Diagenesis pada Batuan Karbonat dan Macam-Macam Proses Diagenesis Batuan Karbonat

Di dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi, terutama pada reservoar batuan karbonat, pemahaman mengenai diagenesis sangat diperlukan. Karakterisasi reservoar batuan karbonat akan sangat dipengaruhi oleh proses diagenesis yang terjadi selama batuan karbonat itu mulai terdeposisi hingga mendekati perubahan menuju fase metamorfisme. Proses diagenesis yang terjadi akan mengontrol terutama nilai porositas. Nilai porositas yang berbeda-beda dapat disebabkan karena adanya perbedaan ukuran dan geometri pori selama batuan karbonat terbentuk maupun perubahan ukuran dan geometri pori setelah batuan terlitifikasi. Perbedaan ukuran dan geometri pori ini tidak dapat lepas dari tekstur deposisi awal, fasies, mineralogi, dan juga proses diagenesis.
Proses-proses diagenesis yang terjadi akan menentukan karakter dari suatu reservoar batuan karbonat yang berimbas pada nilai porositas dan permeabilitas. Proses diagenesis yang terjadi memiliki efek yang berbeda-beda terhadap batuan karbonat, selain dapat meningkatkan nilai porositas dan permeabilitas akibat adanya disolusi, proses diagenesis yang terjadi juga dapat mengurangi nilai porositas dan peremeabilitas akibat adanya sementasi. Heterogenitas batuan karbonat yang begitu kompleks inilah yang menjadi penting untuk mempelajari batuan karbonat dalam hal ini adalah diagenesis batuan karbonat. Dengan mengetahui proses diagenesis maka akan dapat diperkirakan sifat-sifat dari suatu reservoar yang memiliki karakter yang sama sehingga pada akhirnya karakterisasi reservoar dalam hal ini rock typing dapat dilakukan dengan baik dan akurat.

Baca juga : Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Meteorik

            Diagenesis merupakan proses perubahan fisika dan kimia pada sedimen atau batuan sedimen yang terjadi setelah deposisi (tidak termasuk proses penambahan temperatur dan tekanan atau disebut metamorfisme). Diagenesis dapat dimulai pada saat sedimen terendapkan di lantai samudera (alterasi singenetik atau eogenetik), kemudian dilanjutkan dengan terpendam dalam (alterasi mesogenetik) yang selanjutnya dapat mengalami pengangkatan (alterasi telogenetik). Diagenesis dapat menghilangkan informasi yang bersifat primer seperti bentukan primer dari batuan, tetapi diagenesis dapat juga meninggalkan informasi yang penting mengenai sejarah batuan setelah proses deposisi terjadi,  komposisi air di dalam pori, dan temperatur (Scholle dan Ulmer-Scholle, 2003). Diagenesis merupakan transformasi batuan dari yang mengandung mineral kurang/tidak stabil menjadi mineral yang lebih stabil seperti kalsit dan dolomit.
            Diagenesis dapat mengurangi porositas dan permeabilitas atau dapat juga meningkatkan nilai porositas dan permeabilitas. Secara umum, seiring bertambahnya waktu dan kedalaman burial suatu batuan maka akan menurunkan  nilai porositas dan permeabilitas. Pada diagram (lihat gambar dibawah) menunjukkan rata-rata nilai porositas secara umum pada modern carbonate sediments, ancient carbonates, dan “exceptionally porous” rocks yang menjadi reservoar hidrokarbon. Porositas modern sediments berkisar antara 35-45% untuk grainstone dan 70% atau lebih untuk mudstone dan chalk. Ancient carbonate secara umum memiliki porositas kurang dari 5%. Dengan mengerti proses diagenesis, maka akan dapat diketahui faktor yang menyebabkan penurunan nilai porositas, dan waktu relatif migrasi hidrokarbon versus evolusi pori  yang menjadi titik kritis dalam eksplorasi hidrokarbon pada batuan karbonat.
Diagenesis pada Batuan Karbonat dan Macam-Macam Proses Diagenesis Batuan Karbonat
Perbandingan porositas modern dan ancient batuan sedimen karbonat serta tipikal porositas batuan karbonat yang umum menjadi reservoar hidrokarbon. Pengurangan porositas dapat dipengaruhi oleh variasi kondisi laut saat batuan sedimen terbentuk, pengaruh air meteorik, dan burial diagenetic process yang mencerminkan syn- dan post- sejarah pengendapan dari suatu lapisan batuan karbonat (Choquette dan Pray, 1966 dalam Scholle dan Ulmer-Scholle, 2003). 
Proses diagenesis dicirikan oleh perubahan fisika dan kimia. Menurut Scholle dan Ulmer-Scholle (2003) perubahan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa proses antara lain:
1.     Sementasi, merupakan proses dimana ruang pori yang terbuka pada batuan karbonat mengalami pengisisan oleh mineral baik secara primer maupun sekunder.
2.  Disolusi, merupakan proses pencucian atau leaching dari suatu mineral yang tidak stabil pada batuan karbonat yang dapat menciptakan pori sekunder, vugs, atau bahkan gua (caverns).
3.  Replacement, merupakan proses penggantian suatu mineral terhadap mineral yang lain, biasanya merupakan bentukan polimorfisme dari mineral yang tergantikan.
4.  Rekristalisasi, merupakan perubahan ukuran kristal, tingkat kerapatan, dan atau geometri kristal tanpa merubah komposisi mineraloginya.
5.      Kompaksi fisika atau mekanik, merupakan proses pemadatan pada batuan termasuk akibat proses kehilangan air (dewatering) dan deformasi atau reorientasi dari butir.
6. Kompaksi kimiawi, merupakan proses pemadatan yang terjadi akibat disolusi seanjang bidang perlapisan dan atau stylolites.
7.  Fracturing, pecah atau retaknya batuan yang diakibatkan karena gaya tekanan yang mengenai batuan.

Daftar Pustaka :
Scholle, P. A., and Scholle, D.S. U., 2003, A Color Guide To The Petrography. AAPG Memoir 77. The American Association of Petroleum Geologists, Tulsa, Oklahoma, U.S.A.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Diagenesis pada Batuan Karbonat dan Macam-Macam Proses Diagenesis Batuan Karbonat"

  1. Keren, saya suka tulisan2nya mudah dimengerti. Juga emang tertarik sama migas, kuy dibanyakin lagi miin tulisannya, aku baca semuaaaa^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih apresiasinya. Semoga ke depan bisa menambah artikelnya terus.

      Hapus

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D