Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika

TATA KOORDINAT GEOGRAFIK

Kutub terdiri dari Kutub Utara dan Kutub Selatan. Lingkaran besar merupakan garis Khatulistiwa dan Lingkaran Bujur (Lingkaran lintang sejajar khatulistiwa bukan lingkaran besar; Semua lingkaran bujur adalah lingkaran besar). Titik Acuan merupakan Meridian Greenwich (λ = 0o, φ = 51 LU).
Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika
Tata Koordinat Geografik
Permukaan bola Bumi yang ideal itu dinamakan permukaan rata-rata air laut sehingga permukaan Bumi ideal memiliki bidang datar yang tegak lurus terhadap garis vertikal lokal (yang merupakan arah ke pusat gravitasi Bumi). Bola Bumi dengan permukaan air laut rata-rata merupakan bentuk Geoid.  Permukaan rata-rata air laut  planet Bumi dipergunakan untuk menentukan acuan ketinggian sebuah tempat atau topografi. Misalnya kota Bandung mempunyai ketinggian 700 m dari atas permukaan air laut, lokasi Observatorium Bosscha berada pada ketinggian 1310 m dsb.

Selain itu bentuk Bumi tidak berbentuk bola sempurna, melainkan berbentuk ellipsoid. Bagian arah kutub Bumi mengalami pepatan sehingga radius polar lebih kecil dibanding dengan radius ekuator planet Bumi. Pepatan Bumi p didefenisikan perbandingan antara radius kutub, b, terhadap radius ekuator Bumi, a. Harga p = (1- f) dan a yang direkomendasi oleh  komunitas IAU (International Astronomical Union) tahun 1976 harga oblateness (obl) f = 1/ (298.257) dan a = 6378.14 km atau b = 6356.755 km atau b/a = 0.99664719. Pengetahuan ini selanjutnya dapat dipergunakan untuk mengetahui hubungan sistem koordinat geografis dan system koordinat geosentrik. 

Tiap tempat di permukaan Bumi mempunyai posisi yang dinamakan dengan posisi lintang dan bujur geografis. Koordinat geografis suatu tempat di permukaan Bumi  itu dinyatakan dalam satuan sudut (derajat, menit busur dan detik busur) dan dilambangkan fg, untuk lintang geografis, dan lg,  bujur geografis. Titik kutub Utara dan titik kutub Selatan planit Bumi mempunyai posisi lintang geografis fg-ku = +90° dan fg-ks = -90°. Ekuator atau khatulistiwa mempunyai harga fg-eq = 0°.

Bumi berotasi 24 jam/hari atau 360 derajat/hari. Hal ini mengakibatkan beberapa hal antara lain : 
o Ada pergantian siang dan malam.
o Adanya pergerakan benda-benda langit secara umum dari Timur ke Barat. 
o Ada perbedaan jam di setiap tempat yang bujurnya berbeda.
o Ada konversi dari besaran waktu ke besaran sudut.
1j   = 15 derajat     4m  = 1 derajat
1m  = 15’       4s   = 1’ 
1s  = 15”       1s/15  = 1” 
Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika
Pembagian Zona Waktu di Bumi
TATA KOORDINAT HORIZON

Titik-titik kutubnya adalah titik Zenith dan Nadir. Lingkaran lintang terbesar adalah lingkaran horizon. Pada lingkaran horizon ada 4 titik kardinal, Timur, Barat, Utara dan Selatan. Lingkaran lintang lain sejajar dengan horizon. Lingkaran-lingkaran bujurnya adalah lingkaran vertikal yang melalui zenith dan nadir, tegak lurus terhadap lingkaran horizon. Koordinat suatu bintang dalam tata koordinat horizon dinyatakan sebagai Azimut (~bujur) dan Tinggi (~lintang).
Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika
Tata Koordinat Horizon
Tinggi bintang (a) diukur pada lingkaran vertikal yang melalui bintang dari bintang sampai horizon. Azimuth (W), jika bintang di sebelah timur meridian, azimuth diukur dari arah Utara, ke arah Timur sampai proyeksi bintang pada lingkaran horizon, jika bintang berada di sebelah barat meridian, pengukuran dilakukan dari Utara ke Barat. Jarak zenith : z = 90°-a.

TATA KOORDINAT EKUATOR

Di dalam tata koordinat horizon angka koordinat bintang selalu berubah karena bumi berotasi. Tata koordinat katulistiwa dibuat agar diperoleh koordinat bintang yang relatif tetap. Titik-titik kutub terdiri dari Kutub Langit Utara (KLU) dan Kutub Langit Selatan (KLS). KLU dan KLS adalah titik tembus perpanjangan sumbu rotasi bumi di bola langit. Tingginya KLU atau KLS sama dengan lintang geografis tempat pengamat berada. Lingkaran lintang terbesarnya adalah lingkaran Katulistiwa (Equator) Langit. Lingkaran katulistiwa langit adalah perpotongan antara bidang katulistiwa bumi (yang diperluas) dan bola langit.
Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika
Tat Koordinat Ekuator
Katulistiwa membagi langit menjadi dua yaitu belahan langit utara dan selatan. Busur yang menghubungkan KLU, Zenith dan titik Selatan bagi pengamat di belahan bumi Utara atau yang menghubungkan KLS, Zenith dan titik Utara bagi pengamat di Belahan Bumi Selatan disebut Meridian Pengamat. Posisi bintang tertinggi pada saat berada di meridian, pada saat itu bintang dikatakan berkulminasi atas. Lintang di dalam tata koordinat Khatulistiwa diberi nama deklinasi (d) yang berarti jarak antara khatulistiwa dengan lingkaran peredaran harian bintang tersebut. Dalam arah bujur, ada dua koordinat yang dapat digunakan, yaitu sudut jam (HA) dan Asensiorekta (α). Sudut jam adalah jarak sudut yang sudah ditempuh bintang sejak transit (melintasi meridian), satuan yang digunakan biasanya jam, tapi bisa juga derajat. Sudut jam suatu bintang selalu berubah (dengan laju yang tetap) karena rotasi bumi.

Asensiorekta (α ) diukur dari suatu titik di langit yang relatif tetap terhadap bintang, yaitu titik musim semi (Vernal Equinox= ^), satuannya adalah jam. Sudut jam (HA) titik ^ disebut waktu bintang lokal (Local Sidereal Time, LST). Matahari di titik ^ sekitar tanggal 21 Maret. Pada saat titik ^ berada diatas horizon, α diukur dari titik ^ ke arah timur sampai proyeksi bintang pada katulistiwa. Koordinat (α,d) bintang relatif tetap, hanya berubah sedikit dalam beberapa tahun. Berlaku hubungan :  

TATA KOORDINAT EKLIPTIKA

Pergerakan objek-objek tata surya (misal: Matahari) tidak tetap jika diukur dari equator langit, tetapi membentuk sudut tertentu. Perlu titik acuan khusus bagi objek-objek tata surya. Pensketsaan tata koordinat ekliptika biasanya menyertakan sketsa tata koordinat equator  dan horison.
Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika
Tata Koordinat Ekliptika
Kutub terdiri dari Kutub Utara Ekliptika (KUE) dan Kutub Selatan Ekliptika (KSE). Titik-titik Kardinal yaitu titik Utara, Timur, Selatan dan Barat [sesuai arah mata angin di permukaan Bumi]. Lingkaran besar merupakan Ekliptika Langit, yang perpotongan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari terhadp bola lngit,  dan Garis Bujur, yang tegak lurus ekliptika.

Titik acuan merupakan Titik Aries (γ) [disebut juga titik Vernal Equinox], yaitu titik saat Matahari tepat terbit di arah Timur sekitar tanggal 21 Maret. Penamaan Bujur disebut sebagai Bujur Ekliptika (l). Pengukurannya dari titik aries memutar ke arah Timur hingga sampai ke proyeksi objek tata surya di ekliptika (satuan: waktu atau sudut). Penamaan lintang disebut sebagi Lintang ekliptika (b). Nilainya: + untuk daerah langit sebelah Utara ekliptika langit dan - untuk daerah langit sebelah Selatannya. Pengukurannya dari ekliptika langit ke objek. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tata Koordinat Astronomi : Geografik, Horizon, Ekuator, Ekliptika"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D