Upwelling dan Downwelling

Tiupan angin menyebabkan gerakan air laut horizontal. Selain itu, tiupan angin dapat juga menimbulkan gerakan vertikal yang dikenal sebagai upwelling – bila air bergerak naik, dan downwelling – bila air bergerak turun. Selanjutnya, juga telah kita bicarakan tentang Efek Coriolis dan Transportasi Ekman, dua fenomena gerakan massa air karena tiupan angin.

Sebagai contoh, bila angin bertiup ke arah selatan dengan sejajar pantai barat Amerika maka, bila di belahan Bumi utara akan terjadi transportasi massa air kearah laut, yang kemudian diikuti oleh naiknya massa air dari bagian laut yang lebih dalam ke permukaan (Gambar 1). Peristiwa naiknya massa air itulah yang disebut sebagai upwelling. Upwelling menyebabkan massa air laut dalam yang dingin dan kaya akan nutrien dan oksigen terlarut naik ke permukaan, sehingga menyebabkan kawasan tersebut menjadi sangat tinggi produktifitasnya, sangat kaya secara biologi atau merupakan daerah yang subur bagi perikanan. Sekitar 90% aktifitas perikanan tangkap dunia berada di daerah upwelling (Ingmanson dan Wallace, 1985). 

Sebaliknya, di pantai barat Peru yang terletak di belahan Bumi selatan, upwelling terjadi bila angin bertiup ke arah utara. Kemudian, berdasarkan tempat kejadiannya, yaitu kawaan pesisir, maka dua contoh upwelling yang disebutkan di atas dikenal sebagai Coastal upwelling (upwelling daerah pesisir).

Selain di daerah pesisir, upwelling dapat juga terjadi di sepanjang ekuator, sehingga disebut sebagai Equatorial upwelling (Gambar 2). Arus ini terjadi di Samudera Pasifik dan Atlantik. Angin yang bergerak di sepanjang ekuator dari timur ke barat, karena pengaruh Spiral Ekman menyebabkan massa air membelok ke utara – di belahan Bumi utara, dan ke selatan – di belahan Bumi selatan. Selanjutnya, massa air di ekuator yang terdorong ke samping itu menyebabkan naiknya masa air yang lebih dingin dari kedalaman yang lebih dalam ke permukaan. Kemudian, karena massa air yang lebih hangat memiliki densitas yang lebih rendah, maka bila angin bertiup kencang, permukaan air di bagian barat lebih tinggi daripada di bagian timur. Efek selanjutnya adalah, lapisan termoklin yang merupakan batas antara air hangat dan yang lebih dingin akan miring. Di bagian timur lebih tinggi daripada di bagian barat. Di Samudera Pasifik bagian timur, termoklin hampir mencapai permukaan.
Upwelling dan Downwelling
Gambar 1. Upwelling yang terjadi di Hemisfer utara, di daerah pantai barat Benua Amerika atau bagian timur Samudera Pasifik. Dikutip dari Ingmanson dan Wallace (1985).
Upwelling dan Downwelling
Gambar 2. Equatorial upwelling dan arus-arus yang berasosiasi dengannya. Sumber: [http://www.atmos.washington.edu/gcg/RTN/Figures/RTN12.html]. Akses: 9 Nopember 2006.

Daftar Pustaka :
Ingmanson, D.E. and Wallace, W.J., 1985. Oceanology: an introduction, Wadsworth Publishing Company, Inc., Belmont, 530 p.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Upwelling dan Downwelling"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D