Pembahasan dan Soal Tes Komprehensif Mineralogi Petrologi Pelatnas 1 Kebumian 2015

Jawaban Soal Tes Komprehensif Mineralogi Petrologi Pelatnas 1 Kebumian 2015 berikut ini merupakan versi penulis, bila ingin request pembahasan, bertanya atau berdiskusi dapat langsung menuliskannya pada kolom komentar. Semoga Bermanfaat.... 


1. Pengenalan sistem kristal sangat penting untuk mengenal mineral dengan cepat. Manakah dari pasangan sistem kristal dan mineral berikut ini yang TIDAK tepat?
a.     Ortorombik, gipsum
b.    Monoklinik, ortoklas
c.     Triklinik, plagioklas
d.    Ortorombik, aeschynite
e.     Heksagonal, korondum
Pembahasan :
Sistem kristal gypsum seharusnya adalah monoklin, sedangkan contoh mineral dengan sistem kristal ortorombik antara lain adalah aeschynite, anhidrit, herzenbergite, bohmite, lawsonite, cobaltite, diaspore, enstatite, fayalite, natrolite, perovskite, topaz, dll.


2. Belahan adalah kecenderungan suatu mineral untuk membelah dalam suatu arah yang sistematis sepanjang bidang lemah yang ditentukan oleh jenis dan kekuatan kimia antar atom pembentuk mineral tersebut. Diantara mineral-mineral berikut ini, manakah yang memiliki belahan paling banyak?
a.     Biotit
b.    Flourit
c.     Galena
d.    Anortit
e.     Klorit
Pembahasan :
Flourite memiliki belahan 4 arah, sedangkan biotit belahannya 1 arah, galena 3 arah, anortit 3 arah, dan klorit 1 arah.

3. Motode sederhana, umum digunakan untuk mengelompokkan mineral tergantung kepada sifat-sifat umum yang mana?
a.     Fisika
b.    Kimia
c.     Nuklir
d.    Elektron
e.     Optik
Pembahasan :
Pengelompokan secara sederhana suatu mineral didasarkan pada sifat fisik (fisika) suatu mineral seperti warna, cerat, kekerasan, sistem kristal, ketembusan cahaya, berat jenis, belahan, pecahan, kilap, dan sifat dalam mineral (tenacity).

4. Skala Mohs merupakan teknik untuk membandingkan antara mineral satu dengan mineral yang lain. Dari Skala Mohs, mineral manakah yang menggores feldspar tetapi tidak menggores topaz?
a.     Kuarsa
b.    Apatit
c.     Galena
d.    Korondum
e.     Intan
Pembahasan :
Skala Mohs merupakan 10 skala perbandingkan kekerasan mineral relatif. Urut dari yang paling lunak hingga yang paling keras adalah (1)talk, (2)gypsum, (3)kalsit, (4)fluorite, (5)apatit, (6)ortoklas/feldspar, (7)kuarsa, (8)topaz, (9)korondum, (10)intan. Maka mineral yang dapat menggores felsdpar tetapi tidak dapat menggores topaz adalah kuarsa.

5.  Mineral silikat dibagi menjadi dua grup utama, yaitu feromagnesia dan non-feromagnesia. Salah satu contoh mineral feromagnesia adalah....
a.     Magnesit
b.    Muskovit
c.     Augit
d.    Ortoklas
e.     Anortit
Pembahasan :
Ciri dari mineral ferromagnesian adalah memiliki kandungan utama besi (Fe) dan atau magnesium (Mg), mineral ferromagnesian merupakan istilah yang dipakai untuk menerangkan beberapa kelompok mineral seperti olivin, piroksen (augit), amfibol (hornblenda, aktinolit, glaucophane), mika (biotit, phlogopite).

6. Mineral berikut ini biasanya dijumpai pada lingkungan aktivitas hidrotermal, kecuali...
a.     Emas
b.    Belerang
c.     Cinnabar
d.    Feldspar
e.     Semuanya benar
Pembahasan :
Aktivitas hidrothermal adalah pergantian mineralogi dan komposisi kimia yang terjadi ketika batuan berinteraksi dengan fluida hidrothermal yang dibawa oleh magma. Aktivitas hidrotermal terjadi sebagai proses kesetimbangan antara mineral-mineral batuan yang berinteraksi dan larutan fluida hidrothermal. Aktivitas ini umumnya terjadi bersama dengan terbentuknya pengisian rekahan-rekahan oleh urat-urat atau gangue dimana mineral-mineral yang dihasilkan umumnya membawa mineral-mineral yang banyak mengandung unsur logam seperti emas dan tembaga. Mineral-mineral lain yang dihasilkan sangat erat berhubungan dengan proses magmatisme sehingga mineral belerang dan cinnabar juga dapat terbentuk. Sedangkan mineral feldspar tidak akan terbentuk justru sebaliknya akan terubah menjadi mineral-mineral lempung.

7. Batuan beku yang membeku dengan sangat cepat, sehingga nukleasi dari unsur-unsur penyusunnya tidak sempat terjadi misalnya....
a.     Basalt
b.    Andesit
c.     Komatit
d.    Obsidian
e.     Trasit
Pembahasan :
Batuan beku yang membeku dengan sangat cepat maka tidak akan sempat membentuk nukleasi mineral yang artinya kristal-kristal mineral tidak akan terbentuk, atau jika terbentuk pun ukuran kristalnya sangat kecil dan individu-individu kristal tidak dapat teramati karena berukuran mikron sehingga disebut sebagai struktur batuan beku amorf. Contoh batuan beku yang memiliki struktur amorf adalah obsidian. Sedangkan batuan beku lainnya umumnya memiliki struktur kristalin dimana individu-individu kristal dalam batuan dapat teramati.

8.  Tektur dari batuan nomor 7 diatas adalah...
a.     Afanitik
b.    Gelasan
c.     Porfiritik
d.    Faneritik
e.     Trasitik
Pembahasan :
Obsidian memiliki tekstur batuan beku glassy atau gelasan. Disebut afanitik apabila ukuran butir individu kristal sangat halus, sehingga tidak dapat dibedakan dengan mata telanjang. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun atas massa kristal, massa gelas atau keduanya. Disebut porfiritik apabila tekstur batuan beku dimana kristal besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar kristal yang lebih halus. Disebut faneritik apabila ukuran butir individu kristal cukup besar, sehingga dapat dibedakan dengan mata telanjang. Batuan dengan tekstur faneritik tersusun atas massa kristal. Sedangkan trasitik adalah tektur khusus dimana fenokris sanidin dan piroksen tertanam dalam masa dasar kristal sanidin yang relatif tampak penjajaran dengan isian butir-butir piroksen , oksida besi dan aksesori mineral lainnya.

9.  Manakah dari faktor berikut ini yang mempengaruhi baik ukuran maupun susunan dari mineral pada batuan beku?
a.     Komposisi batuan sekitar magma
b.    Berat jenis magma atau lava
c.     Kecepatan penaikan tektonik
d.    Kecepatan pendinginan magma atau lava
e.     Komposisi  magma atau lava
Pembahasan :
Ukuran maupun susunan dari mineral pada batuan beku sangat ditentukan oleh kecepatan pendinginan magma atau lava. Semakin cepat proses pembekuan maka individu kristal dalam bataun yang terbentuk akan semakin kecil, sebaliknya semakin lama proses pembekuan maka individu kristal yang terbentuk akan semakin besar. Komposisi bataun sekitar magma akan mempengaruhi tingkat keasaman magma, yang pada akhirnya akan menentukan jenis batuan yang terbentuk. Berat jenis magma ditentukan oleh tingkat keasaman magma, semakin asam maka berat jenisnya semakin kecil, semakin basa maka berat jenis magma akan semakin tinggi.

10.  Mineral berikut ini yang tidak mungkin dijumpai pada batuan beku basalt olivin adalah....
a.     Felspar
b.    Olivin
c.     Piroksen
d.    Kuarsa
e.     Biotit
Pembahasan :
Kuarsa merupakan mineral penciri batuan yang bersifat asam seperti granit dan ryolit. Sedangkan olivin adalah mineral penciri batuan yang bersifat basa seperti gabbro dan basalt. Mineral kuarsa saling berantipati dengan mineral olivin sehingga tidak mungkin kedua mineral tersebut ditemukan dalam satu jenis batuan yang sama. Oleh karena itu tidak mungkin terdapat kehadiran mineral kuarsa pada basalt olivin. Sedangkan mineral lainnya seperti feldspar, piroksen dan biotit dapat ditemukan bersama dengan olivin maupun kuarsa.

11. Kristal-kristal kalsit yang dijumpai pada rekahan batugamping atau rekahan batuan beku basaltik terbentuk melalui proses...
a.     Hidrotermal
b.    Presipitasi larutan
c.     Evaporasi
d.    Pembekuan magma
e.     Salah semuanya
Pembahasan :
Kalsit yang terbentuk pada rekahan batuan umumnya terbentuk melalui mekanisme presipitasi dimana pada batuan beku basaltik maupun batugamping terdapat banyak kandungan Ca (kalsium) yang larut oleh air kemudian masuk ke dalam rekahan yang selanjutnya mengalami reaksi kimia dan presipitasi sehingga dapat terbentuk mineral kalsit (CaCO3).

12. Diantara mineral pembentuk batuan berikut ini, yang paling kuat dan tahan terhadap proses abrasi adalah....
a.     Olivin
b.    Piroksen
c.     Plagioklas
d.    Ortoklas
e.     Muskovit
Pembahasan :
Pada reaksi bowen, semakin ke bawah, mineral-mineral akan bersifat lebih resisten dan lebih tahan terhadap proses abrasi. Maka jawaban yang memungkinkan adalah muskovit. Namun ternyata pada kenyataannya muskovit tidak lebih tahan terhadap abrasi dibandingkan ortoklas dikarenakan sifat fisik dan ikatan kimia mineral yang berbentuk lembaran, sedangkan ortoklas berbentuk granular sehingga lebih tahan terhadap abrasi. Di alam, mineral ortoklas lebih sering dijumpai dalam bentuk individu mineral dibandingkan muskovit.

13. Titanium merupakan salah satu komponen logam yang dipakai untuk pembuatan alat-alat khusus, seperti pisau, jam, sepeda titan, dll. Manakah diantara mineral-mineral berikut ini yang bukan merupakan sumber utama titanium?
a.     Rutil
b.    Anatas
c.     Ilmenit
d.    Maghemit
e.     Brusit
Pembahasan :
Rumus kimia Rutil : TiO2, Anatas : TiO2, Ilmenit : FeTiO3, Maghemit/Titanomaghemite : FeTi2O4, Brusit : CaHPO4·2H2O. Maka jawaban yang paling tepat adalah Brusit.


14. Contoh dari batuan beku piroklastik yang dihasilkan dari proses aliran adalah....
a.     Tuf lapili
b.    Breksi pumis
c.     Ignimbrit
d.    Aglomerat
e.     Breksi vulkanik
Pembahasan :
Ignimbrit merupakan batuan piroklastik flow yang terbentuk dari proses aliran dimana massa batuan dari letusan gunung api yang masih panas turun ke bawah dan menumpuk membentuk endapan yang saling terelaskan (welded). Sedangkan batuan lainnya seperti tuff lapili, breksi pumis, aglomerat, breksi vulkanik terbentuk melalui mekanisme piroklastik fall atau endapan piroklastik jatuhan.

15. Lahar merupakan terminologi yang berasal dari bahasa Indonesia untuk suatu endapan vulkaniklastik dengan ciri-ciri sebagai berikut, kecuali...
a.     Sortasi baik
b.    Kemas terbuka
c.     Matriks tersusun oleh material vulkanik
d.    Ukuran fragmen bisa mencapai ratusan centimeter
e.     Fragmen umumnya batuan hasil erupsi gunug api
Pembahasan :
Ciri-ciri endapan lahar antara lain sortasi buruk, kemas terbuka, matriks tersusun oleh material vulkanik, ukuran fragmen bisa mencapai ratusan centimeter, fragmen umumnya batuan hasil erupsi gunug api.

16. Batuan manakah dari batuan-batuan di bawah ini yang berasosiasi dengan suatu lingkungan yang berenergi tinggi, seperti misalnya suatu sungai turbulen?
a.     Konglomerat
b.    Serpih
c.     Batugaram
d.    Graywacke
e.     Arkose
Pembahasan :
Batuan sedimen yang dapat terbentuk dari lingkungan berenergi tinggi maka akan memiliki ukuran butir penyusun yang relatif besar seperti ukuran kerikil hingga bongkah. Maka batuan sedimen yang terbentuk antara lain adalah konglomerat dan breksi. Sedangkan batuan-batuan seperti graywacke dan arkose umumnya memiliki ukuran butir pasir dimana diendapkan pada lingkungan berenergi menengah. Serpih terbentuk pada lingkungan berenergi rendah hingga lingkungan yang tenang. Dan batugaram terbentuk pada lingkungan dengan energi yang tenang dan tertutup atau terisolasi melalui mekanisme presipitasi.

17. Manakah dari akumulasi sedimen berikut ini yang menunjukkan struktur silang siur yang bagus?
a.     Rombakan longsoran
b.    Endapan gua dari batugamping travertin
c.     Pasir dari arus angin (gumuk pasir)
d.    Garam dari suatu cekungan kering (desert)
e.     Semuanya salah
Pembahasan :
Struktur silang siur dapat terbentuk di lingkungan gumuk pasir dari arus angin, lingkungan pantai dari arus/gelombang pantai, dan juga lingkungan sungai dari arus sungai.

18. Manakah batuan metamorf berikut ini yang tidak berfoliasi?
a.     Sekis biru
b.    Sekis mika
c.     Serpentinit
d.    Gneis
e.     Filit
Pembahasan :
Foliasi merupakan kenampakan penjajaran mineral pada batuan metamorf. Contoh batuan berfoliasi ada 4 macam antara lain slate, filit, sekis, dan gneiss. Selain empat macam batuan itu disebut sebagai batuan non-foliasi, contohnya adalah serpentinit, hornfels, marmer, dll.

KASUS Untuk No. 19-25 : Seorang ahli geologi melakukan pemetaan geologi di suatu daerah. Dari hasil pemetannya diperoleh beberapa satuan litologi, dari yang tertua hingga termuda meliputi : metagreywacke (basement), batupasir kuarsa, serpih pasiran (sandy shale), serpih, batugamping, dan serpih. Semua batuan ini diintrusi oleh batolit granit hornblenda yang cukup besar. Beberapa jenis batuan metamorf juga dijumpai di sekitar tubuh intrusi ini, namun tidak terpetakan. Endapan gunung api yang berumur relatif muda menutupi sebagian luasan daerah pemetaan tersebut. Ahli geologi ini juga menemukan beberapa mineral logam yang mengandung tembaga, timbal dan seng.

19. Pada kasus di atas, batuan metamorf yang mungkin dijumpai oleh ahli geologi tersebut kecuali....
a.     Metagreywacke
b.    Skarn
c.     Kuarsit
d.    Hornfels
e.     Filit
Pembahasan :
Batuan metamorf yang mungkin dijumpai dari kasus diatas haruslah batuan-batuan metamorf yang terbentuk akibat proses metamorfosa kontak yang disebabkan oleh batuan-batuan sedimen yang terkena intrusi batolit granit hornblenda. Contoh batuan metamorf kontak antara lain adalah skarn yang berasal dari batugamping, kuarsit yang berasal dari batupasir kuarsa, dan hornfels yang berasal dari serpih. Metagreywacke merupakan batuan metamorf burial yang ditemui di wilayah tersebut sebagai basement. Maka yang tidak mungkin dijumpai adalah filit karena filit merupakan batuan metamorf yang umumnya berasal dari batupasir/serpih yang mengalami proses metamorfosa regional.

20. Pada kasus tersebut juga dijumpai endapan logam seperti tembaga, timbal dan seng yang biasanya terbentuk pada sistem hidrotermal. Sistem hidrotermal yang berhubungan dengan kasus di atas adalah...
a.     Sistem epitermal
b.    Sistem porfiri
c.     Sistem skarn
d.    Sistem mesotermal
e.     Semua sistem memungkinkan
Pembahasan :
Endapan skarn pertama kali dinyatakan sebagai batuan metamorf hasil kontak antara batuan sedimen karbonatan dengan intrusi magma oleh ahli petrologi metamorf, dengan terjadi perubahan kandungan batuan sedimen yang kaya karbonat, besi, dan magnesium menjadi kaya akan kandungan Si, Al, Fe, Sn, Cu dan Mg dimana proses yang bekerja berupa metasomatisme pada intrusi atau di dekat intrusi batuan beku.

21. Sistem ini dicirikan oleh mineral-mineral sebagai berikut, kecuali....
a.     Garnet
b.    Wollastonit
c.     Enstatit
d.    Timbal
e.     Sfalerit
Pembahasan :
Mineral penciri endapan skarn antara lain garnet, biotit, humit, montiselit, serpentin, amfibol, tremolit, epidot, klorit, kalsit, wollastonite, timbal, dan sfalerit.

22. Garnet biasanya dijumpai pada batuan-batuan metamorf baik regional maupun kontak metasomatik. Garnet pada batuan metamorfosa kontak terbentuk pada fase....
a.     Prograde
b.    Retrograde
c.     Baik prograde maupun retrograde
d.    Karena pengaruh air meteorik
e.     Hidrotermal
Pembahasan :
Fase prograde yang terbentuk pada suhu tinggi umumnya dijumpai mineral-mineral bersuhu tinggi, seperti garnet, klinopiroksen, biotit, humit, montiselit.

23. Metagreywacke merupakan batupasir greywacke yang mengalami metamorfosa...
a.     Kontak
b.    Regional
c.     Burial
d.    Regional dinamotermal
e.     Hidrotermal
Pembahasan :
Metamorfosa burial merupakan proses metamorfosa yang dapat mengubah batun-batuan sedimen menjadi batuan metanmorf tanpa menghilangkan ciri-ciri batuan sedimennya. Penamaan meta-, merupakan indikasi bahwa batuan metamorf tersebut masih memiliki ciri fisik mirip seperti greywacke yang notabene adalah salah satu jenis dari batupasir berlumpur kaya palgioklas.

24. Batupasir greywacke merupakan batupasir yang mempunyai warna abu-abu, tekstur klastik, ukuran butir pasir halus - pasir kasar, ....
a. Sortasi baik, bentuk butir meruncing – membundar tanggung, tersusun oleh kuarsa, plagioklas dan litik.
b.    Soratsi jelek, bentuk butir meruncing, tersusun oleh plagioklas (dominan), dan litik.
c.     Sortasi baik, bentuk butir membundar, tersusun oleh palgioklas (dominan), dan litik.
d.    Sortasi jelek, bentuk butir meruncing – membundar tanggung, tersusun oleh plagioklas (dominan), kuarsa dan ortoklas.
e.     Semuanya benar
Pembahasan :
Batupasir greywacke merupakan batupasir yang mempunyai warna abu-abu, tekstur klastik, ukuran butir pasir halus - pasir kasar, sortasi jelek, bentuk butir meruncing – membundar tanggung, tersusun oleh plagioklas (dominan), kuarsa dan ortoklas.

Pembahasan dan Soal Tes Komprehensif Mineralogi Petrologi PELATNAS 1 KEBUMIAN 2015
Klasifikasi Pettijohn (1975)

25. Menurut kalsifikasi Pettijohn (1975), batuan pada soal nomor 24 dapat diklasifikasikan sebagai....
a.     Batupasir greywacke
b.    Litihic greywacke
c.     Feldspatic greywacke
d.    Arkose
e.     Semua salah
Pembahasan :
Feldspatic greywacke adalah batupasir greywacke yang kaya kandungan feldspar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan dan Soal Tes Komprehensif Mineralogi Petrologi Pelatnas 1 Kebumian 2015"

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D