Karakter Seismik Batuan Karbonat, Menelusur Batuan Karbonat Hingga ke Bagian Bumi Terdalam

Aplikasi seismik pada reservoar batuan karbonat saat ini belum mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan reservoir batuan silisiklastik. Perkembangan yang lambat tersebut disebabkan karena di dunia industri migas reservoir batuan karbonat belum menjadi prioritas yang utama untuk dieksplorasi selama kurun waktu dua puluh tahun terakhir. Perkembangan industri migas di Soviet dan Timur Tengah menjadi pemicu utama ketertarikan terhadap reservoar batuan karbonat sehingga teknologi eksplorasi, pengembangan, dan produksi reservoar batuan karbonat menjadi semakin maju.

Teknik pemrosesan data seismik menghasilkan kenampakan seismik yang berbeda antara batuan silisiklastik dan karbonat yang terkadang akan membuat interpretasi seismik menjadi kurang tepat atau bahkan salah. Sifat-sifat atau karakter seismik yang unik dari batuan karbonat sangat dipengaruhi oleh mineralogi, bentuk pori, dan fluida pada fasies batuan karbonat yang mengalami perubahan sangat bervariasi secara lateral dan vertikal maupun disebabkan karena proses diagenesa yang berbeda-beda dari setiap fasies batuan karbonat.

Dibandingkan dengan batuan silisiklastik, batuan karbonat memiliki karakter geofisika yang unik yang digunakan untuk kepentingan karakterisasi reservoar. Proses fisika dan kimia menyebabkan terbentuknya banyak retakan (fracture) dan juga diagenesa yang menghasilkan kompleksitas ketika melakukan karakterisasi reservoar dimana model-model karakterisasi reservoar yang dibuat menjadi kurang akurat. Variasi fasies secara vertikal dan lateral juga menyebabkan heterogenitas batuan karbonat menjadi sangat besar. Selain itu resolusi seismik pada batuan karbonat menjadi sangat rendah disebabkan karena kecepatan gelombang seismik menjadi besar ketika melewati batuan karbonat diakibatkan karena massa jenis mineral-mineral batuan karbonat yang lebih besar dibandingkan batuan silisiklastik.


Dalam melakukan interpretasi seismik, batuan karbonat memiliki karakter refleksi seismik yang berbeda dengan batuan silisiklastik. Refleksi-refleksi seismik memilki sifat kesamaan waktu dan merupakan batas dari litofasies, kecuali pada bidang ketidakselarasan. Horison seismik dianggap sebagai bidang permukaan lapisan, sehingga penarikan horison seismik merupakan bidang kesamaan waktu. Kenampakan horison seismik tidak selalu menunjukkan garis paralel, salah satunya disebabkan karena perbedaan fasies batuan secara lateral. Hal ini sangat umum dijumpai pada batuan karbonat karena perubahan fasiesnya secara lateral sangat cepat.

Model fasies seismik batuan karbonat umumnya akan menunjukkan kenampakan konfigurasi seismik berupa mounded dan draped. Dalam interpretasi seismik dengan bentukan mounded dan draped perlu berhati-hati untuk membedakan antara fasies karbonat dengan bentukan fasies yang lain seperti vulkano, submarine canyon dan diapir. Gambaran konfigurasi carbonate mounds dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Geometri yang menampilkan berbagai macam bentukan mounded pada fasies karbonat. Bentukan mound merupakan fenomena 3D yang harus diverifikasi minimal oleh dua sayatan seismik (Mitchum et al., 1977, dalam Veeken, P.C.H, 2007).
Interpretasi konfigurasi seismik batuan karbonat dapat ditunjang dengan data core maupun cutting yang menjadi acuan bahwa bentukan-bentukan mounded tersebut merupakan batuan karbonat. Selanjutnya konfigurasi seismik batuan karbonat ini akan digunakan untuk interpretasi persebaran rock type, yang pada akhirnya akan diperoleh karakter reservoar secara utuh dalam suatu tubuh batuan karbonat. Cukup kompleks yaaa

Daftar Pustaka :
Veeken, P.C.H. 2007. Seismic Stratigraphy and Depositional Facies Models. EAGE Publications, Netherlands.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Karakter Seismik Batuan Karbonat, Menelusur Batuan Karbonat Hingga ke Bagian Bumi Terdalam"

Posting Komentar

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D