Pengertian Mineral Bijih vs Mineral Logam dan Klasifikasi Endapan Bijih


Apakah mineral bijih itu? Apakah semua mineral bijih adalah mineral logam? Atau semua mineral logam adalah mineral bijih? Bingung ya? Supaya tak lagi bingung, simak penjelasannya baik-baik. Sangat penting loo memahami mineral bijih ini, apalagi buat kamu yang ingin bekerja di dunia tambang.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dunia industri akan mineral bijih (ore minerals) dan mineral industri (industrial minerals), maka institusi-institusi yang berkaitan dengan hal ini, terutama institusi pendidikan, penelitian dan juga industri mineral perlu mengupgrade pengetahuannya tentang mineral, batuan dan endapan bijih. Salah satu hal yang cukup penting adalah memahami model geologi endapan mineral bijih, tipe, karakteristiknya khususnya endapan mineral bijih hidrotermal.
Pengertian Mineral Bijih vs Mineral Logam dan Klasifikasi Endapan Bijih
Gambar 1. Galena, Chalcopyrite, 15x14x4 cm, ditambang 1992, Endapan Mogilata, Tambang Septemvri Lapangan Bijih Madan, Bulgaria
Pengetahuan ini penting sebagai acuan dalam merancang kegiatan eksplorasi dan kelak proses penambangan bahan galian tersebut, sehingga dapat dilakukan dengan efektif, efisien dan cost-benefit. Untuk itulah Geomacorner.com akan banyak membahas, terutama difokuskan pada endapan emas epitermal, porfiri, skarn dan metamorphic-hosted deposit. 

Pemilihan dalam pembahasan terhadap sub-topik tersebut dikarenakan banyak ditemukan di negara kita Indonesia dan nilai ekonominya yang cukup tinggi. Diharapkan halaman ini dapat menjadi “pengantar” atau jembatan bagi para pembaca dalam memahami lebih baik tentang endapan mineral bijih tersebut.

PENGERTIAN MINERAL BIJIH VS MINERAL LOGAM

Batasan mineral bijih dengan mineral opak, maupun mineral penyerta sering membingungkan. Pada kenyataannya sebagaian besar mineral bijih tidak tembus cahaya (opak), sedangkan mineral penyerta merupakan mineral-mineral yang tembus cahaya (transparan). Craig (1989) menyebut bahwa mineral bijih harus dapat diekstrak logamnya, misalnya kalkopirit dapat diekstrak tembaganya. 

Walaupun suatu mineral mengandung unsur logam, tetapi kalau tidak dapat diekstrak, maka tidak dikategorikan sebagai mineral bijih. Beberapa penulis menggunakan istilah mineral bijih sebagai sinonim mineral opak, karena istilah tersebut bisa mencakup mineral-mineral seperti pirit maupun pirhotit yang tidak bermanfaat tetapi hampir selalu ada pada endapan bijih (Evans, 1993). Penamaan mineral bijih terkait dengan keekonomian mineral, sedangkan penamaan mineral opaque terkait dengan sifat mineral terhadap ketembusan cahaya. 

Secara singkat dapat dikatakan bahwa mineral bijih (ore minerals) adalah suatu mineral yang mengandung logam, atau suatu agregat mineral logam, yang dari sisi penambang dapat diambil suatu profit, atau dari sisi ahli metalurgi dapat diolah menjadi suatu profit, contohnya kalkopirit dan galena yang dapat diekstrak menjadi tembaga dan timah hitam. 

Pada kerak bumi sebenarnya sudah mengandung unsur-unsur logam, namun pada konsentrasi yang kecil. Bila ada proses pengkayaan geologi (geological enrichment) maka kadar logam tersebut akan meningkat beberapa kali lipat sehingga pada batas tertentu dapat memiliki nilai ekonomi dan dapat ditambang. Konsentrasi rata-rata di kerak bumi, konsentrasi minimal bernilai ekonomi dan faktor pengkayaan (enrichment factors) dari metal-metal berharga (Evans, 1993) dapat dilihat pada tabel berikut ini. 
Pengertian Mineral Bijih vs Mineral Logam dan Klasifikasi Endapan Bijih
Gambar 2. Kandungan rata-rata emas (Au) dalam batuan adalah 4 ppb, sedangkan konsentrasi rata- rata emas pada endapan bijih quartz-emas-sulfida = 5 ppm, maka Faktor Pengkayaan (Enrichment Factor) melalui proses geologi tersebut adalah 1500

KLASIFIKASI ENDAPAN BIJIH

BERDASARKAN KOMODITI ENDAPAN LOGAM

Berdasarkan komoditinya, endapan logam dapat dibagi menjadi lima golongan (Evans, 1993), yaitu:
1. Precious metals (logam mulia): emas (Au), perak (Ag), platina (Pt).
2. Non-ferrous metals (logam non-ferrous): tembaga (Cu), timbal (Pb/lead), seng (Zn/zinc), timah (Sn/tin), dan aluminium (Al). Empat pertama dikenal sebagai logam dasar (base metals).
3. Iron and ferroalloy metals (logam ferroalloy dan besi): besi (Fe), Mangan (Mn), nikel (Ni), krom (Cr), molibdenum (Mo), wolfram (W/tungsten), vanadium (V), kobal (Co).
4. Minor metals and related non-metals: antimon (Sb/antimony), arsen (As), berilium (Be/beryllium), bismut (Bi), kadmium (Cd), magnesium (Mg), air raksa (Hg/mercury), REE, selenium (Se), tantalium (Ta), telurium (Te), titanium (Ti), Zirkonium (Zr), dsb. 
5. Fissionable metals: uranium (U), torium (Th), radium (Ra).

BERDASARKAN PROSES PEMBENTUKAN ENDAPAN BIJIH

Berdasarkan proses pembentukan (genetik) endapan mineral dapat dibedakan sebagai berikut (Pohl, 2013):

1. Endapan Bijih Magmatik

a. Endapan liquidmagmatik (Cr pada ofiolit atau intrusi berlapis dengan produk sampingan Pt, Fe/Ti dan Ni)
b. Pegmatit (Sn, Nb/Ta, Li, Be, etc).
c. Endapan hidrotermal: Cyprus-type (VMS); skarn (W, Sn, Cu, etc), porfiri (Cu, Mo, Sn, etc); endapan urat (Sn, W, U); endapan epitermal Au-Ag; BIF (Algoma type)

2. Endapan Hasil Pelapukan

a. Endapan sisa: placer; bauksit dan Fe-laterit
b. Sisa pelarutan: endapan Ni dan Au laterit; pengkayaan Mn, Fe, Cu, Ag

3. Endapan Bijih Sedimenter

a. Allochthone: endapan placer aluvial dan laut (Au, Sn, Ti, REE)
b. Autochthone: BIF (superior type); nodul mangan

4. Endapan Hidrotermal-Diagenetik

a. Tipe Kupferschiefer (Cu, Pb, Zn)
b. Tipe Mississippi (MVT): Pb-Zn-Ba-F pada karbonat laut
c. Endapan pada kubah garam: Pb-Zn-Ba-F

5. Endapan hidrotermal-metamorfik

a. Urat kuarsa pada batuan metamorf (Au) atau lode gold.


Daftar Pustaka:
[1] Evans, Anthony M. 1993. Ore Geology and Industrial Minerals: An Introduction. Third edition. Blackwell Scientific Publications, Oxford. 389 pp.
[2] Minbulfos.com.

BAGIKAN ARTIKEL KE :

BACA ARTIKEL LAINNYA :


Subscribe untuk mendapatkan artikel terbaru :

KOMENTAR KAMU :

Posting Komentar