Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan

Bentang-alam fluvial dihasilkan oleh proses aktifitas air mengalir. Proses ini mengambil porsi minimal 70% dari proses eksogenik di permukaan bumi. Air sebagai agen proses berlangsung di mana-mana, mulai dari sedikit di atas permukaan Ditinjau dari posisi lintang (Lintang Selatan / Lintang Utara), proses ini tidak berkembang hanya di daerah kutub (Kutub Selatan / Kutub Utara). Bentang-alam fluvial erat hubungannya dengan aliran sungai berstadia erosi dewasa – tua. Bentang-alam ini berupa low land area dengan ketinggian relatif yang tidak jauh berbeda dengan sungainya. Karena adanya sungai berpindah (shifting), kemungkinan bentang-alam ini sudah agak jauh dari sungainya saat ini.
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Bentang Alam Fluvial
Pertanda lain dari bentang-alam fluvial yang mutlak adalah litologi penyusun merupakan fasies fluvial, meskipun telah sedikit mengalami pengangkatan (peremajaan / rejuvination). Jenis-jenis bentang alam fluvial, terdiri dari: aliran sungai (channel fill), gosong sungai (point bar), tanggul alam (leevee), rawa sungai, danau tapal kuda (oxbow lake), sungai bekas, dataran limpah banjir (flood plain), dan undak sungai; serta delta, dan kipas aluvial.
Bentang alam fluvial merupakan satuan geomorfologi yang pembentukannya erat hubungannya dengan proses fluviatil. Proses fluviatil adalah semua proses yang terjadi di alam baik fisika, maupun kimia yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi, yang disebabkan oleh aksi air permukaan, baik yang merupakan air yang mengalir secara terpadu (sungai), maupun air yang tidak  terkonsentrasi ( sheet water).
Proses fluviatil akan menghasilkan suatu bentang alam yang khas sebagai akibat tingkah laku air yang mengalir di permukaan. Bentang alam yang dibentuk dapat terjadi karena proses erosi maupun karena proses sedimentasi yang dilakukan oleh air permukaan. Proses fluviatil ini bervariasi intensitasnya.
Perlu diketahui bahwa air permukaan merupakan salah satu mata rantai dari siklus hidrologi. Adanya air permukaan sangat dikontrol oleh adanya air hujan, sedangkan besar kecilnya jumlah air permukaan dipengaruhi oleh beberapa  faktor, yaitu nilai curah hujan, jumlah vegetasi, kelerengan, jenis litologi, dan iklim
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Siklus Hidrologi
Peristiwa yang terjadi pada bentang bentang alam fluvial meliputi tiga proses utama antara lain proses erosi, proses transportasi dan proses sedimentasi/deposisi.
1.   Proses erosi
Peristiwa terkikisnya lapisan permukaan tanah atau batuan oleh agen alami (air, angin, gletser).
2.   Proses transportasi
Proses perpindahan / pengangkutan material oleh suatu tubuh air yang dinamis yang diakibatkan oleh tenaga kinetis yang ada pada sungai sebagai efek dari gaya gravitasi.
3.   Proses sedimentasi
Proses yang berlangsung bila sungai tidak mampu lagi membawa material yang dibawanya
PROSES EROSI
Erosi yang dilakukan oleh air dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
1.   Abrasi, yaitu penggerusan terhadap batuan yang dilewatinya.
2. Scouring, yaitu penggerusan dasar sungai akibat adanya ulakan sungai, misalnya pada daerah cut off slope pada Meander.
3.   Korosi, yaitu terjadinya reaksi terhadap batuan yang dilaluinya.
Berdasarkan arahnya, erosi dapat dibedakan menjadi :
1.   Erosi vertikal, erosi yang arahnya tegak dan cenderung terjadi pada daerah bagian hulu dari sungai menyebabkan terjadinya pendalaman lembah sungai.
2.  Erosi lateral, yaitu erosi yang arahnya mendatar dan dominan terjadi pada bagian  hilir sungai, menyebabkan sungai bertambah lebar .
3.   Erosi yang berlangsung terus hingga suatu saat akan mencapai batas dimana air sungai sudah tidak mampu mengerosi lagi dikarenakan sudah mencapai  erosion base level.  Erosion base level ini dapat dibagi menjadi ultimate base level yang base levelnya berupa  permukaan air laut dan temporary base level yang base levelnya lokal seperti permukaan air danau, rawa,  dan sejenisnya.
PROSES TRANSPORTASI
Sungai mengangkut material hasil erosinya secara umum melalui 2 mekanisme, yaitu mekanisme bed load  dan  suspended load. Bed load merupakan proses transportasi yang terjadi pada permukaan batuan/tanah di dalam sungai atau massa air. Sedangkan suspended load merupakan proses transportasi yang terjadi di dalam/diantara massa air yang mengalir. Bed load dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu Traksi,  Rolling, dan  Saltasi, sendangkan suspended load dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu Suspensi dan  Solution.
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Bed Load dan Suspended Load
PROSES SEDIMENTASI
Proses sedimentasi terjadi ketika sungai tidak mampu lagi mengangkut material yang dibawanya. Apabila tenaga angkut semakin berkurang, maka material yang berukuran kasar akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diendapkan material yang lebih halus.
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Perbedaan ukuran butir dari proses sedimentasi dari hulu ke hilir sungai.
POLA PENYALURAN
Satu sungai atau lebih beserta anak sungai dan cabangnya dapat membentuk suatu pola atau sistem tertentu yang dikenal  sebagai pola pengaliran / pola penyaluran (drainage pattern). Pola pengaliran dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Tiap-tiap macam pola pengaliran dapat bervariasi, dan variasi tersebut antara lain disebabkan oleh adanya struktur dan variasi batuan  dimana pola pengaliran itu terdapat.
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Macam-macam pola pengaliran
Macam-macam pola pengaliran :
1. Dendritik, pola pengaliran dengan bentuk seperti pohon, dengan anak-anak sungai dan cabang-cabangnya mempunyai arah yang tidak beraturan. Umumnya berkembang pada batuan yang resistensinya seragam, batuan sedimen datar, atau hampir datar, daerah batuan beku masif, daerah lipatan, daerah metamorf yang kompleks. Kontrol struktur tidak dominan di pola ini, namun biasanya pola aliran ini akan terdapat pada daerah punggungan suatu antiklin.
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Pola pengaliran Dendritik
2. Radial/Radier, adalah pola pengaliran yang mempunyai pola memusat atau menyebar dengan 1 titik pusat yang dikontrol oleh kemiringan lerengnya. Dibagi menjadi 2 jenis yaitu radial sentripetal (berkembang pada basin atau cekungan) dan radial sentrifugal (berkembang pada bukit atau gunung).
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Pola pengaliran Radial Sentrifugal
3.   Rectanguler : pola pengaliran dimana anak-anak sungainya membentuk sudut tegak lurus dengan sungai utamanya, umumnya pada daerah patahan yang bersistem (teratur).
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Pola pengaliran Rectangular
4. Trellis, adalah bentuk seperti daun dengan anak-anak sungai sejajar. Sungai utamanya biasanya memanjang searah dengan jurus perlapisan batuan. Umumnya terbentuk pada batuan sedimen berselang-seling antara yang mempunyai resistensi rendah dan tinggi. Anak-anak sungai akan dominan  terbentuk dari erosi pada batuan sedimen yang mempunyai resistensi rendah. Jadi secara umum , pembentukan sungai utama lebih disebabkan oleh kontrol struktur dan pembentukan anak sungai lebih disebabkan oleh kontrol litologi.
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Pola pengaliran Trellis
5. Annular, adalah pola pengaliran dimana sungai atau anak sungainya mempunyai penyebaran yang melingkar. Sering dijumpai pada daerah kubah berstadia dewasa. Pola ini merupakan perkembangan dari pola radier. Pola penyaluran  ini melingkar mengikuti jurus perlapisan  batuannya.
6. Multi basinal/sink hole adalah pola pengaliran yang tidak sempurna, kadang nampak di permukaan bumi, kadang tidak nampak, yang dikenal sebagai sungai bawah tanah. Pola pengaliran ini berkembang pada daerah karst atau daerah batugamping.
7.   Contorted, adalah pola pengaliran dimana arah alirannya berbalik / berbalik arah.  Kontrol struktur yang bekerja berupa pola lipatan yang tidak beraturan yang  memungkinkan terbentuknya suatu tikungan atau belokan pada lapisan sedimen yang ada.
MACAM-MACAM BENTANG ALAM FLUVIAL
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Sungai Teranyam (Braided Stream)
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Bar Deposit (Point Bar dan Channel Bar)
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Tanggul Alam (Natural levee)
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Dataran Banjir (Flood Plain)
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Kipas Aluvial (Aluvial Fan)
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Danau Tapal Kuda (Oxbow Lakes)
Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan
Delta
APLIKASI BENTANG ALAM FLUVIAL
Daerah-daerah yang termasuk bentang alam fluvial merupakan daerah yang sangat potensial untuk dimanfaatkan bagi kehidupan manusia, khususnya di sekitar aliran sungai.
Daerah sekitar aliran sungai merupakan daerah yang potensial sebagai penyedia air irigasi, air minum, dan material pasir batu ( BG. gol C) yang dapat dijadikan sebagai bahan bangunan. daerah aliran sungai juga bisa menjadi sesumber bencana seperti banjir, dan tanah longsor.
Analisa terhadap bentang alam ini dapat memberikan informasi tentang kondisi geologi suatu daerah, yang akan  terekspresikan dalam pola penyaluran dan bentukan bentang alam lokal, seperti kipas alluvial, dataran banjir, dan sejenisnya.  Analisa tersebut  juga akan memberikan informasi tentang stadia daerah maupun stadia erosi daerah yang terkait, yang akan memberikan kontribusi pemikiran dalam rencana pengembangan wilayah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bentang Alam Fluvial : Pola Pengaliran, Bed Load, Suspended Load, Abrasi, Scouring, Channel Fill, Point Bar, Channel Bar, Braided Stream, Leevee, Oxbow Lake, Flood Plain, Delta, dan Aluvial Fan"

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D