Sejarah Perkembangan Ilmu Mikropaleontologi : Aktor Dibalik Fosil Foraminifera yang Fenomenal

Orang pertama penyebab kita sekarang mau tidak mau melakukan analisis foraminifara adalah... 
R. Hooke (1635-1703), dialah org pertama yg menuliskan adanya benda yg sekarang kita sebut sebagai foraminifera. Nama "foraminifera" sendiri baru akan muncul 2 abad kemudian.

Sebenarnya, sebelum Hooke, ada cendekiawan Yunani bernama Herodotus yg sudah mulai mengamati benda kecil mirip butiran beras yg ia temukan di Lembah Gizeh, Mesir, 500 tahun sebelum masehi. Tapi ya gitu... belum tau kalo itu sebenarnya fosil. Dan untungnya dia ga nulis.

Barulah dengan ditemukannya mikroskop oleh Anton van Leenweenhoek (1632-1723), perhatian org pun teralihkan kepada mikrofosil.
Sebut saja Beccaris (1731), yg mulai gambar dan nulis yg ia anggap sebagai keong kecil yg ditemukannya di batupasir Pliosen di Bologna, Italia.
Lalu, si Janus Plancis (1739), dia juga menerbitkan gambar2 tentang foraminifera yg ditemukannya di pasir pantai Laut Adriatik. Mereka berdua masih beranggapan bahwa benda yg mereka amati itu adalah termasuk cacing2 kecil. 

Ch. de Linne (1758), menuliskan 20 spesies foraminifera di Systema Natura edisi 10 dan memasukkannya ke genus Nautilus dan Serpula dg memberi nama spesies menggunakan sistem binomial. Yak... masih salah genus kayaknya.
Sejarah Perkembangan Ilmu Mikropaleontologi : Aktor Dibalik Fosil Foraminifera yang Fenomenal
Ilustrasi Fosil Foraminifera dari Analisis SEM (Wade et al.,2006).
Tapi, perkembangan penemuannya semakin cepat looo...
Hampir semua genus telah teridentifikasi pada pertangahan abad 19. UWooww... 

Yg menjadi masalah adalah taksonominya, bingung mau masukin foraminifera masuk ke mana. Hingga akhirnya....

Alcide d'Orbigny (1802-1857), mengusulkan klasifikasi foraminifera dalam bukunya yg terkenal "Tableau methodique de la Class des Chepalopodes" yg juga memuat 1500 genus dan 18.000 spesies. Dia jugalah yg pertama kali memberi nama benda2 unyu tersebut sebagai "foraminifera" dan mengklasifikasikannya sebagai golongan yg berdiri sendiri dalam sistem takson. Karya besarnya itu mengantarkannya sebagai bapak foraminifera modern.

Felix Dujardin (1835), memasukkan foraminifera ke dalam Protozoa berdasarkan fisiologi, struktur dan susunan kamarnya. Hmm... akhirnya makin jelas deh kedudukan foraminifera di dunia. 

Dewasa ini, mikropaleontologi berkembang sangat cepat looo... terutama sejak Pak Reuss (1861) menemukan banyak spesies baru dan membaginya berdasarkan struktur dinding test dan MENYATAKAN BAHWA SESUNGGUHNYA FORAMINIFERA DAPAT DIPAKAI UNTUK MENENTUKAN UMUR SUATU LAPISAN BATUAN. 

Sampailah pada akhirnya foraminifera dipakai pertama kali oleh W.Dames dan L.G.Borneman tahun 1874 untuk interpretasi stratigrafi pada sumur pemboran di Kota Greifswald.

Pak Brady yg penasaran akhirnya juga melakukan ekspedisi Challenger untuk meneliti foraminifera yg tak lain menjadi asal usul buku "Challenger" yg biasa kita pakai saat praktikum mikropaleontologi. Wahahaha...

Abad 20 sendiri perkembangan mikropaleontologi juga sangat pesat. Terutama dorongan kebutuhan akan minyak bumi, mempercepat perkembangan ilmu mikropaleontologi ini. Wah menarik yaa ternyata foraminifera....

Siapa pengen jadi bapak foraminifera selanjutnya???

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Perkembangan Ilmu Mikropaleontologi : Aktor Dibalik Fosil Foraminifera yang Fenomenal"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D