Apa itu Oseanografi ?

Oseanografi (ocean = lingkungan samudera, graphy = ilmu alam yang bersifat deskriptif) adalah deskripsi pengetahuan alam tentang lingkungan samudera. Meskipun terminologi oseanografi sudah muncul sejak tahun 1870, dimana merupakan pertama kali samudera dieksplorasi secara saintifik, namun definisi oseanografi sampai saat ini masih belum terjawab sepenuhnya, oseanografi lebih dari sekadar mendeskripsikan tentang fenomena di samudera. Oseanografi lebih tepat disebut sebagai ilmu yang mempelajari segala macam aspek studi pengetahuan alam tentang lingkungan samudera. Sehingga, pembelajaran tentang osenaografi lebih tepat disebut sebagai oseanologi (ocean = lingkungan samudera, ology = ilmu). Bagaimanapun, ilmu alam yang mempelajari samudera, secara umum telah disebut sebagai osenaografi atau biasa disebut juga dengan marine science yang juga mempelajari tentang air di samudera, kehidupan di dalamnya, dan juga bagian bumi terdalam di bawah samudera.

Sejak jaman prasejarah, manusia sudah menggunakan samudera sebagai bagian dari kehidupannya, untuk sarana transportasi dan sumber makanan yang melimpah. Proses-proses yang terjadi di samudera secara teknik baru dipelajari mendalam sejak tahun 1930. Faktor yang menjadi pendorong adalah kebutuhan akan eksplorasi minyak bumi di lepas pantai dan ekspansi yang dilakukan oleh beberapa negara selama perang dunia kedua. Masalah-masalah yang terjadi di samudera membuat pemerintah beberapa negara menyisihkan dananya untuk melakukan penelitian di samudera, menciptakan banyak pekerjaan bagi para saintis, dan tentunya perkembangan peralatan penunjang untuk penelitian juga berkembang sangat pesat, hingga saat ini. Penelitian tentang osenaografi tentu membutuhkan banyak bidang studi lain seperti geologi, geokimia, dan fisika untuk menginvestigasi samudera dengan teknologi-teknologi canggih. Sebagai hasilnya, penelitian oseanografi saat ini lebih banyak mempelajari tentang interaksi manusia dan akibat yang ditimbulkan dari aktivitas manusia terhadap apa yang ada di samudera.

Oseanaografi sebenarnya dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu (sub-bidang ilmu). Bidang ilmu osenaografi dibagi menjadi 4 macam antara lain :
·         Oseanografi Geologi, bidang ilmu yang mempelajari tentang struktur dari lantai samudera dan bagaimana lantai samudera berubah sepanjang waktu; pembentukan dari lantai samudera; sejarah dari pengendapan sedimen di dalamnya.
·         Oseanografi Kimia, bidang ilmu yang mempelajari tentang komposisi kimia dan sifat-sifat dari air laut; bagaimana cara mengekstraksi komponen kimia dari air laut; dan efek dari polutan terhadap air laut.
·         Oseanografi Fisika, bidang ilmu yang mempelajari tentang gelombang, pasang surut, dan arus laut; hubungan laut dan atmosfer yang mempengaruhi cuaca dan iklim; dan juga transmisi cahaya dan suara di laut/samudera.
·         Oseanografi Biologi, bidang ilmu yang mempelajari tentang bentuk kehidupan yang ada di laut dan hubungan timbal balik yang terjadi di dalamnya; adaptasi terhadap perubahan lingkungan laut; dan mengembangkan metode pemanenan makanan yang berasal dari laut secara berkelanjutan.
Disiplin ilmu yang lain antara lain meliputi teknik oseanografi, arkeologi laut, dan kebijakan laut. Sejak penelitian oseanografi yang membutuhkan banyak disiplin ilmu maka, osenaografi sering disebut sebagai interdisciplinary science.
Apa itu Oseanografi ?
Disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam penilitian Oseanografi (Trujilo dan Thurman, 2011)

Betapa Uniknya Samudera Bumi Ini
Samudera atau laut merupakan bagian terluas dari Bumi. Faktanya, samudera merupakan satu-satunya bentuk yang terlihat secara jelas di planet kita. Seperti ketika dilihat dari luar angkasa, planet kita berwarna biru dominan, sedikit putih dan coklat, berbentuk bulat. Warna tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh dominansi samudera dengan air laut yang berwarna kebiruan. Bahkan, belum pernah dilaporkan adanya planet lain di luar angkasa yang memilki tubuh air seperti yang ada di Bumi, meskipun misi satelit terbaru telah merilis penemuan baru adanya cairan yang mengisi rekahan-rekahan di salah satu satelit Jupiter, Europa. Satelit Jupiter yang lain, Calisto, juga dilaporkan memiliki benda cair di bawah permukaannya yang berupa es. Begitupun salah satu satelit Saturnur, Enceladus, juga dilaporkan memiliki hal yang serupa, cairan di bawah permukaan esnya, yang direpresentasikan dengan munculnya geyser berupa uap air dan es dan sedikit mengandung garam. Bukti lain juga ditemukan di satelit terbesar Saturnus, Titan, yang kemungkinan di permukaannya mengandung liquid hidrokarbon. Saat ini, hal tersebut masih menjadi perdebatan di antara para saintis, dan tentunya Bumi menjadi satu-satunya planet terunik dengan keberaadan air dan berbagai variasi bentuk liquid yang lain, terunik di tata surya kita.

Samudera didefinisikan sebagai tempat dimana daratan berakhir dan telah menjadi batas politik selama manusia pernah hidup. Laut memilki bentuk yang begitu beragam, faktanya, bentuk geografis paling bervariasi di bumi kita ternyata terletak di dalam lautan/lantai samudera. Sayangnya, manusia lebih banyak tahu bentuk permukaan bulan, daripada bentuk-bentuk yang ada di dalam lantai samudera! Meskipun, pengetahuan kita terhadap keduanya berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir ini.

Samudera juga sangat berpengaruh terhadap iklim dan cuaca yang terjadi di muka Bumi, termasuk di daratan yang jauh dari samudera. Samudera juga merupakan paru-paru bumi, mengambil karbondiaoksida (CO2) dari atmosfer dan menggantinya dengan oksigen (O2). Beberapa peneliti memperkirakan, justru 70% dari oksigen yang dikonsumsi manusia berasal dari samudera.

Samudera sangat berarti bagi kehidupan dan paling berperan terhadap perkembangan kehidupan selama bumi diciptakan, meneyediakan lingkungan yang stabil untuk evolusi makhluk hidup selama jutaan tahun. Saat ini, samudera memiliki jumlah organisme hidup terbesar di planet Bumi, dari bakteri mikroskopik dan alga hingga hewan terbesar yang hidup saat ini (Paus Biru). Menariknya, air merupakan komponen utama dari setiap benda hidup yang ada di Bumi, dan sadar atau tidak, cairan yang terkandung di dalam tubuh kita mirip kandungan kimianya dengan air laut.

Samudera menyimpan sejuta rahasia yang menunggu untuk ditemukan, penemuan baru tentangnya hampir setiap hari ditemukan. Samudera adalah penyumbang terbesar dari pasokan makanan, mineral, dan energi yang sebagian besar belum di eksploitasi. Hampir dari setengah populasi manusia di Bumi, hidup dan tinggal di pantai dekat dengan samudera, mengambil keuntungan dari iklimnya yang nyaman dan mudahnya akses transportasi, serta kesempatan mengembangkan wisata bahari. Namun, samudera juga menjadi tempat pembuangan sampah oleh manusia yang tidak dan menajadi tempat akhir penumpukan sampah di Bumi. Saat ini, beberapa bagian dari samudera membunyikan alarmnya sebagai bentuk akibat dari polusi yang menjangkitnya, ketidakhadiran ikan-ikan, kematian banyak spesies dan perubahan iklim menjadi akibtanya.

Perkembangan Manusia dan Teknologi Tidak Selalu Baik
            Banyak efek yang ditimbulkan terhadap keberadaan samudera dengan bertambahnya populasi manusia yang ada di Bumi. Sebagai bukti, hampir lebih dari 50% pupulasi tinggal di darah pantai, kira-kira hampir 3,2 juta orang. Di Amerika misalnya, 8 dari 10 kota besar yang ada terletak di lingkungan pantai, dan 3.600 orang pindah menuju daerah pantai setiap hari. Tahun 2025, diperkirakan 75% dari populasi manusia akan tinggal di daerah dekat pantai. Jelas, daerah dekat pantai menjadi primadona yang ideal untuk ditinggali hingga saat ini.

            Migrasi manusia menuju pantai, lebih jauh akan berpengaruh terhadap ekosistem laut yang sensitif. Secara spesifik, perpindahan manusia ini akan diikuti oleh pertambahan jumlah sampah industri, sampah rumah tangga, polusi, penambahan jumlah air laut yang digunakan oleh manusia ( sebagai contoh, penggunaan air laut untuk pendingin di pembangkit listrik dekat pantai). Habitat di pantai juga akan mengalami tekanan sepanjang manusia mengembangkan lingkungan pantai, seperti hilangnya lingkungan lahan basah di sekitar pantai yang menjadi tempat hidup berbagi organisme dan vital menampung aliran air dari darat.

            Perkembangan teknologi membuat manusia terlalu powerful. Pertambangan mineral di laut lepas, dan pengeboran minyak di laut lepas menjadi bagian kemajuan teknologi umat manusia yang tentu akan menimbulkan efek negatif terhadap samudera dan kehidupan di dalamnya. Pembuangan sampah nuklir ke dalam bagian laut terdalam juga bukan tidak mungkin, menimbulkan polusi radioaktif dan merusak ekosistem laut. Lalu, kita sebagai manusia, bagaimana cara kita mensikapi permintaan yang terus melonjak untuk mengembagkan lingkungan pantai ini? Bagaimana kita membuat aturan tentang pemanfaatan laut dan samudera? Salah satu langkah awal yang terbaik adalah kita harus mengetahui bagaimana samudera dan laut bekerja, dan dalam waktu yang sama kita harus mengerti bagiamana tingkah laku manusia berpengaruh terhadap samudera.

            Jika kita menggunakannya secara bijak, teknologi kita sebenarnya bisa mengurangi efek-efek yang ditimbulkan. Jalan apa yang harus kita ambil? Kita semua perlu secara hati-hati mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan efek apa yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Sebagai seorang pelajar tentu hal terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah mempelajari oseanografi lebih dalam, sehingga ketika tampil sebagai seorang pengambil kebijakan, harapannya akan membuat keputusan-keputusan terbaik dengan mengembangkan lingkungan laut dan samudera secara berkelanjutan.


Referensi:
Trujilo, A.P. dan H.V. Thurman. 2011. Essentials of Oceanography. Tenth Edition. Prentice Hall : United States.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa itu Oseanografi ?"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D