Kualitas Reservoar Batuan Karbonat dan Perbedaannya dengan Batuan Silisiklastik

Kualitas reservoar pada batuan karbonat dikontrol oleh tekstur deposisi dan fasies, mineralogi batuan karbonat dan juga proses diagenesa yang terjadi pada batuan karbonat. Batuan karbonat sendiri merupakan batuan sedimen yang memiliki perbedaan signifikan dibandingkan batuan sedimen yang lain terutama batuan sedimen silisiklastik. Batuan karbonat dapat digunakan untuk mempelajari kondisi permukaan bumi pada saat terbentuknya karena batuan karbonat utamanya tersusun oleh organisme yang telah mati dan mengalami presipitasi melalui proses biogenik. Sisa organisme yang terkandung dalam batuan karbonat dapat digunakan untuk  menginterpretasi kondisi geologi pada saat batuan karbonat terbentuk.
Kualitas Reservoar Batuan Karbonat dan Perbedaannya dengan Batuan Silisiklastik
Archaeocyath, organisme penyusun terumbu yang dapat terlitifikasi menjadi fragmen ataupun matriks pada batuan karbonat. Keberadaan cavity atau rongga pada tubuhnya akan terpreservasi selama litifikasi yang menyebabkan bulk volumenya menjadi lebih kecil dibandingkan batuan silisiklastik dan berfungsi sebagai penyimpan hidrokarbon yang efektif (Scholle, 2003).
Selain itu batuan karbonat juga memiliki perbedaan karakteristik yang kontras dengan batuan silisiklastik. Sortasi dan ukuran butir pada batuan karbonat sangat bergantung pada kondisi hidraulik dan produktivitas organik dimana batuan karbonat terendapkan atau mengalami deposisi. Sedangkan batuan silisiklastik, sortasi dan ukuran butirnya akan mencerminkan proses transportasi yang telah terjadi, proses deposisi, dan tingkat kematangan tekstur yang berhubungan erat dengan porositas, permeabilitas, dan ukuran pori.



Batuan karbonat memiliki beragam bentuk dan ukuran butir dimana sulit untuk menghubungkan antara sortasi dan ukuran butir batuan karbonat dengan porositas dan permeabilitas batuan karbonat. Begitu pula dengan proses diagenesis yang terjadi, pada batuan silisiklastik, porositas dan permeabilitas batuan akan sama dengan tekstur deposisi awal meskipun telah mengalami diagenesis, sedangkan pada batuan karbonat, perubahan porositas dan permeabilitas yang terjadi setelah proses diagenesis sangatlah intensif dan sulit untuk membedakan antara tekstur batuan setelah proses diagenesis dan tekstur deposisi awal.

Porositas dan permeabilitas ini akan sangat penting di dalam karakterisasi reservoar yang akan saya jelaskan lebih lanjut pada postingan berikutnya.Pemahaman yang komprehensif mengenai batuan karbonat akan sangat membantu dalam karakterisasi reservoar batuan karbonat terutama aplikasinya dalam industri migas untuk dapat digunakan dalam mencari kandungan hidrokarbon yang dapat dimanfaatkan secara ekonomis. Hal ini sejalan dengan penjelasan pada bab sebelumnya dimana 40% cadangan hidrokarbon tersimpan dalam batuan karbonat.

Daftar Pustaka :
Scholle, P. A., and Scholle, D.S. U., 2003, A Color Guide To The Petrography. AAPG Memoir 77. The American Association of Petroleum Geologists, Tulsa, Oklahoma, U.S.A.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kualitas Reservoar Batuan Karbonat dan Perbedaannya dengan Batuan Silisiklastik"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D