Pentingnya Karakterisasi Reservoar Batuan Karbonat dalam Eksplorasi Minyak Bumi

Karakterisasi reservoar merupakan bagian yang sangat penting dalam tahap eksplorasi maupun pengembangan hidrokarbon. Karakterisasi reservoar menjelaskan tentang keadaan maupun kondisi reservoar seperti geometri reservoar, jenis litologi, ketebalan reservoar, sebaran nilai porositas dan permeabilitas dalam reservoar, dimana bertujuan untuk mengetahui cadangan minyak bumi atau hidrokarbon yang terkandung di dalam reservoar tersebut maupun mengetahui langkah-langkah untuk melakukan manajemen reservoar. Dalam perkembangannya, saat ini reservoar minyak bumi tidak hanya ada di batuan silisiklastik saja. Salah satu jenis reservoar lain yang mengandung minyak bumi adalah reservoar batuan karbonat.
Pentingnya Karakterisasi Reservoar Batuan Karbonat dalam Eksplorasi Minyak Bumi
Krital Kalsit yang diinklusi oleh hidrokarbon. Terlihat adanya pori berbentuk vug di dalam kristal kalsit terisi oleh liquid minyak. Bentuk morfologi kristal kalsit yang tidak biasa, disebutsebagai lath-like shape disebabkan karena adanya pengaruh hidrokarbon dalam ikatan kimia kalsit (Scholle, 2003).
       Batuan karbonat merupakan salah satu jenis batuan sedimen yang menyusun kerak bumi. Meskipun hanya kurang lebih 20% yang terekam sebagai batuan sedimen di permukaan bumi, namun terbukti bahwa 60% batuan karbonat merupakan reservoar hidrokarbon yang cukup penting dan menyumbang lebih dari 40% produksi hidrokarbon di dunia.  Oleh karena itu tidaklah heran apabila reservoar batuan karbonat menjadi target yang penting dalam eksplorasi minyak dan gas bumi. Dalam eksplorasi hidrokarbon terutama di dunia industri migas, manajemen reservoar merupakan hal yang sangat penting. Komponen yang paling kritis dalam manajemen reservoar adalah akurasi dalam menentukan karakteristik reservoar hidrokarbon atau biasa disebut dengan karakterisasi reservoar. Karakterisasi reservoar umum digunakan oleh perusahan-perusahan yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Perusahan-perusahan tersebut diharuskan melakukan karakterisasi reservoar, untuk mempermudah memahami karakteristik reservoar yang menjadi target dalam eksplorasi sekaligus meningkatkan efisiensi dalam produksi hidrokarbon dengan tujuan akhir adalah dapat menentukan cadangan hidrokarbon secara akurat.

       Kebutuhan minyak dan gas bumi sebagai sumber energi utama, saat ini memang cenderung masih sangat tinggi. Konsumsi hidrokarbon yang sangat tinggi, menggolongkan minyak dan gas bumi menjadi komoditi yang sangat penting untuk menunjang kegiatan manusia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahan minyak dan gas bumi terus melakukan kegiatan eksplorasi untuk dapat memproduksi hidrokarbon pada batuan-batuan sedimen yang prospek untuk dimanfaatkan kandungan hidrokarbonnya terutama pada batuan karbonat. Untuk menemukan cadangan yang prospek, maka dibutuhkan analisis yang tepat dan akurat terhadap karakteristik reservoar batuan karbonat. Dibutuhkan identifikasi yang tepat pada reservoar sebelum dilakukan produksi hidrokarbon maupun tahap pengembangan dimana saat ini sangat didukung oleh perkembangan teknologi komputer dan juga perkembangan ilmu pengetahuan dalam mengkarakterisasi reservoar terutama pada batuan karbonat.

Baca juga : Kualitas Reservoar Batuan Karbonat dan Perbedaannya dengan Batuan Silisiklastik

    Reservoar batuan karbonat memiliki karakteristik yang begitu heterogen dalam proses pengembangannya ketika melakukan eksplorasi dan produksi maupun pada skala peningkatan produksi (enhanced production scale). Fasies deposisi primer, mineralogi, dan diagenesis batuan karbonat akan mengontrol bentuk dan geometri pori dan bagaimana variasi tersebut dapat mempengaruhi porositas reservoar dan karakteristik permeabilitas dimana hal tersebut sangat fundamental dalam karakterisasi reservoar batuan karbonat. Tantangan saat ini adalah bagaimana dalam mengintegrasikan data seperti tekstur deposisi primer yang mencakup fasies, geometri, dan proses diagenesis dengan karakteristik petrofisika batuan karbonat pada berbagai skala. Hasil akhir dari karakterisasi reservoar batuan karbonat adalah merekonstruksi gambaran dua dimensi maupun tiga dimensi dari sifat-sifat petrofisika dan model arsitektur dari reservoar batuan karbonat yang direpresentasikan oleh distribusi ukuran dan geometri pori (rock type) yang diperoleh melalui pengamatan petrografi dihubungkan dengan data lain seperti porositas, permeabilitas, tekanan kapiler, dan saturasi fluida yang diperoleh dari data SCAL. Pemahaman yang komprehensif mengenai komponen tersebut, akan memberikan manfaat yang besar dalam eksplorasi hidrokarbon.

Daftar Pustaka :
Scholle, P. A., and Scholle, D.S. U., 2003, A Color Guide To The Petrography. AAPG Memoir 77. The American Association of Petroleum Geologists, Tulsa, Oklahoma, U.S.A.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pentingnya Karakterisasi Reservoar Batuan Karbonat dalam Eksplorasi Minyak Bumi"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D