Klasifikasi Lingkungan Laut dan Zonasi Lingkungan Laut

Berdasarkan pada dua komponen utamanya, yaitu bumi sebagai wadah dan massa air sebagai sesuatu yang diwadahi, lingkungan laut dapat dibedakan menjadi dua lingkungan utama, yaitu: (1) lingkungan bentik (benthic), yang mengacu kepada dasar samudera atau dasar laut, dan (2) lingkungan pelagis (pelagic), yang mengacu kepada massa air laut. Kedua kelompok utama lingkungan laut itu meliputi dasar laut dan perairan dengan kisaran kedalaman yang sangat besar, mulai dari nol meter di tepi laut sampai kedalaman ribuan meter di daerah palung. 

Oleh karena itu, kedua lingkungan itu dibedakan lagi menjadi beberapa zona lingkungan berdasarkan beberapa parameter lingkungan laut. Beberapa penulis – seperti Hedgpeth, 1957 vide Nybaken, 1993, Ross, 1977, Ingmanson dan Wallace, 1985, dan Webber dan Thurman, 1991, telah membagi-bagi lingkungan laut menjadi berapa zona. Dasar yang dipakai untuk menentukan batas-batas dari setiap zona lingkungan itu adalah salinitas, kedalaman air, kedalaman penetrasi cahaya, dan temperatur air. Kriteria yang paling umum dipakai adalah kedalaman air. 

Beberapa skema zonasi pernah diajukan dan direview oleh Menzies at al. (1973 vide Nybakken, 1991). Tidak skema zonasi tunggal yang diterima secara universal. Sebab utamanya adalah karena kurangnya informasi tentang ekologi. Zonasi lingkungan laut yang dipakai disini adalah seperti pada Gambar 1, dan Tabel 1. 
KLASIFIKASI LINGKUNGAN LAUT
Gambar 1. Zonasi lingkungan laut. Dikutip dari Webber dan Thorman (1991) dengan modifikasi.
Tabel 1.A. Zonasi lingkungan laut dangkal.
Cahaya
Zona Pelagis
Kisaran Kedalaman (m)
Zona Bentik
Kisaran Kedalaman (m)



Supralitoral
Di atas pasang tinggi
Eufotik


Litoral
Pasang tinggi – surut rendah
Neritik
0 - 200
Sublitoral
Inner
Surut rendah (0 ) - 50
Outer
50 (?) - 200
Tabel 1.B. Zonasi lingkungan laut dalam.
Cahaya
Zona Pelagis
Kisaran Kedalaman (m)
Zona Bentik
Kisaran kedalaman (m)
Eufotik (99%)
Epipelagis
0 – 200
Sublitoral
0 – 200
Disfotik (1%)
Mesopelagis
200 – 1000 (?)
Batial
200 – 4000 (?)
Afotik (0%)
Batipelagis
1000 (?) – 4000 (?)
Abisalpelagis
4000 (?) - 6000
Abisal
4000 (?) – 6000
Hadalpelagis
> 6000
Hadal
> 6000
Catatan: (?) = batas tidak tentu.
Sumber: Hedgpeth (1957 vide Nybakken, 1993) dengan modifikasi.

Berdasarkan pada posisinya terhadap konfigurasi benua dan samudera, lingkungan pelagis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) lingkungan neritik (neritic)atau sistem neritik, yaitu yang mengacu kepada air laut dangkal yang menutupi paparan benua; kedalamannya mencapai 200 meter, dan (2) lingkungan oseanik (oceanic) atau sistem oseanik, yaitu yang mengacu kepada air laut dalam yang menutupi lereng benua sampai cekungan samudera; kedalamannya lebih dari 200 meter.

Lingkungan oseanik dibedakan menjadi lima zona lingkungan, yaitu: (1) epipelagis (epipelagic) – dari permukaan laut sampai kedalaman 200 meter, (2) mesopelagis (mesopelagic) – dari 200 sampai 700-1000 meter, (3) batipelagis (bathypelagic) – dari 700-1000 sampai 2000-4000 meter, (4) abisalpelagis (abyssalpelagic) – dari 2000-4000 sampai 6000 meter, dan hadalpelagis (hadalpelagic) – kedalaman lebih dari 6000 meter. Sementara itu, berdasarkan pada penetrasi sinar matahari, lingkungan pelagis dapat dibedakan menjadi tiga zona, yaitu: (1) eufotik (euphotic) – mulai dari permukan laut sampai batas kedalaman dimana 99% sinar matahari diserap; mencakup kedalaman sampai 200 meter atau sebanding dengan zona neritik atau epipelagis, (2) disfotik (dysphotic) – dari batas bawah zona eufotik sampai kegelapan total; kedalaman dari 200 – 1000 meter atau sebanding dengan zona mesopelagis, dan (3) afotik (aphotic) – zona tidak ada sama sekali cahaya yang menembus; mencakup zona batipelagis, abisal pelagis, dan hadal. Kedalaman 1000 meter yang menjadi awal dari zona afotik adalah batas dari deep scattering layer (DSL), yaitu suatu zona penghamburan suara (sound scatter) di dalam jalur gelombang yang sempit. DSL bergerak naik ke permukaan di malam hari dan turun di siang hari. Fenomena DSL ini berkaitan dengan aktivitas hewan laut (Ingmanson dan Wallace, 1985). Hewan-hewan laut yang yang ada di dalam jalur itu berkisar dari hewan-hewan mikriskopis zooplankton sampai copepoda, udang, ikan dan cumi-cumi.

Sementara itu, lingkungan bentik – dengan dasar yang sama seperti pelagis, dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) lingkungan litoral (littoral) atau sistem litoral, yaitu dasar laut yang berupa paparan benua; kedalaman mencapai 200 meter, dan (2) lingkungan laut dalam (deep sea) atau sistem laut dalam, yaitu dasar laut mulai dari lereng benua sampai cekungan samudera; kedalaman air lebih dari 200 meter.

Selanjutnya, berdasarkan pada kedalaman air, lingkungan litoral dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) supralitoral (supralittoral) – dasar laut di atas pasang tinggi, (2) eulitoral (eulittoral) – mulai dari dasar laut batas pasang tinggi sampai surut rendah, dan (3) sublitoral (sublittoral)– mulai dari dasar laut surut rendah sampai dengan kedalaman 200 meter. Pembagian ini umum diterima oleh ilmuwan. Webber dan Thurman (1991), lingkungan sublitoral dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (1) inner sublittoral – kedalaman dari surut rendah (0 meter) sampai kedalaman 50 meter yang merupakan batas tumbuhan yang menempel dapat tumbuh dan berfotosintesis, dan (2) outer sublittoral – kedalaman dari 50 meter sampai 200 meter. Ross (1977) menetapkan batas zona eulitoral ke arah laut sampai kedalaman 40 – 60 meter, yang merupakan batas tumbuhan yang menempel dapat tumbuh dan berfotosintesis. Batas dari Ross itu identik dengan batas sisi laut dari zona inner sublittoral dari Webber dan Thurman (1991). Sedang zona sublitoral dari Ross (1977) identik dengan zona outer sublittoral dari Webber dan Thurman (1991).

Lingkungan laut dalam – berdasarkan kedalaman air, dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) batial (bathyal) – kedalaman dari 200 sampai 2000-4000 meter, (2) abisal (abyssal) – kedalaman dari 2000-4000 sampai 6000 meter, dan (3) hadal (hadal) – kedalaman > 6000 meter.

Batas kedalaman pembagian zona lingkungan bentik batial dan abisal, bertepatan dengan batas kedalaman antara lingkungan pelagis batipelagis dan abisalpelagis. Lingkungan Menurut Ingmanson dan Wallace (1985), batas antara batial dan abisal ditentukan pada kedalaman 2000 meter dengan anggapan bahwa sebagian besar lantai samudera terletak di kedalaman dari 2000 sampai 6000 meter. Ross (1977) juga menempatkan batas antara batial dan abisal pada kedalaman 2000 meter, meskipun tanpa penjelasan. Di pihak lain, beberapa buku teks Biologi Laut menempatkan batas itu pada kedalaman 4000 meter (seperti Weber dan Thurman, 1991; McConnaughey, 1974). Sementara itu, Hedgpeth (1957 vide Nybakken, 1993), dengan mempertimbangkan parameter temperatur menempatkan batas antara batipalagis – abisalpelagis pada kisaran kedalaman dari 2000 sampai 4000 meter, yaitu bertepatan pada kedalaman dengan temperatur 4oC. Selain itu, ia juga menempatkan batas antara mesopelagis – batipelagis pada kisaran kedalaman dari 700 sampai 1000 meter, yaitu pada kedalaman dengan temperatur 10 C.

Penjelasan Lengkap dan Karakteristik Masing-Masing Lingkungan Laut Dapat Dibaca Pada Tautan Berikut : Karakteristik Lingkungan Laut : Lingkungan Bentik, Lingkungan Pelagik, Lingkungan Hidrotermal Laut Dalam dan Estuari

Daftar Pustaka :
1) Ingmanson, D. E. and Wallace, W. J., 1985. Oceanography: an introduction, 3rd ed., Wadsworth Publishing Company, Belmont, California, 530 p. 
2) McConnaughey, B. H., 1974. Introduction to Marine Biology, 2nd ed., The C.V. Mosby Company, Saint Louis, 544 p.
3) Nybakken, J. W., 1993. Marine Biology: an ecological approach, 3rd ed., HarperCollins College Publisher, New York, 462 p.
4) Ross, D. A., 1977. Introduction to Oceanography, Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, New Jersey, 437 p.
5) Weber, H. H. and Thruman, H. V., 1991. Marine Biology, 2nd ed., HarperCollins Publisher Inc., New York, 424 p.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Klasifikasi Lingkungan Laut dan Zonasi Lingkungan Laut"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D