Misteri Dibalik Keberadaan Air di Mars

Astronomer kini sedang mempelajari lebih banyak tentang air di Mars, baik di masa lalu maupun masakini. NASA Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) mengkonfirmasi bahwa air berbentuk cairan tetap ada di permukaan Mars bahkan hingga saat ini. Hal ini dilakukan dengan mempelajari  komposisi fitur gelap yang disebut recurring slope lineae (garis-garis miring yang berulang), pertama diamati pada tahun 2010.
Misteri Dibalik Keberadaan Air di Mars
Garis-garis gelap yang saling berdekatan terlihat pada gambar diatas, mengindikasikan keberadaan air yang mengalir di permukaan Mars, bukti dari spektrum terbaru juga menunjukkan hal itu. (NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)
Sementara ilmuwan berpikir bahwa garis yang teramati menunjukkan hasil dari keberadaan arus yang berarti adalah tanda-tanda air berfasa cair saat ini ada di Mars, MRO baru saja mengkonfirmasi kenampakan bergaris dari mineral terhidrasi, mineral terhidrasi artinya mineral itu akan terbentuk apabila ada cairan berupa air yang disebut sebagai perchlorate. Perchlorate ini, sebagaimana diketahui, bisa menjaga air tetap cair sekalipun pada suhu yang sangat dingin (-94 ° F atau -70 ° C).
Beberapa misi Mars telah mengamati perchlorates, tapi ini adalah pertama kali hal itu terlihat di persimpangan atau pertemuan antara recurring slope lineae yang menunjukkan keberadaan air saat ini. Penelitian ini telah dipublikasikan hasilnya pada 28 September di Nature Geoscience.
Air yang mengalir ini masih kecil jumlahnya, lebih seperti tanah yang lembab dari suatu arus sungai. Namun ini menjadi bukti masa lalu, di Mars, air pasti pernah mengalir, dibuktikan dengan besarnya saluran banjir yang terawetkan pada permukaan Mars. Ilmuwan juga belajar lebih banyak tentang air purba ini.
Hasil riset yang diterbitkan 8 September dalam Nature Scientific Reports menyanggah teori sebelumnya, banjir kuno terjadi bukan hasil dari muka air tanah global yang mengalir ke permukaan dengan bebas, tetapi berasal dari endapan tanah beku regional yang mencair dan menyebabkan banjir di permukaan Mars. Keduanya, proses pembekuan dan pelelehan bersifat regional.
Alexis P. Rodriguez, penulis utama studi itu menunjukkan kemungkinan bahwa waduk besar berisi air es tetap terjebak di bawah permukaan Mars hingga saat ini.
Pertanyaan terbesar, tentu saja adalah mengapa Mars kehilangan semua airnya. Para astronom tahu bahwa sejumlah air pasti pernah singgah di planet merah Mars, pastinya memang demikian karena pada mulanya Mars memiliki atmosfer yang tebal, tetapi rincian tentang bagaimana ia kehilangan atmosfer itu tetap samar-samar.
Periset mengharapkan bahwa permukaan Mars seharusnya memiliki perangkap yang menyimpan karbon yang luas di permukaannya, yang digunakan untuk memodifikasi atmosfer planet saat ini.
Namun hasil riset yang dipublikasikan online 21 Agustus di Jurnal Geologi sejauh ini didapatkan terlalu sedikit karbon yang ada pada mineral karbonat yang terkandung di Mars hari ini untuk bisa diperhitungkan. Mereka malah menyatakan bahwa Mars kehilangan atmosfernya akibat pelepasan udara ke ruang angkasa, dibandingkan teori yang menyatakan bahwa unsur-unsur atmosfer Mars tertimbun melalui penyerapan oleh mineral-mineral yang terkandung di Mars.
Mereka juga berhipotesis bahwa hilangnya atmosfer tersebut lebih cepat dibandingkan perhitungan yang telah dilakukan ilmuan sebelumnya. Atmosfer di Mars sudah mulai menepis bahkan ketika sungai masih mengalir, hingga terbentuk lembah kering yang sekarang ditemukan di Planet Merah ini.

Daftar Pustaka:
Astronomy, the world best selling magazine. Januari, 2016.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Misteri Dibalik Keberadaan Air di Mars"

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D