Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Meteorik

Lingkungan vadose dan freatik disebut dengan zona subaerial diagenesis atau zona meteorik, dimana pengaruh freshwater menentukan besarnya diagenesis yang terjadi. Air di zona vadose secara umum merupakan air meteorik yang ketika jatuh tidak jenuh akan CaCO3, tetapi dengan cepat mencapai ekuilibrium ketika air mulai merendam sedimen karbonat. Ketika air di zona vadose mencapai kejenuhan, maka presipitasi akan terjadi. Iklim berperan penting dalam proses diagenesis ketika batuan terangkat ke permukaan (subaerial). Iklim kering akan menyebabkan sementasi di lingkungan freshwater sedikit dan porositas primer terawetkan. Iklim yang basah menyebabkan banyaknya proses disolusi (lihat pembahasan mengenai pengertian diagenesis) yang dapat merubah porositas primer bertambah nilainya akibat hadirnya porositas sekunder. Zona vadose dibedakan menjadi zona pelarutan (soil zone) dan zona presipitasi (capillary fringe zone). Batas dari zona ini gradasional dan dapat berubah-berubah dalam periode waktu yang singkat sebagai hasil dari jatuhan air hujan (Longman, 1980).
Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Meteorik
Pembagian primer dari lingkungan meteorik diagenesis. Vadose zone atau disebut sebagai undersaturated zone berada paling dekat dengan permukaan yang dibagi lagi menjadi dua area yaitu zona bagian atas merupakan daerah infiltrasi dan zona bagian bawah merupakan daerah perkolasi. Vadose zone menumpang di atas zona freatik (saturated zone), dibagi berdasarkan muka air tanah (James dan Choquette, 1984 dalam Scholle dan Ulmer-Scholle, 2003).
Zona pelarutan berada di bagian atas dari zona vadose dari puluhan sampai ratusan meter tergantung dari kondisi muka air tanah dan seberapa cepat air meteorik menjadi jenuh karbonat. Proses diagenesis yang aktif di zona ini adalah pelarutan CaCO3, dikontrol oleh beberap faktor antara lain:
·         Respon air hujan yang tidak jenuh akan CaCO3.
·         Hidrolisis CO2 di soil zone yang menaikkan tekanan parsial CO2 dalam air, sehingga menaikkan jumlah CaCO3 yang dapat terus bertahan dalam larutan.
Butir aragonit mudah mengalami pelarutan dan akan terubah menjadi butir kalsit atau semen. Pelarutan  yang terjadi secara luar biasa akan membentuk topografi kars. Sementasi yang terjadi di zona ini yaitu bentukan evaporitik dan/atau caliche yang terbentuk dekat dengan udara atau permukaan (Longman, 1980).
Air yang bergerak melewati zona pelarutan membawa banyak CaCO3, yang pada akhirnya akan mencapai titik jenuhnya. Kejenuhan, evaporasi, kenaikan temperatur, atau menurunnya tekanan spasial CO2 menyebabkan CaCO3 mengalami presipitasi. Sementasi di zona vadose merupakan peristiwa minor namun dapat muncul di bagian paling bawah dari zona vadose. Tipe semen dan morfologi semen di zona vadose merefleksikan distribusi dari air pori. Apabila air terdistribusi diantara butiran, maka semen akan membentuk tekstur meniskus (lihat gambar dibawah ini).  Apabila air muncul sebagai tetesan di bagian bawah butiran, maka akan terbentuk semen pendant atau micro stalactitic cement (Longman, 1980; Scholle dan Ulmer-Scholle, 2003).
Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Meteorik
Morfologi dan tipe semen di zona meteorik. Syntaxial (epitaxial) dapat terbentuk baik pada vadose zone maupun phreatic zone. Vadose fabrics dipegaruhi oleh distribusi air meteorik yang tidak merata (hanya pada kontak antar butir) sehingga semen terbentuk antar kontak butir atau menggantung. Sedangkan pada semen yang terbentuk pada zona freatik mencerminkan distribusi air meteorik yang merata (James dan Choquette, 1984 dalam Scholle dan Ulmer-Scholle, 2003).
Baca juga : Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Marine
Baca juga : Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Mixed Marine Meteoric
Baca juga : Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Burial

Freshwater phreatic zone adalah zona yang terletak diantara vadose dan mixed marine phreatic zone. Batas atas zona freatik adalah muka air tanah di bagian atas dan muka air laut di bagian bawah.  Zona freatik merupakan zona dimana pori-pori batuan dapat terisi oleh air meteorik, air laut, atau campuran dari keduanya (Longman, 1982). Diagenesis di zona freshwater phreatic zone sangat kompleks karena dipengaruhi oleh tingkat migrasi dari fluida, tingkat kejenuhan, komposisi dari hostrock dan komposisi kimia dari fluida.
Lingkungan freatik terbagi atas beberapa zona berdasarkan proses yang dominan dan produk yang dihasilkan, yaitu zona pelarutan dimana terjadi pelarutan oleh air meteorik yang menghasilkan pembentukan porositas tipe moldic dan vuggy. Yang kedua adalah zona aktif dimana proses yang terjadi adalah sirkulasi air tanah aktif, leaching pada aragonit yang diikuti penggantian oleh kalsit, dan sementasi yang sangat cepat dimana dihasilkan semen kalsit melimpah, isopachous bladed calcite cement, interlocking crystal, kristal membesar menuju ke pusat pori, penggantian aragonit secara menyeluruh oleh kalsit, dan porositas semakin kecil (lihat gambar di atas). Yang terakhir adalah zona stagnan dimana proses perpindahan air sangat kecil dan hampir tidak ada dan air sudah jenuh akan kandungan produk karbonat (CaCO3). Produk yang dihasilkan adalah adanya stabilisasi Mg-Calcite dan Aragonite, proses leaching sangat sedikit dan hampir tidak ada, adanya pengawetan dari porositas yang terbentuk, neomorfisme berlanjut pada butiran aragonit dengan sedikit pengawetan tekstur.

Daftar Pustaka :
Longman, Mark W., 1980, Carbonate Diagenetic Textures from Nearsurface Diagenetic Environments: The American Association of Petroleum Geologists Bulletin, V. 64, No. 4, p. 461–487.
Scholle, P.A., and Ulmer-Scholle, D.S., 2003, A Color Guide To The Petrography, AAPG Memoir 77: Tulsa, Oklahoma, The American Association of Petroleum Geologists, 459 p.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Lingkungan Diagenesis Batuan Karbonat : Zona Meteorik"

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D