Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas

Menurut Rider (2000), log sumur merupakan rekaman menerus dari parameter geofisika sepanjang lubang pengeboran. Nilai dari pengukuran tersebut  diplot sesuai dengan kedalaman pada sumur. Menurut Serra (1985), log sumur merupakan gambaran dari formasi yang dibor. Log sumur menjadi sumber data yang menyediakan informasi nyata tentang kedalaman dan ketebalan lapisan, pengukuran property batuan, serta parameter geologi. Pada penelitian ini, beberapa log yang digunakan untuk melakukan interpretasi antara lain: Log gamma ray, log SP, log densitas, log neutron, dan log resistivitas.

1. Log Gamma Ray

Log gamma ray merupakan rekaman unsur radioaktif dari formasi (Rider, 2000). Sumber radiasi ini secara alami berasal dari unsur uranium, thorium dan potassium yang terkandung di dalam batuan. Log gamma ray pada umumnya merekam kombinasi dari ketiga unsur radioaktif tersebut, namun ada pula log spectral gamma ray yang menunjukkan masing-masing unsur yang berpengaruh dalam radiasi. Secara umum, kandungan unsur radioaktif lebih banyak dijumpai pada batuan beku dan metamorf dibandingkan dengan batuan sedimen. Batuan sedimen yang banyak mengandung unsur radioaktif adalah shale, namun tidak semua shale bersifat radioaktif dan yang bersifat radioaktif belum tentu litologinya dalah shale (lihat Gambar 1). Secara kuantitatif, log gamma ray dapat digunakan untuk menentukan volume shale. Secara kualitatif, log gamma ray dapat digunakan untuk menentukan tipe mineral lempung, indikasi lingkungan pengendapan, melakukan korelasi, menentukan fasies dan sikuen, dan mengidentifikasi litologi.
Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas
Gambar 1. Beberapa tipe respon dari log gamma ray dan spectral gamma ray. Log gamma ray menunjukkan radioaktif alami. Log spectral gamma ray menunjukkan kelimpahan dari unsur radioaktif alami seperti thorium (Th) dan uranium (U) dalam parts per million (ppm) serta potassium (K) dalam %. F = feldspar, M = Mika, * = glaukonit (Rider, 2000).
2. Log SP

Log SP (Self-Potential atau Spontaneous Potential) merupakan rekaman perbedaan potensial listrik antara elektroda di permukaan yang tetap dengan elektroda yang bergerak di dalam lubang bor. Log SP dapat digunakan untuk menghitung resistivitas air formasi dan menentukan permeabilitas (lihat Gambar 2). Selain itu, log SP juga dapat digunakan untuk menentukan volume shale, fasies dan untuk korelasi (Rider, 2000).
Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas
Gambar 2. Beberapa tipe respon dari log SP yang menunjukkan variasi dari energi potensial alami. Rw = resistivitas air formasi, Rmf = resistivitas mud filtrate (Rider, 2000).
3. Log Densitas

Log densitas merupakan rekaman bulk density dari formasi. Bulk density merupakan densitas secara keseluruhan dari batuan, termasuk matriks dan fluida dalam pori batuan (lihat Gambar 3). Secara kualitatif, log densitas dapat digunakan untuk menghitung porositas dan secara tidak langsung densitas hidrokarbon. Log ini juga dapat digunakan untuk menghitung AI (Acoustic Impedance), indikator litologi, identifikasi mineral, membantu dalam penilaian konten material organik dalam batuan induk, dan dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi overpressure dan porositas fracture (Rider, 2000).
Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas
Gambar 3. Beberapa tipe respon dari log densitas yang menunjukkan bulk density (Rider, 2000).
4. Log Neutron

Log neutron merupakan rekaman dari reaksi formasi akibat penembakan neutron. Hal ini berkaitan dengan hydrogen index pada formasi yang  mengindikasikan banyaknya hidrogen dalam formasi (lihat Gambar 3.4). Secara kualitatif, log neutron digunakan untuk mengukur porositas dan pembeda antara minyak dan gas. Log ini dapat pula digunakan untuk mengidentifikasi litologi, evaporit, mineral hidrat, dan batuan volkanik (Rider, 2000).
Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas
Gambar 4. Beberapa tipe respon dari log neutron menunjukkan hydrogen index yang telah diubah menjadi neutron porosity units (Rider, 2000).
5. Log Resistivitas

Log resitivitas merupakan rekaman dari nilai resistivitas formasi atau tahanan jenis formasi ketika dialirkan arus listrik. Sebagian besar batuan merupakan isolator, namun ketika terisi fluida akan menjadi konduktor, kecuali hidrokarbon (lihat Gambar 5). Hal ini disebabkan karena hidrokarbon merupakan fluida yang bersifat resistif sehingga ketika suatu formasi mengandung hidrokarbon, nilai resistivitasnya akan tinggi (Rider, 2000).
Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas
Gambar 5. Beberapa tipe respon dari log resistivitas menunjukkan efek dari formasi dan fluida yang terkandung di dalamnya (Rider, 2000).

Daftar Pustaka :
1) Rider, M.; M. Kennedy. 2011. The Geological Interpretation of Well Logs (3rd edition). Scotland: Rider – French Cunsulting Ltd.
2) Rider, M. 2000. The Geological Interpretation of Well Logs (2nd edition). Malta: Whittles Publishing.
3) Serra. O. 1985. Sedimentary Environments from Wireline Logs. Schlumberger Limited.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Konsep Dasar Log Sumur : Log Gamma Ray, Log SP, Log Densitas, Log Neutron, dan Log Resistivitas"

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D