Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan

Kompas Geologi yang akan digunakan saat di lapangan adalah kompas dengan tipe azimut atau tipe 360° (Gambar 1), dimana lempengan skala dibagi menjadi 360º diukur dari North ke East.
Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan
Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan
Gambar 1. Kompas Gelogi Tipe Azimut
1. Koreksi Deklinasi
Karena jarum kompas adalah jarum magnet, maka arah utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas adalah arah utara magnetik. Arah utara magnetik ini tidak berimpit dengan arah utara sebenarnya (arah utara geografis). Kedua arah tersebut membentuk sudut yang besarnya berbeda-beda dari satu lokasi geografi dengan lokasi geografi lainnya, dan kadang berubah dari satu waktu ke lain waktu, meskipun lokasi tetap. Perbedaan sudut ini dinamakan deklinasi. Supaya jarum kompas menunjukkan arah yang sesuai dengan arah utara geografis maka harus dilakukan koreksi deklinasi. Misalkan, besarnya harga deklinasi di daerah Bojonegoro pada tahun 1930 adalah 2º 15’ E dan bertambah 3’ setiap tahun. Keterangan tersebut dapat dibaca pada peta  topografi yang digunakan. Jika kita akan bekerja di daerah itu pada tahun 1980, maka besarnya deklinasi adalah 2º 15’ + (50 x 3’) = 4º 45’ E, artinya arah utara magnetik terletak 4º 45’ disebelah timur dari utara sebenarnya. Jadi lingkaran harus kita putar sehingga indek pin menunjuk 4º 45’ di sebelah timur dari titik 0.

2. Cara Membaca Arah
Pembacaan arah dari suatu titik ke titik lain dengan menggunakan kompas tipe azimut dapat dinyatakan hanya dengan menggunakan satu mata angin yaitu North, segala arah diukur dari arah ini searah dengan jarum jam, atau dengan kata lain dari North ke East. Arah tersebut dinamakan Azimut, besarnya 0º s/d 360º. Penulisan arah azimut dinyatakan dengan N …º E, maksudnya pengukuran mulai dari arah North ke East, misalnya N 16º E, N 340º E dan sebagainya.

3. Cara Menentukan Arah dengan Menembak (Shooting)
Kalau kita berada di suatu tempat yang posisinya di peta tidak diketahui, tetapi dari tempat kita berada, kita dapat melihat 1 atau lebih titik yang lokasinya di peta diketahui dengan tepat, misalnya puncak bukit, perpotongan dua sungai dsb. Maka lokasi tempat kita berada dapat ditentukan dengan jalan menembak (shooting) titik-titik yang sudah diketahui posisinya tersebut (dalam hal ini disebut sebagai target). Cara menembak dilakukan dengan jalan mengarahkan kompas ke target, kemudian bacalah jarum selatan (Gambar 2a, b, c, d dan e). Arah ini merupakan arah dari target ke penembak.
Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan
Gambar 2. (A) Penggunaan kompas untuk mengukur arah bearing pada objek jauh dengan kompas Brunton sejajar dengan pinggang dengan cara pembacaannya (B). Penggunaan kompas untuk mengukur bearing pada objek dekat dengan kompas Brunton sejajar dengan pinggang (C) dan sejajar dengan mata (D) dengan cara pembacaannya (E).
4. Cara Mengukur Jurus dan Kemiringan
Ada beberapa cara dalam pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan. Disini akan dijelaskan cara  yang paling aman supaya tidak terbalik dalam membaca kemiringan. Terbaliknya penggambaran kemiringan dapat menimbulkan kesalahan yang serius. Cara pertama yang dibaca adalah arah jurusnya, sedangkan cara kedua yang dibaca adalah arah dari kemiringan (Gambar 3).
Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan
Gambar 3. Aturan tangan kiri untuk mengukur jurus (strike) dan kemiringan (dip).
Jika yang dibaca arah dari jurusnya, maka:
a. Pengukuran dilakukan dari bagian atas lapisan, kalau yang tersingkap bagian bawah maka sambunglah bidang perlapisan tersebut dengan clipboard saudara dan pengukuran dilakukan di atas clipboard (Gambar 4).
b. Tempelkan sisi E dari kompas pada lapisan batuan sambil kompas dihorisontalkan dengan cara gelembung horisontal (horizontal buble) diusahakan berada di tengah. Kalau kompas sudah horisontal bacalah ujung utara, maka arah ini adalah arah jurus dari lapisan. Arah kemiringannya adalah 90° dari ini searah jarum jam (Gambar 4).
c. Ukurlah besar kemiringan dengan klinometer, caranya: kompas diletakkan miring pada sisinya yang ada skala klinometer dalam arah tegak lurus, kemudian bacalah besarnya sudut kemiringannya (Gambar 4).
Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan
Gambar 4. Cara mengukuru jurus (strike) perlapisan dan kemiringan sesungguhnya (true dip) yang tegak lurus jurus langsung pada bidang perlapisan.
Jika arah kemiringannya yang dibaca maka:
a. Pengukuran tetap dilakukan pada bagian atas lapisan batuan.
b. Tempelkan sisi S dari kompas sambil kompas dihorisontalkan seperti pada cara pertama.
c. Setelah kompas horisontal, bacalah ujung jarum utara, maka arah ini adalah arah kemiringan dari lapisan.
d. Ukurlah besarnya kemiringan dengan klinometer.
e. Arah jurusnya tentu saja tegak lurus arah kemiringan tersebut.

Kedua cara pengukuran jurus dan kemiringan yang telah diuraikan di atas berlaku untuk kompas empat kuadran maupun kompas azimut.

Daftar Pustaka :
Compton, R.R., 1985, Geology in The Field, John Wiley & Sons, New York.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menggunakan Kompas Geologi : Koreksi Deklinasi, Membaca Arah, Shooting, Mengukur Jurus dan Kemiringan"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D