Geologi dan Bumi "As a Science"

Coba bayangkan jika kamu berjalan di atas bebatuan di pantai. Kamu bisa melihat gelombang, membentur dinding batuan, dan angin semilir melewati rambutmu. Tapi seperti yang kamu lihat, dinding batuan terlihat sama sekali tidak berpindah dan tanah yang kamu injak sama sekali tidak bergetar. Meskipun yang kamu rasakan demikian, namun sesungguhnya Bumi merupakan planet yang dinamis. Benua dengan perlahan berpindah posisinya, gunung-gunung menjulang semakin tinggi dan kemudian tererosi. Perubahan itu memang tidak serta merta dapat kita saksikan karena umumnya sangat-sangat lambat, terkecuali mungkin erupsi gunung api yang bisa kamu saksikan hampir tiap tahun atau gempa bumi, yang mengingatkan kita bahwa perubahan geologi juga bisa berlangsung cepat.
“Geologi adalah ilmu tentang Bumi, termasuk material yang menyusunnya, perubahan fisika dan kimia yang terjadi di dalam maupun di luar Bumi, dan sejarah bagaimana Bumi terbentuk hingga seperti saat ini.”

Bumi dan Material Penyusunnya
            Jari-jari Bumi kurang lebih 6.370 kilometer, hampir satu setengah kali jarak dari New York ke Los Angeles. Andaikata kamu bisa mengendarai kendaraan ajaib dengan kecepatan 100 kilometer per jam dari pusat Bumi ke permukaan Bumi, mungkin kamu akan membutuhkan waktu sekitar dua setengah hari. Penyusun Bumi yang paling dominan adalah batuan. Singkapan batuan di planet kita banyak yang memilki pemandangan nan indah seperti tebing batu kapur berwarna putih, batupasir berwarna pink, dan tebing granit berwarna abu-abu di Yosemite Valley. Batuan sendiri tersusun atas mineral. Jenis mineral mungkin lebih dari 3.500 macam, namun hanya sedikit yang paling banyak dijumpai di Bumi. Geologi mempelajari asal, sifat-sifat, dan komposisi dari mineral dan batuan.
           Geologi juga mengeksplorasi Bumi untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya alam seperti bahan bakar minyak, batubara, gas alam, dan sumberdaya mineral antara lain mineral logam, pasir dan kerikil. Selain itu geologi juga mencari air tanah di dalam Bumi untuk memenuhi kebutuhan air minum.

Proses Internal di Dalam Bumi
            Proses-proses yang terjadi di dalam Bumi disebut sebagai proses-proses internal. Proses tersebut membuat gunung semakin tinggi, menyebabkan gempa bumi, dan menghasilkan erupsi gunung api. Kontraktor bangunan, orang-orang teknik, dan orang-orang perencanaan wilayah harus berkonsultasi dengan geologis dalam membuat perencanaan pembangunan. “Bagaimana kemungkinan gempa bumi dan erupsi vulkanik dapat merusak kota dan bangunan? Apakah aman di suatu daerah membangun bendungan, bangunan pencakar langit, atau membangun pembangkit listrik tenaga nuklir?”

Proses di Permukaan Bumi
            Proses-proses permukaan adalah segala macam proses yang menggerus permukaan Bumi. Proses permukaan paling banyak disebabkan karena aliran air, angin, es, dan gravitasi. Hidrosfer termasuk air di sungai, daerah basah, danau, samudera; atmosfer; dan daerah glasial adalah daerah-daerah dimana agen penyebab proses permukaan berasal. Termasuk juga air bawah tanah (groundwater) yang ada di tanah dan batuan pada kedalaman kurang dari 2 kilometer.
            Mungkin kita terbiasa melihat aliran air mengalir di atas permukaan tanah selama hujan deras.  Air yang mengalir tersebut menyeruak butiran tanah yang kecil-kecil dan membawanya ke daerah yang lebih rendah. Jika hujan berlangsung terus, maka air bisa jadi mengerosi tanah membentuk semacam selokan kecil hingga ke atas perbukitan. Selokan (gully) tersebut munngkin akan terbentuk hanya dalam waktu semalam selama hujan, namun jika terjadi bertahun-tahun bukan tidak mungkin akan terbentuk canyon atau lembah sungai.Orang-orang banyak membangun di daerah tepi sungai untuk mengambil keuntungan dari proses permukaan tersebut, seperti dataran yang landai, tanah yang subur, dan air yang melimpah. Tetapi bukan berarti erosi akan berhenti. Erosi akan terus berjalan, menyapu tepi sungai dan membuatnya menjadi daerah dataran banjir. Geologis harus belajar tentang proses tersebut sehingga bisa memberikan rekomendasi kepada para pembangun dan perencana untuk meminimalisir kehilangan nyawa maupun harta benda.
            Samudera menutup lebih dari 70% dari planet kita. Meskipun oseanografi adalah disiplin ilmu yang lain, namun memiliki kaitan dengan geologi. Proses geologi menciptakan cekungan samudera dan mengubah ukuran maupun bentuknya. Pelapukan dan erosi dari benua membawa lumpur, pasir, dan garam menuju ke lautan. Bumi adalah satu-satunya planet di Tata Surya kita yang memiliki samudera. Bumi juga adalah satu-satunya planet yang dapat menunjang kehidupan. Oseanografer  mempelajari samudera untuk mengetahui hubungannya dengan perubahan iklim, atmosfer, kehidupan, dan Bumi yang padat ini.
Geologi dan Bumi "As a Science"
Gelombang menghempas sebuah dinding pantai di Oregon (H. Richard Johnstone/Tony Stone)
Atmosfer Bumi
            Atmosfer merupakan campuran dari berbagai macam gas, paling banyak nitrogen dan oksigen. Gas-ga tersebut berkumpul dan bertahan di atas bumi akibat adanya gaya gravitasi Bumi dan semakin tipis ke atas. Sembilan puluh sembilan persen terkonsentrasi pada ketinggian 30 kilometer dari permukaan Bum dan masih bisa ditemukan sampai ketinggian lebih dari 10.000 kilometer di atas permukaan. Interaksi dari udara, batuan, dan kehidupan sangat menentukan komposisi atmosfer, temperatur, dan pergerakannya. Planet Bumi, Venus, dan Mars memiliki komposisi atmosfer yang relatif identik. Meskipun tentu ketiga planet tersebut memiliki karakter atmosfer dan iklim yang berbeda. Saat ini, atmosfer Venus sangat panas, asam, dan kaya akan karbondioksida. Temperatur permukaannya mencapai 450oC, dan tekanan atmosfernya 90 kali lebih besar daripada bumi. Lain halnya dengan Mars yang memiliki tekanan atmosfer 0,006 kali dibandingkan Bumi. Air di planet Venus mendidih dan keluar ke luar angkasa; meskipun mungkin masih ada air yang membeku jauh di dalam Venus.

Biosfer
        Biosfer merupakan zona tipis di permukaan bumi dimana terdapat kehidupan. Meliputi permukaan Bumi yang padat, hidrosfer, dan atmosfer bagian terbawah. Tanaman darat tumbuh di atas permukaan Bumi, dengan akar-akarnya yang menunjam beberapa meter ke dalam tanah. Hewan juga hidup di permukaan, terbang beberapa kilometer bahkan lebih, atau menggali beberapa meter ke bawah tanah. Kehidupan di laut juga terkonsentrasi di permukaan laut, dimana cahaya masih bisa menembus. Beberapa hewan air hidup di kedalaman laut di dekat lantai samudera, bakteri hidup di batuan hingga beberapa kilometer ke bawah, dan beberapa mikroorganisme yang hidup mengambang di udara dapat ditemukan hingga ketinggian lebih dari 10 kilometer. Meskipun terlihat ekstrem namun, biosfer hanyalah lapisan tipis di permukaan Bumi.
            Paleontologis adalah geologis yang mempelajari tentang evolusi dan sejarah kehidupan dengan mengidentifikasi fosil dan bukti kejadian lain yang terawetkan di dalam batuan maupun sedimen. Pembelajaran tentang kehidupan masa lampau sangat terkait erat dengan atmosfer, hidrosfer, dan biosfer, satu dan lainnya saling berinteraksi. Proses-proses internal seperti erupsi vulkanik dan pergerakan lempeng benua telah mempengaruhi perubahan iklim Bumi dan komposisi atmosfer Bumi. Kehidupan telah mempengaruhi kondisi atmosfer dan atmosfer bereaksi dengan batuan. Semua saling kait-mengait.

Daftar Pustaka :
Thomson dan Turk. 2005. Introduction to Physical Geology. Saunders Golden Sunburst Series.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Geologi dan Bumi "As a Science""

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D