Sejarah Awal Penjelajahan Luar Angkasa

Pada 25 Mei 1961, Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy memberikan sambutannya dalam sebuah Kongres yang membahas tentang kebutuhan nasional saat itu. Pada pidatonya, dia mengajukan untuk mengirim seorang astronot Amerika ke Bulan sebelum akhir dekade dan membawanya kembali ke Bumi dengan selamat.

“....I believe that this nation should commit itself to achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the moon and returning him safely to the earth. No single space project in this period will be more impressive to mankind, or more important for the long range exploration of space, and none will be so difficult or expensive to accomplish....”

Ide tersebut segera ditangkap oleh banyak orang Amerika dan mereka mendukung degan hal itu, dikarenakan saat itu Amerika Serikat telah jatuh di mata dunia dengan dikirimnya pesawat luar angkasa ke orbit Bumi oleh Uni Soviet. Keberhasilan Uni Soviet dalam eksplorasi luar angkasa pada saat itu adalah peluncuran wahana luar angkasa Sputnik 1 ke orbit Bumi pada 4 Oktober 1957, diikuti oleh Sputnik 2 pada tanggal 2 November di tahun yang sama. Selama periode itu, beberapa roket Amerika meledak saat diluncurkan hingga satelit Explore 1 akhirnya berhasil diluncurkan pada 31 Januari 1958, dengan roket buatan Wernher von Braun dan timnya di Redstone Arsenal dekat Huntsville, Alabama. Berikutnya, Amerika Serikat meluncurkan 7 pesawat ruang angkasa Pioneer dalam kurun waktu 11 Oktober 1958 hingga 15 Desember 1960 dari Cape Canaveral, Florida, untuk merencanakan penerbangan ke bulan, walaupun pada akhirnya semuanya mengalami malfungsi setelah diluncurkan.

Uni Soviet juga mengalami kegagalan dengan program Luna-nya yang disiapkan untuk menjelajah Bulan. Bagaimanapun, Luna 3, yang diluncurkan pada tanggal 4 Oktober 1959, dapat mencapai mendekati Bulan dan mengambil gambar sisi bulan lain yang sebelumnya belum pernah dilihat oleh manusia. Uni Soviet juga mendapat keberhasilan yang gemilang ketika Yuri Gagarin, orang yang pertama kali mencapai orbit Bumi pada tanggal 12 April 1961, dan berhasil kembali mendarat di Bumi dengan selamat.

Pada saat yang sama, National Aeronautics and Space Administration (NASA) – lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat – tengah menciptakan sebuah pesawat ruang angkasa untuk Proyek Mercury, yang memilki tujuan akhir membawa manusia ke ruang angkasa. Tanggal 1 April 1959, tujuh pilot militer yang telah di tes terpilih menjadi astronot pertama Mercury, termasuk Alan Shepard yang berhasil melintasi sub-orbit selama 15 menit tanggal 15 Mei 1961, diikuti oleh penerbangan sub-orbit kedua tanggal 21 Juli 1961 oleh Virgil “Guss” Grissom. Terakhir, pada tanggal 20 Februari 1962, John Glenn mengorbit bumi sebanyak tiga kali di dalam kapsul Mercury.

Kertika melihat keberhasilan-keberhasilan tersebut, semakin menunjukkan bahwa ide yang diajukan oleh Presiden Kennedy pada 25 Mei 1961 untuk membawa seseorang pergi ke Bulan semakin  terlihat terang benderang. Hal ini menjadi sarana penghibur untuk rakyat Amerika yang saat itu mengalami depresi dan tentunya menjadi ajang pembuktian Amerika pada dunia bahwa teknologi Amerikalah yang paling maju bila mereka dapat membawa manusia sampai ke Bulan pada saat itu. Meskipun, sebenarnya ide Presiden Kennedy tersebut tercetus dan terdorong oleh  motivasi politik saat itu dimana sedang berlangsung perang dingin dengan Uni Soviet. Buktinya, dia juga tidak pernah mengatakan bahwa astronot yang sampai ke Bulan harus mengambil foto atau mengambil sampel batuan, dan tidak juga menyinggung berapa bayak peluncuran yang harus dilakukan untuk mempersiapkannya.  Hal itu membuat institusi dan akademisi Geologi dan anggota United States Geological Survey  (USGS) – badan geologi Amerika – menuntut agar adanya misi penelitian yang dibawa.
Sejarah Awal Penjelajahan Luar Angkasa
John F. Kennedy
Usaha Amerika tersebut untuk mendaratkan manusia di Bulan akhirnya berhasil setelah Neil Amstrong dan Eldwin Aldrin mendarat di Bulan, tepatnya di wilayah Sea of Tranquility pada tanggal 20 Juli 1969. Pendaratan pertama di Bulan oleh Apollo 11 kemudian diikuti oleh 6 peluncuran tambahan, yang terakhir adalah Apollo 17 yang kembali ke Bumi pada tanggal 19 Desember 1972. Keberhasilan tersebut juga diikuti oleh keberhasilan Uni Soviet mendaratkan robot luar angkasa ke Bulan oleh wahana Luna 9 (diluncurkan 31 Januari 1966), yang juga diikuti oleh peluncuran tambahan, beberapa diantaranya kembali dengan membawa sampel tanah (Luna 20 tahun 1972 dan Luna 24 tahun 1976).

Pendaratan di permukaan Bulan ini mendapatkan pujian yang luar biasa oleh umat manusia dan harapan baru untuk menjelajah lebih dalam luar angkasa yang selama ini hanya bisa dinikmati saat malam hari dan dilihat dari kejauhan di Bumi selama jutaan tahun. Beberapa orang menganggap bahwa keberhasilan eksplorasi astronot Amerika mendarat di Bulan dan pendaratan robot di Bulan milik Uni Soviet adalah suatu pelanggaran terhadap kesucian jiwa dan melanggar hukum alam – melampaui batas – tetapi tentu hal ini harus dilihat dari sudut pandang lain bahwa keberhasilan ini adalah bagian dari sejarah peradaban umat manusia.

Daftar Pustaka :
Faure, G. Dan Teresa M.M. Introduction to Planetary Science. The Geological Perspective. Springer: Netherland.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Awal Penjelajahan Luar Angkasa"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D