Pengaruh Diagenesis pada Batuan Karbonat Terhadap Sifat-Sifat Reservoar Minyak Bumi

       Diagenesis yang terjadi pada batuan karbonat akan sangat mempengaruhi porositas dan permeabilitas batuan karbonat. Setelah proses deposisi terjadi sedimen akan mengalami kompaksi yang menyebabkan berkurangnya porositas (interparticle pore space berkurang). Selain itu efek sementasi menyebabkan pula berkurangnya interparticle porosity yang disebabkan oleh deposisi fluida yang jenuh karbonat di antara butiran karbonat. Proses tersebut merupakan proses yang akan mempengaruhi sifat reservoar dimana porositasnya akan berkurang sehingga kemampuan untuk menyimpan fluida juga berkurang.
            Proses lain yang terjadi selama tahap diagenesis adalah fracturing dan leaching dari semen atau grains (biasanya terjadi ketika fresh water masuk ke dalam pori batuan yang mengalami pengangkatan akibat deformasi tektonik) dimana hal ini akan menyebabkan meningkatnya porositas dan permeabilitas batuan karbonat dan tentunya reservoar batuan karbonat yang telah mengalami tahap diagenesis demikian akan semakin mudah dan semakin banyak menyimpan fluida hidrokarbon serta kemampuan fluida untuk melewati batuan akan bertambah pula. Dengan demikian proses-proses diagenesis yang terjadi pada batuan karbonat sangatlah menentukan bagaimana perubahan sifat/properti reservoar batuan karbonat terutama pada nilai porositas dan permeabilitas yang sangat penting dalam proses karakterisasi reservoar batuan karbonat (lihat gambar dibawah ini).  
            
Pengaruh Diagenesis pada Batuan Karbonat Terhadap Sifat-Sifat Reservoar Minyak Bumi
Perubahan karakter pada batuan (porositas dan permeabilitas) selama proses deposisi, kompaksi, sementasi, fracturingleaching (semen maupun grains) (R.Nurmi, 1984 dalam Toha, 2014-slide presentation).
                Proses diagenesa akan memiliki implikasi yang cukup besar terhadap penentuan kualitas suatu batuan karbonat sebagai batuan reservoar. Hal ini dikarenakan proses diagenesa mampu membentuk porositas, dalam hal ini adalah porositas sekunder sehingga memperbesar nilai porositas namun juga dapat memperkecil nilai porositas karena adanya proses sementasi. Proses diagenesa yang paling mengontrol adalah proses presipitasi dan pelarutan. 

Baca juga : 

              Presipitasi yang terjadi dapat menyebabkan tertutupnya pori – pori yang pada awalnya saling terhubung oleh karena pertumbuhan kristal karbonat. Sehingga dapat mengurangi nilai porositas dan permeabilitas batuan karbonat. Sementara proses pelarutan merupakan proses diagenesa yang melarutkan mineral karbonat, terutama kelompok yang tidak stabil seperti aragonit. Pelarutan yang diakibatkan karena adanya kontak antara batuan karbonat dengan air meteorik yang menyebabkan terjadinya disolusi akan membentuk adanya celah/rongga mikro baru. Proses ini dapat berdampak pada terbentuknya porositas baru atau menghubungkan antar pori yang pada awalnya saling tidak terhubung. Oleh karena diagenesis menyebabkan porositas dan permeabilitas dalam batuan karbonat menjadi tidak selalu berhubungan dan tidak selalu sebanding (lihat gambar dibawah ini) .
Pengaruh Diagenesis pada Batuan Karbonat Terhadap Sifat-Sifat Reservoar Minyak Bumi
Efek proses diagenesa terhadap sifat-sifat reservoar batuan karbonat. Gambar diatas menunjukkan bahwa diagenesa mempengaruhi perubahan porositas dan permeabilitas dimana nilai porositas tidak selalu sebanding dengan nilai permeabilitas (Jardine dan Wilshart, 1987 dalam Toha, 2014-slide presentation).
            Baca juga : 
       Secara umum kualitas reservoar digambarkan dalam diagram alir berikut ini (lihat gambar dibawah) dimana kualitas reservoar yang buruk, sedang maupun baik akan mempengaruhi jumlah kandungan hidrokarbon yang terkandung dalam suatu reservoar. Dari segi keekonomian maka suatu reservoar batuan karbonat yang baik dan banyak mengandung hidrokarbon adalah reservoar batuan karbonat yang memiliki kualitas reservoar sedang hingga baik (moderate-good). Proses diagenesa yang paling berpearan untuk membentuk kualitas reservoar yang baik adalah proses disolusi atau pelarutan yang terjadi di zona vadose.
Pengaruh Diagenesis pada Batuan Karbonat Terhadap Sifat-Sifat Reservoar Minyak Bumi
Efek proses diagenesa terhadap kualitas reservoar batuan karbonat. Gambar diatas menunjukkan bahwa diagenesa mempengaruhi kualitas reservoar batuan karbonat yang dihasilkan dimana suatu reservoar batuan karbonat akan menghasilkan kualitas reservoar yang buruk, sedang, atau baik tergantung dari proses diagenesa sepanjang batuan karbonat terbentuk (Toha, 2014-slide presentation).


Daftar Pustaka :
Toha, Budianto, 2014, Diagenesis and Reservoir Characterization, Presentation Slide: Yogyakarta, Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM (Tidak diterbitkan).




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengaruh Diagenesis pada Batuan Karbonat Terhadap Sifat-Sifat Reservoar Minyak Bumi"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D