Prinsip Kerja Citra Penginderaan Jauh dan Macam-macam Citra Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni dalam mengumpulkan informasi mengenai sebuah obyek atau fenomena melalui analisis data yang diambil oleh alat yang tidak berhubungan langsung dengan obyek, area, atau fenomena yang diteliti (Lillesand, dkk., 2004). Proses pengumpulan data penginderaan jauh memanfaatkan distribusi gelombang akustik maupun distribusi energi elektromagnetik. Proses pengambilan citra penginderaan jauh pada umumnya memanfaatkan pantulan energi elektromagnetik ke atmosfer yang ditangkap dengan pemindai yang dipasang pada platform berupa pesawat terbang maupun pesawat luar angkasa.

Prinsip Kerja Proses Pengambilan Citra Penginderaan Jauh

Lillesand, dkk. (2004) menyebutkan bahwa proses pengolahan citra penginderaan jauh secara umum dibagi menjadi dua langkah, yaitu proses pengambilan data dan proses analisis data. Proses pengambilan data meliputi sumber energi, propagasi energi melewati atmosfer, interaksi antara energi elektromagnetik dengan fitur di permukaan bumi, transmisi ulang energi elektromagnetik melewati atmosfer, sensor pada pesawat terbang/luar angkasa, dan hasil berupa data sensor. Data yang telah dikumpulkan tersebut akan dianalisis untuk menginterpretasi data sensor tersebut. Data yang telah dianalisis akan menghasilkan citra dalam rupa peta maupun format file komputer yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Gambar 1 menunjukkan diagram skematik kegiatan proses pengambilan hingga pengolahan data tersebut.
Prinsip Kerja Citra Penginderaan Jauh dan Macam-macam Citra Penginderaan Jauh
Gambar 1. Diagram skematik pengambilan dan pengolahan data penginderaan jauh (Lillesand, dkk., 2004).
Energi elektromagnetik yang menjadi sumber energi dalam penginderaan jauh merambat dalam bentuk gelombang harmonik sinusoidal (Gambar 2). Arah perambatan gelombang elektromagnetik akan sejajar dengan arah pergerakan kecepatan cahaya (c). Jarak antar puncak gelombang merupakan panjang gelombang (λ), sementara jumlah puncak gelombang melalui titik yang sama per satuan waktu disebut frekuensi gelombang (f). Nilai kecepatan cahaya adalah konstan (c = 3.108 m/s) sementara nilai panjang dan frekuensi gelombang tidak konstan, oleh karena itu dalam penginderaan jauh digunakan pengelompokkan gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang yang disebut spektrum elektromagnetik. Pembagian spektrum elektromagnet—dari panjang gelombang terendah hingga tertinggi, dimulai dari sinar kosmik hingga gelombang televisi dan radio (Gambar 3).
Prinsip Kerja Citra Penginderaan Jauh dan Macam-macam Citra Penginderaan Jauh
Gambar 2. Gelombang elektromagnetik (Lillesand, dkk., 2004).
Prinsip Kerja Citra Penginderaan Jauh dan Macam-macam Citra Penginderaan Jauh
Gambar 3. Spektrum gelombang elektromagnetik (Lillesand, dkk., 2004).
Macam-macam Citra Penginderaan Jauh

Citra penginderaan jauh memiliki berbagai macam jenis berdasarkan resolusi spasial, resolusi temporal, maupun resolusi spektral citra tersebut. Citra yang akan dijelaskan pada bagian ini merupakan beberapa macam citra yang digunakan dalam kegiatan penelitian.

1. Shuttle radar topography mission (SRTM)
SRTM merupakan sensor penginderaan jauh yang menggunakan gelombang radar. Proses pengumpulan data SRTM menggunakan pesawat ruang angkasa SIR-C. SRTM menggunakan C-band dan X-band yang terdapat pada SIR-C. Proses pengambilan data tersebut bertujuan untuk kepentingan penelitian lima hal: laut, ekosistem, hidrologi, geologi, dan awan dan hujan. SRTM mampu menghasilkan digital elevation model dengan resolusi spasial mencapai 30 meter untuk wilayah Amerika Serikat, sementara resolusi spasial di luar wilayah tersebut mencapai 90 meter.

2. Advanced spaceborne thermal emission and reflection radiometer (ASTER)
ASTER merupakan sensor penginderaan jauh yang dipasang pada platform pesawat ruang angkasa Terra. Sensor ini bertujuan untuk mengidentifikasi vegetasi, jenis batuan, awan, dan gunung api, menghasilkan digital elevation model, dan menghasilkan data resolusi tinggi. Sensor ASTER menggunakan tiga buah pemindai yang memiliki rentang spektral yang berbeda-beda. Ketiga pemindai tersebut bekerja pada spektral Visible and Near Infrared (VNIR), Short Wave Infrared (SWIR), dan Thermal Infrared (TIR). Spektrum VNIR terdiri atas Band 1 – 3 dengan resolusi spasial mencapai 15 meter. Spektrum SWIR terdiri atas Band 4 – 9 dengan resolusi spasial mencapai 30 meter. Spektrum TIR terdiri atas Band 10 – 14 dengan resolusi spasial mencapai 90 meter.

3. Light detection and ranging (LiDAR)
LiDAR merupakan penginderaan jauh yang menembakkan pulsa sinar laser ke permukaan bumi. Waktu yang dibutuhkan sinar laser yang ditembakkan untuk kembali ke sensor akan dihitung untuk menentukan kedudukan bidang permukaan yang terdapat di atas maupun di bawah tanah. Pemindai LiDAR versi terbaru mampu merekam hingga lima obyek per pulsa yang kembali. Hal tersebut menunjukkan kelebihan LiDAR yang mampu membedakan kanopi hutan, permukaan tanah, dan obyek-obyek di antara keduanya. Prinsip kerja pengambilan data LiDAR dapat dilihat pada Gambar 4.
Prinsip Kerja Citra Penginderaan Jauh dan Macam-macam Citra Penginderaan Jauh
Gambar 3.18 Diagram skematik pengambilan data LiDAR (Lillesand, dkk., 2004).
Daftar Pustaka :
1) Lillesand, T. M., Kiefer, R. W., dan Chipman, J. W. 2004. Remote Sensing and Image Interpretation (5th Ed.). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Prinsip Kerja Citra Penginderaan Jauh dan Macam-macam Citra Penginderaan Jauh"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D