oleh 2 orang. Model auger ini memiliki kekuatan motor penggerak 9 daya kuda, kecepatan perputaran dapat mencapai 140 putaran tiap menit (rotasi per menit), pegangan panjang dan lebar dengan berat bersih 25 kg. Untuk mencapai kedalaman tertentu, pahat tersebut disambung dengan batang bor. Dengan demikian, kedalaman yang dapat dicapai sampai dengan 10 meter dengan diameter 15 cm. Alat bor tersebut banyak digunakan untuk keperluan penyelidikan tanah, teknik sipil, pertanian, gwologi, dan pertambangan.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Auger Power Head.
Keterangan : 1) Handel, 2) Mesin penggerak, 3) Pahat spiral, 4) Batang spiral, 5) Ujung spiral.
f. Small auger power head
Alat bor ini cocok untuk pemboran yang dangkal. Tenaga penggerak juga mesin dilayani oleh dua orang. Kedalaman yang dapat dicapai 2 sampai dengan 6 meter. Alat bor ini mempunyai ukuran sebagai berikut : kekuatam motor 4,75 daya kuda, kecepatan putaran maksimum 160 p.t.m. , diameter lubang bor 10 cm, kedalaman 2 sampai dengan 6 meter, dan berat bersih 20 kg.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Small Auger Power Head.
Keterangan : 1) Handel; 2) Mesin penggerak, 3) Pahat spiral, 4) Batang spiral, 5) Ujung spiral.
2. Flint Auger :  Untuk ukuran butir lempung – lanau.
3. Spiral Cutter Head :  Untuk memasang tiang pancang.
Spiral cutter head (Kepala pemotong spiral) digunakan pada satu sisi pembidang, dua sisi pembidang, pembidang lebar, dan pelipat. Sudut masuk membangkitkan sebuah pemotong dimana membuat permukaan halus bahkan pada kayu keras. Spiral cutter head memerlukan daya kuda yang tidak banyak, membuat bunyi lebih rendah dan kepingan-kepingan lebih kecil. Jika kepala pemotong memotong pada material keras seperti batu, paku atau tepian-tepian tumpul, sekrup tidak kencang, menjadi tepian tumpul atau rusak dari satu atau dua pemasukkan menuju tepian-tepian lain rusak atau tumpul. 
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Spiral Cutter Head.
4. Bor bangka :  Digerakkan dengan tenaga kuda.
Alat bor ini sebetulnya adalah ”empire drill”. Karena pemakaiannya di Indonesia pertama kali dilakukan di Pulau Bangka untuk eksplorasi bijih timah (kasiterit), maka kemudian dinamakan Bor Bangka. Bor ini digunakan pula untuk eksplorasi bijih timah di Belitung dan bijih aluminium (bauksit) di Kijang, Kepulauan Riau. Peralatan Bor Bangka diantaranya adalah Pahat, Batang bor, Pemutar batang bor (rod turner), Sepatu pipa pelindung (casing shoe), Pipa pelindung, Lantai kerja, Penimba air.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Bor Bangka.
5. Bor tumbuk                 
Prinsip seperti kerekan dengan beban tertentu yang bergerak bebas. Bor Tumbuk yang digerakkan tenaga manusia umumnya sudah jarang sekali dipakai. Ini disebabkan karena kemajuan pemboran lambat, banyak waktu yang hilang pada pencabutan dan pemasangan batang bor serta pengambilan hasil pemboran, hanya cocok untuk batuan lunak dan bila kena batuan yang keras sukar untuk menembusnya, dan kedalamn terbatas. Salah satu contoh bor tumbuk ini ialah Spring Pole. Peralatan Bor Tumbuk diantaranya adalah Menara, Spring pole, Batang bor, Pahat (bit), Penimba pasir (bailer), Swivel, Tali Manila.
Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik
Bor Tumbuk
Hal-hal yang perlu diperhatikan didalam pemboran tangan adalah :
• Pemboran tangan hanya dapat dilakukan pada kedalaman yang relatif dangkal.
• Litologi dari batuan yang dibor, terdiri dari lempung, lempung pasiran, pasir halus dan fragmen-fragmen kerikil yang mempunyai penyebaran yang tidak merata.


Daftar Pustaka:
1) Asisten Geologi Teknik, 2005, Panduan Praktikum Geologi Teknik, Laboratorium Geologi Tata Lingkungan Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta. 
2) Basuki & Sudarto, 1977, Teknik Pemboran, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Jakarta.
3) Nakazawa. K., Sosarodarsono. Suyono., Ir, 1983, Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi, P.T. Pradnya Paramita, Jakarta.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aplikasi Pemboran Tangan dan Jenis-jenis Bor Tangan dalam Perencanaan Konstruksi Teknik "

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D