Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

1. Gambar di bawah ini memperlihatkan plot angin geostropik di ketinggian 700 milibar untuk belahan bumi utara. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013Dari lokasi A, B, C, dan D yang diberikan, dimanakah yang memiliki temperatur paling rendah untuk ketinggian 850 milibar?  
a. A 
b. B 
c. C 
d. D 
e. Tidak ada yang benar 






Pembahasan no. 1: 
Jadi untuk mencari temperatur paling rendah di ketinggian 850 milibar, kita dapat menggunakan prinsip gradien tekanan. Dengan temperatur lebih rendah, maka jarak antara dua ketinggian tersebut semakin kecil sehingga geostrofik semakin besar. Oleh karena itu, dapat kita lihat di lokasi manakah aliran geostrofik semakin kencang, yaitu dilokasi B. 

2. Diberikan beberapa kombinasi situasi dibawah ini. Pilihlah situasi yang berkolerasi dengan gaya coriolis yang paling kuat! 
a. Angin yang lemah pada lintang polar 
b. Angin yang kuat pada lintang polar 
c. Angin yang lemah pada ekuator 
d. Angin yang kuat pada ekuator 
e. Angin dengan kekuatan sedang pada ekuator 

Pembahasan no. 2: 
Jadi, jika kita menginginkan gaya coriolis paling kuat, tentunya v (kecepatan angin) juga harus semakin besar. Selain itu nilai sinɸ  juga harus semakin besar dimana semakin besar lintang akan memperbesar nilai sinɸ. Oleh karena itu, gaya coriolis paling besar akan berada di kutub. 

3. Gambar di bawah ini merupakan plot dari kontur ketebalan 1000 – 500 milibar dalam satuan meter. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Urutkan A, B, C, dan D berdasarkan lokasi yang memiliki temperatur paling dingin hingga paling hangat! 
a. C, A, B, D 
b. D, B, A, C 
c. A, B, C, D 
d. D, C, B, A 
e. A, E, B, C 





Pembahasan no. 3: 
Gambar diatas adalah kontur ketebalan dalam meter antara ketinggian 1000 mb – 500 mb. Logika yang digunakan, semakin tinggi temperatur maka isobar-isobar akan memuai, sehingga menyebabkan ketebalan antara ketinggian 1000 mb – 500 mb semakin besar.   

4. Misalkan kita melakukan sebuah percobaan menggunakan balon. Kita terbangkan dua buah balon dari ketinggian permukaan laut di dua lokasi yang berbeda. Lokasi pertama memiliki suhu udara yang hangat, sedangkan yang satu lagi memiliki suhu udara yang dingin. Setelah balon terbang 1500 meter, pada lokasi yang manakah balon akan merasakan tekanan yang lebih tinggi? 
a. Diatas lokasi yang hangat 
b. Diatas lokasi yang dingin 
c. Dikeduanya dirasakan tekanan yang sama 
d. Tidak bisa ditentukan 
e. Balon telah meledak 

Pembahasan no. 4: 
Hampir sama dengan nomor 3, nomor ini menggunakan pemahaman mengenai hubungan tekanan dan temperatur. Kita menerbangkan kedua balon mula-mula ditempat yang memiliki tekanan yang sama (tekanan permukaan laut). Perlu diingat bahwa lokasi pertama hangat dan lokasi kedua dingin. Setelah itu, balon naik sejauh 1500 meter. Dimanakah tekanan yang lebih tinggi? Di lokasi pertama temperaturnya hangat menyebabkan isobar memuai ke atas, sedangkan di lokasi kedua dingin. Hal ini berarti di ketinggian 1500 meter tersebut akan dirasakan tekanan yang lebih tinggi pada lokasi yang lebih hangat. 

5. Gambar di bawah ini adalah plot dari ketinggian 500 milibar dan angin di ketinggian tersebut. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Diberikan lokasi A, B, C, dan D. Dilokasi manakah aliran geostrofik yang paling besar dan lokasi manakah yang paling tidak geostrofik (karena percepatan sentripetal)? 
a. C, D 
b. D, C 
c. A, B 
d. B, A 
e. Tidak dapat ditentukan 






Pembahasan no. 5: 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Aliran geostrofik seperti kita tahu akan bergerak sejajar dengan isobar, seperti dapat dilihat pada gambar berikut disamping. Oleh karena ditanyakan aliran geostrofik yang paling besar, maka carilah lokasi yang memenuhi syarat geostrofik (sejajar isobar) dan memiliki kecepatan (dilihat dari ekor) yang paling besar nilainya.  
6. Gambar dibawah ini merupakan plot ketebalan (m) pada ketinggian 1000 – 500 milibar. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Diberikan empat lokasi: A, B, C, dan D. Lokasi manakah yang diperkirakan memiliki angin yang paling kuat pada ketinggian 500 mb?  
a. A 
b. B 
c. C 
d. D 
e. Diantara B dan C 







Pembahasan no. 6: 
Diberikan kontur dengan interval yang sama pada gambar. Apabila kita mencari angin dengan kecepatan yang paling kuat, maka kita dapat menggunakan prinsip gradien tekanan. Dengan perbedaan isobar yang sama, maka kita harus mencari perbedaan (dx) yang paling kecil untuk memperbesar nilai gradien tekanan. 

7. Gambar berikut merupakan plot temperatur permukaan di Amerika Utara. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Dari lokasi A, B, C, D, dan E yang diberikan, lokasi manakah yang memiliki ketinggian 500 milibar paling tinggi? 
a. A 
b. B 
c. C 
d. D 
e. E 








Pembahasan no. 7: 
Untuk melihat ketinggian 500 mb yang paling jauh dari permukaan dengan menggunakan temperatur, kita dapat menggunakan prinsip bahwa seiring dengan bertambahnya temperatur, udara akan naik dan kemudian menyebabkan adanya pemuaian isobar yang mengakibatkan lokasi tersebut akan merasakan tekanan yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan lokasi yang lebih  dingin pada ketinggian (dalam meter) yang sama. Oleh karena itu, ketinggian 500mb paling tinggi akan terletak diatas lokasi yang memiliki temperatur tertinggi. 

8. Gambar di bawah menggambarkan sirkulasi global bumi. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

Sebutkan ciri-ciri dari lokasi C dan A! 
a. Subtropical high dan angin pasat tenggara 
b. Subtropical high dan angin pasat timur laut 
c. Angin baratan dan angin pasat timur laut 
d. Angin baratan dan angin tenggara 
e. Tidak ada yang benar 












Pembahasan no. 8: 
Sirkulasi global bumi dapat dilihat secara lengkap pada gambar berikut. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
















9. Dari ketiga gambar dibawah ini, manakah yang menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil?
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
a. A, B, dan C 
b. A dan B 
c. B dan C 
d. A dan C 
e. Hanya C 

Pembahasan no. 9: 
Ketidakstabilan atmosfer dapat menyebabkan adanya gerakan udara ke atas / konveksi. Dari gambar diatas, terlihat bahwa A adalah gambar perkembangan awan cumulus, B adalah kabut, dan C adalah asap letusan gunung api. Ketidakstabilan atmosfer menyebabkan awan cumulus dapat terus tumbuh seperti gambar A dan memungkinkan adanya gerakan asap letusan naik atau membumbung terus ke atas seperti gambar C. Sedangkan untuk gambar B, tidak terlihat adanya pergerakan udara yang menandakan kondisi udara yang stabil. 

10. Berdasarkan pengetahuan anda mengenai kestabilan atmosfer, pernyataan manakah yang benar mengenai dampak ketidakstabilan atmosfer terhadap kebakaran? 
a. Meningkatkan dispersi pada asap 
b. Meningkatkan visibilitas pada api 
c. Meningkatkan jumlah udara segar yang masuk sehingga dapat mengembangkan kolom konvektif 
d. Jawaban (a), (b), dan (c) benar 
e. Jawaban (a), (b), dan (c) salah 

Pembahasan no. 10: 
Pilihan A benar (meningkatkan dispersi pada asap) karena dengan adanya ketidakstabilan atmosfer, udara akan bergerak terus sehingga akan terjadi penyebaran asap yang kemudian bercampur dengan udara segar diluar (sehingga semakin menyebar). Pilihan B benar (meningkatkan visibilitas pada api), karena dengan semakin adanya gerakan udara, memungkinkan konsentrasi asap disekitar api berkurang sehingga visibilitas terhadap api bertambah. Piliihan C juga benar (meningkatkan jumlah udara segar yang masuk sehingga dapat mengembangkan kolom konvektif) karena adanya pencampuran menyebabkan udara segar diluar asap masuk dan menggerakan udara ke atas sehingga ada tambahan dan mengembangkan kolom konvektif. 

11. Gambar dibawah adalah gambar diagram tephigram. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Garis-garis yang ditunjukkan oleh A, B, C, D, dan E secara berurutan adalah ...... 
a. Adiabatik jenuh, isoterm, mixing ratio jenuh, isobar, adiabatik kering 
b. Isoterm, mixing ratio jenuh, isobar, adiabatik kering, adiabatik jenuh 
c. Mixing ratio jenuh, isobar, adiabatik kering, adiabatik jenuh, isoterm 
d. Isobar, adiabatik kering, adiabatik jenuh, isoterm, mixing ratio jenuh 
e. Adiabatik kering, adiabatik jenuh, isoterm, mixing ratio jenuh, isobar 







Pembahasan no. 11: 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

12. Gambar di bawah adalah simbol sinoptik untuk arah dan kecepatan angin. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Berapakah kecepatan angin dan arah manakah yang ditunjukkan oleh gambar disamping? 
a. Arah: 260o Kecepatan: 55 knot 
b. Arah: 260o Kecepatan: 25 knot 
c. Arah: 260o Kecepatan: 30 knot 
d. Arah: 60o Kecepatan: 55 knot 
e. Arah: 60o Kecepatan: 30 knot 

Pembahasan no. 12: 
Berikut contoh pembacaan arah dan kecepatan angin untuk diagram atau symbol sinoptik. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

Gambar berikut digunakan untuk menjawab pertanyaan nomer 13 – 16. 
Data sounding di Bahrain pada tanggal 3 Februari 2006 jam 12:00 UTC menunjukkan hasil 
sebagai berikut: 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

13. Berdasarkan data sounding diatas, berapakah besar mixing ratio jenuh pada 800 hPa? 
a. 1,2 g/kg 
b. 2,5 g/kg 
c. 5,0 g/kg 
d. 10 g/kg 
e. 20 g/kg 

Pembahasan no. 13: 
Berikut merupakan cara penentuan mixing ratio jenuh dari diagram tephigram. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

14. Berdasarkan data sounding diatas, berapakah besar titik embun pada 800 hPa? 
a. 0
b. 1C 
c. 5
d. 10
e. 20

Pembahasan no. 14: 
Berikut merupakan cara penentuan titik embun dari diagram tephigram. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

15. Berdasarkan data sounding diatas, berapakah besar mixing ratio pada 800 hPa? 
a. 1,2 g/kg 
b. 2,5 g/kg 
c. 5,0 g/kg 
d. 10 g/kg 
e. 20 g/kg 

Pembahasan no 15: 
Berikut merupakan cara penentuan mixing ratio dari diagram tephigram. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

16. Berdasarkan data sounding diatas, pada level ketinggian berapakah mulai terjadi pembekuan (freezing level)? 
a. 1000 hPa 
b. 850 hPa 
c. 775 hPa 
d. 585 hPa 
e. 520 hPa 

Pembahasan no. 16: 
Berikut merupakan cara penentuan freezing level dari diagram tephigram. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

17. Tropopause merupakan lapisan yang berada diantara troposfer dan stratosfer. Ketinggian troposfer dari permukaan bervariasi mulai dari 10 km atau kurang di daerah kutub hingga mencapai 20 km di daerah tropis. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Berdasarkan gambar di samping, pada level ketinggian berapakah tropopause berada? 
a. 300 hPa 
b. 250 hPa 
c. 200 hPa 
d. 150 hPa 
e. Ketinggian tropopause tidak dapat ditentukan 










Pembahasan no. 17: 
Tropopause biasanya ditandai dengan perubahan profil temperatur yang signifikan, dimana pada troposfer terjadi penurunan suhu terhadap bertambahnya ketingian dan pada stratosfer terjadi kenaikan suhu terhadap bertambahnya ketinggian. Karena adanya gradien temperatur yang signifikan itu, biasanya kecepatan angin maksimum juga akan teramati pada lapisan tropopause atau sekitarnya. Berikut merupakan cara penentuan letak lapisan tropopause dari diagram tephigram. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

18. Badai guruh (thunderstorm) muncul dari hasil konveksi yang membentuk awan-awan kumulus. Badai guruh ini biasanya terbentuk ...... 
a. Ketika udara diangkat atau naik sepanjang fron dingin 
b. Ketika atmosfer dalam keadaan tidak stabil 
c. Dengan keadaan hangat pada troposfer tengah dan keadaan dingin pada troposfer rendah 
d. Jawaban (a) dan (b) benar 
e. Jawaban (a), (b), dan (c) benar 

Pembahasan no. 18: 
Thunderstorm biasanya terbentuk pada lokasi dimana cukup lembap, ada ketidakstabilan, dan adanya kenaikan atau pengangkatan udara. 
• Sumber kelembapan untuk thunderstorm ini dapat berupa adanya badan-badan air, kelembapan permukaan hasil dari badai yang terjadi sebelumnya, evaporasi dari tanah yang lembap, dan evapotranspirasi dari tanaman. 
• Atmosfer dikatakan tidak stabil apabla kenaikan parsel udara terus terjadi. Ini biasanya terjadi ketika troposfer bagian menengah atau atas bersuhu lebih dingin (densitas lebih tinggi) sedangkan suhu troposfer bagian bawah lebih hangat (densitas lebih rendah) sehingga terjadi kenaikan udara. 
• Kenaikan udara yang menginisiasi terjadinya proses konveksi ini disebabkan oleh pemanasan permukaan bumi, front, topografi, dry lines, sea breezes, dan lain sebagainya. 

19. (i) Dissipating 
(ii) Stratocumulus 
(iii) Mature 
(iv) Konvektif 
(v) Cumulus 
Dari tahapan atau proses diatas, manakah yang termasuk tahapan-tahapan atau proses 
kunci dan penting dari siklus hidup ordinary /  single cell thunderstorm? 
a. (i) dan (ii) 
b. (ii) dan (iv) 
c. (iii) dan (v) 
d. (i), (ii), dan (iii) 
e. (i), (iii), dan (v) 

Pembahasan no. 19: 
Evolusi atau siklus hidup dari single cell thunderstorm dapat dijelaskan melalui tiga tahapan, yaitu kumulus, dewasa (mature), dan disipasi. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
• Pada tahapan kumulus, arus udara ke atas sangat dominan terjadi sehingga awan kumulus akan terus tumbuh selama gaya apung termal masih positif. 
• Tahapan dewasa ditandai dengan hujan deras, turbulensi kuat, guruh, dan kilat. Hujan batu es (hail) kemungkinan juga terjadi pada saat fase ini. 
• Badai guruh dinyatakan dalam tahapan disipasi atau pelenyapan jika setengahnya atau lebih sudah menjadi dominan arus ke bawah yang lemah sehingga curah hujan berkurang dan mejadi gerimis. 

20. Multicellular storm terbentuk ketika sel-sel baru terbentuk sepanjang gust front dari sel-sel yang ada dan sel-sel lama memasuki tahap mature lalu kemudian mengalami disipasi. Suatu badai (storm) dapat dikatakan sebagai multicellular stormapabila ...... 
a. Aliran downdraft merusak aliran masuk udara ke dalam thunderstorm 
b. Gaya geser angin vertikal (vertical wind shear) mempengaruhi dimana sel-sel baru terbentuk 
c. Lama badai itu terbentuk jarang melebihi 30 menit 
d. Jawaban (a) dan (b) benar 
e. Jawaban (a), (b), dan (c) benar 

Pembahasan no. 20: 
Multicelluler storm adalah gabungan dari beberapa single cell thunderstorm pada masing-masing tahapan siklusnya. Dengan adanya vertical wind shear, aliran udara keluar dari sel-sel yang terisolasi dapat bergabung menjadi gust front yang besar. Hal ini menyebabkan konvergensi ke arah gerakan badai dengan sel-sel baru yang terbentuk di sepanjang gust front dan kemudian updraft terpisahkan dari downdraft. Biasanya, multicellular storm dapat berlangsung selama beberapa jam. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

21. Dibawah ini yang termasuk dalam unsur-unsur proses dari tornado nonsupercell adalah ...... 
a. Pertumbuhan awan kumulus secara cepat 
b. Adanya ketidakstabilan dari geser horizontal (horizontal shear) 
c. Adanya geser vertikal (vertical shear) yang sangat kuat 
d. Jawaban (a) dan (b) benar 
e. Jawaban (a), (b), dan (c) benar 

Pembahasan no. 21: 
Tornado nonsupercell berhubungan dengan sirkulasi dalam skala local dan meso di lapisan batas.  Berikut merupakan kondisi-kondisi yang dibutuhkan agar dapat terbentuk: 
• Batas troposferik rendah (lower tropospheric boundary) yang memiliki geser horizontal yang memotong front. 
• Pembentukan mesocyclone di sepanjang batas sebagai hasil dari ketidakstabilan geser horizontal. 
• Penebalan konveksi kelembapan secara cepat di sepanjang batas (boundary). 
• Geser vertikal yang terjadi di atmosfer termasuk lemah (dibandingkan dengan supercells). 

22. Gambar di bawah ini merupakan wilayah monsun klasik yang dikemukaan oleh Ramage pada tahun 1971. Salah satu monsun yang cocok dengan kriteria monsun klasik ini adalah monsun India.
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Di bawah ini yang merupakan kriteria monsun berdasarkan Ramage (1971) tersebut adalah …… 
a. Perubahan angin prevailing sebesar 120 derajat antara januari dan juli 
b. Frkeuensi rata-rata angin prevailing >40% 
c. Kecepatan angin rata-rata melebihi 3 m/s 
d. Pola tekanan memenuhi kriteria steady 
e. Semua jawaban benar 

Pembahasan no. 22: 
Monsun berasal dari bahasa arab mausim yang berarti musim dan pertama digunakan untuk menunjukkan pembalikan musiman angin prevailing permukaan di Asia Selatan dan Lautan India. Gambar diatas merupakan pembagian daerah monsun klasik yang dikemukakan oleh Ramage, 1971. Ramage mendefinisikan bahwa kriteria untuk monsun tersebut adalah 
- Perubahan angin prevailing sebesar 120 derajat antara januari dan juli 
- Rata-rata frekuensi angin prevailing > 40% 
- Kecepatan angin rata-rata melebihi 3 m/s 
- Pola tekanan memenuhi kriteria steady 

23. Siklus monsun tahunan digerakkan oleh adanya transfer panas yang melintasi ekuator oleh atmosfer dan lautan. Pada siklus monsun tahunan di sepanjang India dan Asia Timur terdapat perbedaan terutama karena respon atmosfer terhadap pemanasan. Respon tersebut diakibatkan oleh …… 
a. Distribusi darat laut dan topografi 
b. Pergerakan panas ke selatan India 
c. Adanya gaya corriolis 
d. Adanya wilayah pembentukan subtropical jet 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 23: 
Pada dasarnya monsun adalah suatu sistem sirkulasi angin yang berbalik arah setiap musiman yang disebabkan oleh perbedaan pemanasan antara benua dan lautan. Siklus tahunan monsun di sepanjang India dan Asia Timur adalah berbeda, terutama disebabkan oleh respon atmosfer terhadap pemanasan yang diakibatkan oleh distribusi darat-laut dan topografi. Proses tersebut yaitu gradien utara-selatan yang kuat antara daratan yang hangat dan lautan yang dingin, ditingkatkan oleh pemanasan Dataran Tinggi Tibet, menciptakan sebuah monsun kuat di India. Sedangkan di wilayah Asia Timur mempunyai situasi yang lebih kompleks.  

24. Gambar di bawah  menunjukkan peran daerah tropis dalam sirkulasi global. Daerah tropis merupakan sumber pemanasan yang menggerakan sirkulasi tersebut. Salah satu hal penting yang memelihara keseimbangan momentum angular dan keseimbangan panas global adalah …... 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
a. Transport panas dan momentum dari sel Hadley 
b. Transport panas dan momentum oleh eddi dalam sel ferrel 
c. Angin pasat tenggara 
d. Angin baratan di lintang tinggi 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 24: 
Daerah tropis merupakan sumber penggerak sirkulasi global, dimana daerah tropis sebagai sumber pemanasan. Radiasi yang dipancarkan akan diterima di wilayah ekuator dengan intensitas yang lebih besar dibandingkan dengan kutub. Wilayah ini merupakan surplus energi sehingga harus ada mekanisme transfer menuju kutub untuk menjaga keseimbangan panas. Sel Hadley merupakan sebuah sirkulasi secara meridional dan merupakan sistem terbesar serta mempunyai pengaruh terhadap permukaan bumi secara langsung. Di dalam sel Hadley, terjadi transfer panas dan momentum yang merupakan hal penting dalam menjaga keseimbangan panas dan momentum angular. Dalam transfer panas dan momentum, dibutuhkan aliran utara-selatan (sirkulasi meridional) 
yang didominasi oleh sirkulasi Hadley di tropis. Sirkulasi ini mentransfer panas dan momentum angular ke kutub. Sirkulasi meridional menjadi lebih lemah di lintang tengah.  

25. Pada awal pertumbuhan awan, proses kondensasi memegang peranan penting. Selanjutnya pertumbuhannya terjadi karena adanya proses tumbukan dan penyatuan. Di bawah ini yang merupakan pernyataan yang benar mengenai proses tumbukan dan penyatuan pada proses pertumbuhan awan adalah …… 
a. Tumbukan antar butir air terjadi karena adanya perbedaan respon butir terhadap gaya gravitasi, elektrik atau aerodinamik 
b. Tumbukan tidak selalu berakhir dengan penyatuan, tetapi setelah penyatuan butir dapat terpental dan terpisah 
c. Proses tumbukan dan penyatuan bersifat stokastik 
d. Jawaban (a) dan (b) benar 
e. Semua jawaban benar 

Pembahasan no. 25: 
Tumbukan antar butir air dalam proses pembentukan awan dapat terjadi karena adanya perbedaan respon butir terhadap gaya gravitasi, elektrik, atau aerodinamik. Gaya gravitasi merupakan gaya yang peling dominan dan paling cepat menimbulkan tumbukan antar butir. Tumbukan tidak selalu berakhir dengan penyatuan. Namun setelah penyatuan butir juga dapat terpental dan terpisah. Proses tumbukan dan penyatuan ini bersifat stokastik (random). 

26. Proses pembentukan awan merupakan suatu rangkaian proses yang rumit dan melibatkan proses dinamik dan proses mikrofisik. Faktor-faktor yang memperngaruhi proses perkembangan awan diantaranya karena adanya pemanasan baik akibat free convection, pengaruh topografi, konvergensi permukaan, dan lain-lain. Keberlangsungan proses tersebut ditentukan oleh kadar uap air di atmosfer. Di bawah ini yang mempengaruhi kadar uap air di atmosfer adalah berikut ini, kecuali …… 
a. Proses evaporasi 
b. Sumber uap air dipermukaan 
c. Sumber energi untuk pengangkatan 
d. Kondisi atmosfer 
e. Semua jawaban salah 

Pembahasan no. 26: 
Hal – hal yang mempengaruhi kadar uap air di atmosfer adalah proses evaporasi atau penguapan, dimana air-air akan menguap (karena adanya pemanasan). Proses evaporasi juga bergantung pada sumber uap air dipermukaan, sehingga mempengaruhi kadar uap air. Proses evaporasi dan proses pengangkatan uap air ke atmosfer memerlukan sumber energi. Selain itu, kondisi atmosfer juga berpengaruh terhadap kadar uap air.  

27. Posisi zona konvergen tidak lurus sejajar lintang di bumi, tetapi ditentukan oleh posisi matahari dan keadaan permukaan bumi (daratan, lautan, dan pegunungan). Ketika matahari berada di BBU (Belahan Bumi Utara), akan muncul ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone). Sedangkan pada saat matahari atau musim panas berada di BBS (Belahan Bumi Selatan), akan muncul ITCZ, SPCZ dan SACZ. Di bawah ini merupakan pernyataan yang benar tentang ITCZ adalah …… 
a. Terdapat sabuk lebar yang ditandai dengan tekanan udara relatif rendah dan terjadi proses konvergensi  
b. Zona konvergensi antara Pasifik selatan dan antisiklon terbentuk pada saat angin tenggara melemah 
c. Bergerak ke arah timur laut selama fase hangat ENSO 
d. Variabilitasnya bergantung pada gelombang yang menyebar dari lintang tinggi di BBS 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 27: 
ITCZ merupakan pusat sirkulasi tropis antara dua sel Hadley, yaitu sabuk lebar yang ditandai dengan tekanan udara di permukaan yang relatif rendah sehingga udara akan naik dan terjadi proses konvergensi dari massa udara tersebut. Dampak yang penting dalam ITCZ ini adalah berawan dan hujan, hal ini disebabkan karena adanya proses konvergensi. 
• Zona konvergensi antara Pasifik selatan dan antisiklon dan terbentuk pada saat angin tenggara melemah > SPCZ 
• Bergerak ke arah timur laut selama fase hangat ENSO > SPCZ 
• Variabilitasnya bergantung pada gelombang yang menyebar dari lintang tinggi di BBS > SACZ 

28. Di bawah ini merupakan sebuah citra satelit dari tahapan pertumbuhan siklon tropis. Tahap depresi tropis ditunjukkan oleh nomor …… 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
a. 1 
b. 2 
c. 3 
d. 4 
e. Tidak ada yang benar 






Pembahasan no. 28: 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013











29. Massa udara dapat bergerak dari tempat awal dia terbentuk, kemudian berinteraksi dengan massa udara yang memiliki karakteristik yang berbeda. Batas antara dua massa udara yang berbeda ini disebut dengan front. Untuk menjelaskan lokasi dari sebuah front dapat dilakukan berdasarkan …… 
a. Perubahan temperatur 
b. Perubahan titik embun 
c. Perubahan arah angin 
d. Perubahan tekanan 
e. Semua jawaban benar 

Pembahasan no. 29: 
Temperatur merupakan faktor yang biasanya digunakan untuk menentukan front, dimana front adalah batas antara dua massa udara yng mempunyai ciri-ciri yang berbeda termasuk tekanan, kelembaban, dan angin.  

30. Di bawah ini lingkungan yang dapat menyebabkan sebuah parsel udara naik adalah …… 
a. Parsel udara lebih dingin dari udara sekitar 
b. Parsel udara lebih panas dari pada lingkungan 
c. Parsel udara lebih kering dari lingkungan 
d. Parsel udara memiliki densitas yang lebih kecil dari lingkungannya 
e. Jawaban (b) dan (d) benar 

Pembahasan no. 30: 
Parsel udara akan naik jika parsel udara lebih hangat dan densitasnya lebih kecil dari lingkungannya. Jika parsel udara lebih dingin dan densitas lebih besar, parsel udara akan turun. 

31. Model sirkulasi global atmosfer membagi belahan bumi utara dan selatan menjadi tiga sel yaitu Hadley, Ferrel, dan Polar. Daerah bertekanan tinggi yang merupakan pertemuan antara sel Hadley dan sel Ferrel pada lintang 30o disebut dengan zona …… 
a. Doldrum 
b. Trade zone 
c. Tropical High 
d. Polar High 
e. Horse Lattitude 

Pembahasan no. 31: 
Sirkulasi global bumi dapat dilihat secara lengkap pada gambar berikut. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

32. Indonesia berada dikawasan garis ekuator lintang 0o, sirkulasi global meridional yang mempengaruhi keadaan cuaca Indonesia pada umumnya adalah …… 
a. Hadley 
b. Ferrel 
c. Polar 
d. Walker 
e. Nino 

Pembahasan no.32: 
Sirkulasi global bumi dapat dilihat secara lengkap pada gambar berikut. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

33. Dibawah ini diberikan tabel pengukuran tekanan udara diatas kota P dan kota T di suatu daerah yang sama pada siang hari selama 5 hari berurutan. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013







Angin terbesar yang bertiup di wilayah antara kota A dan B terjadi pada hari ke …… dengan arah dari kota …… ke kota …… 
a. 1, T ke P 
b. 2, T ke P 
c. 3, T ke P 
d. 4, T ke P 
e. 5, P ke T 

Pembahasan no. 33: 
Angin akan bertiup dari lokasi bertekanan tinggi ke lokasi bertekanan rendah dan akan bertiup semakin kencang apabila gradien tekanan antara dua lokasi bernilai semakin besar. 

34. Gambar di bawah memperlihatkan tipe awan yang menutup langit berwarna abu-abu tua dengan membawa hujan yang besar dan diklasifikasikan sebagai awan menengah. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Awan tersebut merupakan awan …… 
a. Nimbuscirrus 
b. Altocumulus 
c. Nimbostratus 
d. Altostratus 
e. Cirrostratus 

Pembahasan no. 34: 
Sudah cukup jelas. 





35. Awan di bawah merupakan awan tinggi dengan ciri khusus serat memanjang dari inti pusat memanjang, terlihat seperti tulang belakang / tulang ikan. 

Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013
Awan ini dinamakan sebagai awan …… 
a. Cirrus vertebratus 
b. Alto bonnarius 
c. Cumulus thinus 
d. Altocumulus fairus 
e. Altonimbus cairus 

Pembahasan no. 35: 
Sudah cukup jelas. 



36. Gambar dibawah adalah proses pembentukan kabut yang hanya terjadi pada malam hari yang 
cerah dan angin yang tenang hasil dari panas yang diserap oleh permukaan bumi ketika siang hari.
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

Jenis kabut ini dinamakan dengan …… 
a. Kabut adveksi 
b. Kabut radiasi 
c. Kabut panas 
d. Kabut dingin 
e. Kabut zona 

Pembahasan no. 36: 
Sudah cukup jelas. 







37. Klasifikasi iklim Koppen diperkenalkan pertama kali pada tahun 1918 dengn tujuan untuk membantu memahami pola distribusi vegetasi. Pilihlah pernyataan yang Anda anggap paling benar tentang klasifikasi iklim Koeppen! 
a. Klasifikasi iklim Koppen adalah klasifikasi genetik karena didasarkan pada unsur iklim atau efeknya 
b. Klasifikasi iklim Koppen adalah klasifikasi empiris karena didasarkan pada unsur iklim atau efeknya 
c. Klasifikasi iklim Koppen adalah klasifikasi genetik karena didasarkan pada penyebab iklim 
d. Klasifikasi iklim Koppen adalah klasifikasi empiris karena didasarkan pada penyebab iklim 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 37: 
Ada dua pendekatan mendasar yang berbeda dalam pengelompokkan iklim, yaitu pendekatan genetik dan empiris. Pendekatan genetik didasarkan pada faktor penentu iklim, yaitu faktor yang menentukan dan menyebabkan iklim berbeda. Pendekatan empirik didasarkan pada unsur-unsur iklim yang diamati atau efeknya terhadap gejala lain. Contoh pengelompokan berdasarkan pendekatan genetik adalah pengelompokan ilim fohn, Budyko, dll. Contoh pengelompokkan iklim berdasarkan pendekatan empiris adalah Koppen. Thornthwaite, dan Miller. 

38. Komponen-komponen pembentuk sistem iklim akan berinteraksi satu sama lain melalui beberapa proses, yaitu kecuali … 
a. Pancaran radiasi 
b. Perpindahan udara 
c. Konduksi 
d. Penguapan 
e. Kondensasi 

Pembahasan no. 38: 
Komponen-komponen pembentuk iklim akan berinteraksi dengan berbagai cara, salah satunya adalah pertukaran kalor atau bahang. Pertukaran bahang atau kalor tersebut dapat melalui penyerapan dan pemancaran radiasi, perpindahan udara, penguapan, serta kondensasi atau curahan / presipitasi. 

39. Iklim di bumi dipandang sebagai sebuah kesatuan global yang tidak hanya melibatkan satu komponen saja, tetapi juga beberapa komponen lain untuk membentuk sebuah sistem. Komponen-komponen pembentuk sistem iklim tersebut adalah berikut di bawah ini, kecuali …… 
a. Litosfer 
b. Kriosfer 
c. Hidrosfer 
d. Biosfer 
e. Heterosfer 

Pembahasan no. 39: 
Sistem iklim terdiri dari 5 komponen, yaitu Atmosfer, Litosfer, Hidrosfer, Kriosfer dan Biosfer. 

40. Berikut adalah ciri-ciri sebuah sifat massa udara: 
- Berasal dari antisiklon continental di Siberia 
- Bersifat kering dan dingin 
- Salju menutupi permukaan 
- Pendinginan lapisan permukaan 
Sifat masa udara yang sesuai dengan ciri – ciri di atas adalah …… 
a. Continental polar 
b. Maritim polar 
c. Maritim tropis 
d. Continental topis 
e. Polar 

Pembahasan no. 40: 
Ciri-ciri dari Continental Polar: 
• Bersifat kering dan dingin 
• Berasal dari antisiklon kontinental di Siberia dan bagian utara Kanada selama musim dingin 
Gambaran Fisis: 
• Salju menutupi permukaan 
• Pendinginan lapisan permukaan 
• Keseimbangan tekanan uap air rendah 
• Muatan kelembaban rendah (0.1 hingga 0.5 g/kg). 
• Pendinginan pada permukaan 
• Stratifikasi yang stabil 
• Percampuran terbatas; memungkinkan pendinginan yang lebih oleh radiasi, menghasilkan temperatur yang sangat rendah 
• Subsidensi udara atas (dan pemanasan adiabatik yang berhubungan) dikombinasikan dengan pendinginan radiatif pada ketinggian rendah 
• Inversi terjadi pada tekanan sekitar 850 mb (~1 km) dari permukaan 
• Kelembabannya yang rendah pada umumnya menghasilkan jumlah awan yang sedikit 
• Pemanasan matahari terhadap permukaan tanah di musim panas akan menghilangkan sumber udara dingin 

41. Dalam pengamatan meteorologi, terdapat kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi, baik yang disebabkan oleh alat observasi ataupun karena kesalahan pengamat. Berikut ini yang termasuk ke dalam kesalahan sistematik adalah …… 
a. Kesalahan karena penempatan alat tidak mengikuti ketentuan yang berlaku 
b. Kesalahan dalam pembacaan termometer 
c. Kesalahan dalam menulis data 
d. Kesalahan dalam mencetak hasil pembacaan alat 
e. Data hasil pengamatan hilang 

Pembahasan no. 41: 
Ada tiga jenis kesalahan yang dapat terjadi dalam kegiatan observasi parameter meteorologi, yaitu kesalahan sistematis, kesalahan secara kebetulan (accidental error), dan kelalaian. Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang dapat mempengaruhi kesuluran observasi yang dilakukan dan biasanya muncul dari sumber yang sama, misalnya kesalahan karena kerusakan alat atau kesalahan karena penempatan alat tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan secara kebetulan dapat terjadi karena kesalahan paralaks dalam pembacaan alat. Sedangkan kelalaian dapat muncul akibat salah baca, salah tulis, salah cetak, terselip, data hilang dan lain-lain. Kesalahan ini tidak dapat dikoreksi sehingga hasil observasi harus dibatalkan atau tidak dipergunakan. 

42. Hasil observasi setiap parameter meteorologi dinyatakan dalam satuan yang berbeda-beda. Berikut ini yang merupakan satuan dari kelembaban relatif, curah hujan, dan penguapan secara berturut-turut adalah …… 
a. J/Kg, mm, cm 
b. J/kg, cm, mm 
c. %, cm, mm 
d. %, mm, mm 
e. %, m, cm 

Pembahasan no. 42: 
Sudah cukup jelas. 

43. Evaporimeter panci merupakan alat jenis bukan pencatat untuk mengukur besarnya penguapan. Di bawah ini merupakan bagian-bagian dari evaporimeter panci, kecuali …… 
a. Panci besar 
b. Hook gauge 
c. Still well 
d. Sukat kail 
e. Piringan logam 

Pembahasan no. 43: 
Bagian-bagian dari panci evaporimeter: 
• Panci besar : tempat air dengan diameter 122 cm dan tinggi 25,4 cm. 
• Sukat kail (hook gauge) : untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. 
• Still Well : bejana yang terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan mempunyai tiga buah kaki yang dipakai untuk menyetel kedudukan bejana supaya datar. 

44. Champbell stokes merupakan salah satu alat meteorologi yang terdiri dari bola gelas pejal berdiameter sekitar 10 cm. Fungsi dari bola pejal dalam champbell stokes ini adalah …… 
a. Untuk memantulkan sinar matahari 
b. Bertindak sebagai pencatat radiasi matahari yang datang 
c. Bertindak sebagai lensa untuk memusatkan sinar matahari yang datang 
d. Untuk mengukur tekanan udara 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 44: 
Bola gelas dalam champbell stokes bertindak sebagai lensa untuk memusatkan sinar matahari yang datang > sebagai gelas pembakar yang membakar pias pada waktu matahari bersinar. 

45. Dilaporkan di sebuah stasiun meteorologi dalam suatu sandi sinop dengan kode 52301 (untuk bagian nddff). Berapakah perawanan yang dilaporkan oleh sandi tersebut? 
a. 2/8 
b. 3/8 
c. 5/8 
d. 1/8 
e. 0/8 

Pembahasan no. 45: 
Pada bagian nddff , kode 52301 mempunyai arti: 
n = 5 > perawanan = 5/8 
dd = 23 > arah angin = 230o 
ff = 01 > kecepatan angin = 1 dengan satuannya mengikuti apa yang tertulis di indikator angin iw pada kode sinoptik YYGGiw

46. Manakah pernyataan yang benar mengenai gaya coriolis? 
a. Gaya yang diperkenalkan untuk menjelaskan penyimpangan gerak objek pada suatu bingkai referensi yang berputar, seperti bumi 
b. Gaya coriolis bekerja tegak lurus terhadap arah gerak dan sumbu rotasi bingkai referensi 
c. Besarnya dapat dihitung dengan persamaan 2ω.v.sinɸ
d. Jawaban (a), (b), dan (c) benar 
e. Hanya jawaban (c) yang benar 

Pembahasan no. 46: 
Gaya coriolis adalah gaya fiktif atau gaya tidak nyata atau gaya khayal yang dimunculkan pada sistem koordinat yang tidak inersial. Salah satu contoh sistem koordinat yang tidak inersial adalah sistem koordinat yang ikut berotasi dengan bumi. Tujuannya adalah untuk menjelaskan penyimpangan gerak objek pada suatu bingkai referensi yang berputar. Besaran dari gaya coriolis yang bekerja pada suatu sistem dapat dihitung dengan persaman Fc = vf dimana f = 2ω.sinɸ

47. Jumlah air di suatu lokasi pada suatu waktu tertentu dapat dihitung secara umum sebagai …… 
a. Jumlah air yang ada di bawah permukaan tanah pada lokasi tersebut 
b. Air yang tersimpan di badan-badan air (danau, sungai, dll) di sekitar lokasi tersebut 
c. Kontribusi atau hasil dari presipitasi, baik presipitasi padatan (solid) ataupun cairan (liquid), yang terjadi di lokasi tersebut 
d. Keseimbangan antara jumlah air yang masuk dan jumlah air yang keluar di lokasi tersebut 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 47: 
Jumlah air di suatu lokasi pada suatu waktu tertentu secara umum dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan neraca perhitungan. Volume air di suatu titik pada sistem hidrologi dapat dilihat sebagai perbedaan antara aliran yang masuk dengan yang keluar dari sistem sehingga menghasilkan perubahan simpanan. 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

48. Diberikan suatu tabel hasil pengamatan yang menyajikan data dari temperatur bola kering, temperatur titik embun, dan kelembapan relatif sebagai berikut: 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013




Pernyataan yang benar berdasarkan tabel data diatas adalah …… 
a. Ketika temperatur bola kering dan temperatur titik embun berada pada nilai yang sama, kelembapan relatifnya mencapai 100 % 
b. Jumlah total dari kelembapan di udara tidak mengalami perubahan 
c. Ketika temperatur bola kering mencapai 90 oF, udara menjadi sangat kering 
d. Jawaban (a) dan (b) benar 
e. Jawaban (a), (b), dan (c) benar 

Pembahasan no. 48: 
Data yang diberikan diatas secara umum menunjukkan bahwa untuk titik embun yang tetap, peningkatan temperatur udara setiap 20 oF akan menurunkan kelembapan udara sekitar setengahnya. Titik embun yang tetap juga menunjukkan bahwa jumlah dari kelembapan (moisture) di udara tidak berubah walaupun nilai kelembapan relatif berubah dan menunjukkan perubahan kandungan dari kelembapan (fuel moisture) itu sendiri. Hal ini dikarenakan perubahan RH tersebut juga diikuti dengan perubahan temperatur bola kering (temperatur meningkat) yang berarti udara memuai. Sedangkan untuk udara menjadi sangat kering, hal ini merupakan hal yang relatif untuk masing-masing lokasi. Misalkan saja, kelembapan 25% dapat menjadi nilai kritis jika di Florida, tetapi tidak untuk California. Dengan data yang diberikan hanya seperti diatas, nilai kritis untuk kelembapan belum bisa ditentukan. 

49. Untuk menghasilkan awan dan hujan diperlukan inti kondensasi. Partikel yang dapat menjadi inti kondensasi antara lain: 
a. Asap 
b. Debu 
c. Belerang dioksida 
d. NaCl 
e. Semua jawaban benar 

Pembahasan no. 49: 
Kondensasi susah sekali terjadi di dalam udara yang bersih. Uap ari memerlukan suatu permukaan untuk dapat berkondensasi diatasnya. Di dekat permukaan bumi, kondensasi berlangsung pada permukaan tanaman, permukaan tanah, atau permukaan benda lainnya sehingga terjadi embun. Tetapi, permukaan seperti yang disebutkan diatas tidak ada di atmosfer. Di atmosfer, kondensasi berlangsung pada partikel yang dinamakan inti kondensasi. Partikel ini dapat berupa debu, asap, belerang dioksida, garam laut (NaCl), atau benda mikroskopik lainnya yang mempunyai sifat higroskopik.  

50. Front merupakan fitur dominan pada daerah lintang tengah. Berikut ini, yang bukan merupakan ciri dari Mid-Latitude Front adalah …… 
a. Sistem tekanan rendah 
b. Terbentuk dalam daerah yang baik bertemu dengan front kutub 
c. Tekanan rendah terbentuk pada permukaan di atas front kutub bergantung pada ketinggian divergensi  
d. Efek pergeseran karena aliran di sekitar permukaan rendah ke divergensi 
e. Tidak ada jawaban yang benar 

Pembahasan no. 50: 
Cuaca di lintang tengah didominasi oleh interaksi massa udara, terutama massa udara dingin yang berasal dari lintang tinggi dan massa udara panas yang berasal dari sub tropis. Sirkulasi yang paling aktif terjadi di sekitar front, dimana temperatur, tekanan dan karakteristik lainnya berubah secara cepat sepanjang beberapa kilometer di antara zona-zona massa udara. Di mid-latitude, front biasanya sebagai bagian dari sistem storm yang lebih besar dan biasa disebut dengan siklon mid-latitude. Siklon mid-latitude adalah sebuah sistem tekanan rendah skala sinoptik yang mempunyai aliran siklonik dan ditemukan di lintang menengah. Siklon ini merupakan sebuah sistem cuaca yang terdiri dari sistem tekanan rendah dan berhubungan dengan front panas, dingin, dan campuran. 
Sistem tekanan rendah ini muncul karena keberadaan wind shear vertical dan ketidakstabilan thermal. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan tekanan menjadi rendah di permukaan: 
• Divergensi aliran udara di lintang tinggi yang mengurangi massa udara di sepanjang tekanan rendah 
• Udara lembab di level rendah dan tengah 
• Panas laten dihasilkan oleh konveksi di sektor massa udara panas dari sebuah sistem pertumbuhan storm. 
Contoh gambar : 
Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013

Proses terbentuknya siklon mid-latitude : 
Pada mulanya terbentuk dari polar front. Diketahui bahwa di lintang menengah ada sebuah lapisan antara massa udara cP ke utara dan mT ke selatan. Sepanjang lapisan batas ini sebuah sirkulasi yang berlawanan arah jarum jam dapat terbentuk di permukaan, kemudian membawa udara panas naik dari selatan dan udara dingin turun dari utara. Di pusat sirkulasi ini, terdapat massa konvergen. Ketika semua udara ini menuju ke pusat akan terjadi gerakan ke ke atas (updraft). Jika di level yang lebih tinggi cukup lembab untuk perkembangan siklon, ada wilayah divergen di atas perkembangan pusat tekanan rendah, maka pada akhirnya menyebabkan udara konvergen di permukaan kemudian naik untuk selanjutnya berkembang menjadi siklon. Jika udara di upper level cukup lembab, siklon mid-latitude akan terus berkembang dan membawa massa udara mT naik di sektor panas dan membawa massa udara cP turun di sektor dingin. Jika mid-latitude siklon sudah matang (mencapai tahap dewasa), pusat tekanan akan bearada di tekanan paling rendah dan front campuran akan mulai terbentuk.                            

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan dan Soal Tes Akhir Meteorologi Pelatnas 3 Kebumian 2013"

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D