Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya

Tata Surya adalah susunan Matahari dan benda-banda langit yang beredar mengitarinya. Sebelumnya ada teori Geosentris (Claudius Ptolomeus) yang menyatakan bahwa Bumi pusat Tata Surya. Teori Heliosentris (Nicolas Copernicus) menyatakan bahwa Matahari pusat Tata Surya. Teori asal-usul Tata Surya dapat diterima jika dapat menjelaskan hal-hal berikut ini. Seluruh planet berevolusi mengitari Matahari dengan arah yang sama dan orbit elips. Semua planet berotasi dalam arah yang sama (retrograde), kecuali Venus dan Uranus. Eksentrisitas orbit-orbit planet hamper  nol. Momentum sudut Tata surya terjonsentrasi pada planet-planet. Satelit-satelit planet sebagian besar berevolusi dalam arah yang sama dengan arah rotasi planet induknya.
Teori asal-usul Tata Surya:
a.       Teori Kabut/ Nebula (Immanuel Kant- Simon de Laplace)
Tata Surya terbentuk dari bola kabut gas bersuhu sangat tinggi dengan rotasi sangat cepat, dan akhirnya memadat membentuk Matahari dan anggota Tata surya yang lain.
b.       Teori Planetesimal (T.C Chamberlin – F.R Moulton)
Pada suatu waktu ada Bintang mendekati Matahari, karena gaya gravitasi sebagian bahan dari Matahari tertarik kea rah Bintang. Ketika Bintang menjauh bahan Matahari tersebut ada yang jatuh ke Matahari dan sebagian terhambur menjadi planetesimal dan akhirnya terbentuklah planet-planet dan anggota Tata surya yang lain.
c.       Teori Bintang Kembar
Ada dua bintang kembar, yang satu meledak menjadi planet dan anggota Tata Surya yang lain, Bintang yang satu jadi Matahari.
d.      Teori Pasang Surut (Sir James jeans- Harold Jeffreys)
Suatu ketika  di dekat matahari lewat suatu bintang sehingga terjadilah pasang naik pada permukaan Matahari and bintang karena gravitasi. Ketika Bintang menjauh massa Matahari yang lepas membentuk cerutu ,  kemudian terputus –putus  dan terbentuklah planet-planet.
e.       Teori Protoplanet/Awan Debu (C.F Van Weizaker – G. Kuiper)
Tata surya terbentuk dari  gumpalan awan gas dan debu yang mengalami pemampatan, membentuk gumpalan bola, memipih menyerupai cakram tebal ditengah dan tipis di tepi, bagian tetap berpijar membentuk Matahari bagian tepi menjadi planet –planet dan anggota Tata Surya yang lain.

PLANET-PLANET
Menurut resolusi IAU ( International Astronomical Union) pada 24 Agustus 2006 di Praha Cekoslovakia, Planet adalah benda langit yang mengorbit mengelilingi Matahari, mempunyai massa yang cukup besar sehingga gaya gravitasinya mampu mempertahankan bentuknya hampir bulat. (massa lebih dari 5. 1020 kg dan diameter lebih dari 800 km) dan orbitnya harus bersih tidak tumpang tindih/overlap atau memotong orbit planet lain. Contoh Planet : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Planet kerdil (Dwarf Planets) adalah benda langit yang mengelilingi Matahari, mempunyai massa yang cukup besar sehingga  gaya gravitasinya bisa mempertahanjkan bentuknya yang hampir bulat, orbitnya memotong benda tata surya lain dan bukan satelit dari sebuah planet. Contoh planet kerdil : Pluto, Sedna, Ceres, Xena, dan Objek Sabuk kuiper lainnya.
Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya
Tata Surya (Wiji Lestari Panjidang, 2010)
Planet –planet dapat dikelompokan dengan Bumi sebagai pembatas, dibagi menjadi dua macam antara lain planet inferior dan planet superior. Contoh planet Inferior  adalah Merkurius dan Venus. Contoh planet Superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Planet-planet juga dapat dikelompokan dengan Asteroid sebagai pemabatas, dibagi menjadi dua macam yaitu planet dalam dan planet luar. Contoh planet dalam / Iner Planets adalah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Contoh planet Luar/ Outer Planets adalah Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Selain itu planet-planet dapat dikelompokan berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya, dibagi pula menjadi dua macam yaitu planet terrestrial dan planet jovian. Planet Terrestrial / planet Kebumian anatara lain adalah Merkurius, Venus, Bumi danMars. Sedangkan contoh Planet Jovian / Planet Raksasa adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

GERAKAN PLANET
1.      Perihelium adalah jarak terdekat planet dengan Matahari.
2.      Aphelium adalah  jarak terjauh planet dengan Matahari.
3.     Oposisi adalah kedudukan planet dan Matahari  ditinjau dari Bumi membentuk sudut   1800.
          
Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya

4.   Konjungsi  adalah  Kedudukan planet dan Matahari jika ditinjau dari Bumi membentuk sudut  00.
Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya

5.       Elongasi;
Untuk planet superior elongasi maksimu 1800 dan minimum 00.
Untuk planet inferior , maksimum jika  garis hubung planet – Matahari tegak lurus garis hubung planet – Bumi.
Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya

6.       Hukum Titius Bode
Deret Titius Bode : 0,3,6,12, 24, 48, 96, 192, 384, 768.
Jarak Titius Bode suatu planet  = (Nilai deret + 4) : 10.
Contoh :jarak  Mars = (12 + 4) : 10 =  1,6 SA.
Catatan : deret setelah Mars (24) dipakai untuk Asteroid. 
7.       Planet mampu mengikat lapisan atmosfer  selamanya  apabila :
  Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya
Keterangan:
R = jari-jari planet (m)
M = massa planet (kg)
k = tetapan Boltzman = 1,38 x 10-23 J/K
m = massa 1 mol molekul atmosfer
8.       Suhu dan Albedo Planet
Suhu planet diperoleh dari pancaran sinar Matahari :
  Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya
Keterangan :
T   = suhu (K)
Eb = 1,37. 106 erg/s.cm2
d   = jarak planet – Matahari (SA)
s = 5,67. 10-5 erg/(s.cm2.K4)
A = albedo planet
Albedo adalah  nilai perbandingan antara  intensitas energy Matahari yang dipantulkan planet dengan intensitas energy Matahari yang diterima planet.
Contoh : Planet  B memantulakan  48 % cahaya dari Matahari, maka albedo Planet B adalah 0.48.
9.        Hukum Keppler
a.      Hukum I
Semua planet bereda  mengelilingi Matahari dengan orbit berbentuk elips. Matahari terletak pada salah satu focus elips.
A = a (1 + e)                               
P = a(1- e)
Keterangan :
A = aphelium
P = perihelium
a =setengah sumbu mayor elips
e = eksentrisitas elips
b.     Hukum II
Garis hubung planet  dengan Matahari membentuk luas yang sama pada interval waktu yang sama.
  Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya
Keterangan:
a = sumbu mayor
b = sumbu minor
e = eksentrisitas
Dt = interval waktu
c.      Hukum III
Perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga jarak planet ke Matahari adalah sama untuk semua planet.
  Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya
Keterangan:
T = periode planet
R = jarak planet – Matahari

KARAKTERISTIK PLANET-PLANET
Merkurius
Merkurius hanya bisa dilihat sebelum Matahari terbit dan sesudah Matahari terbenam. Periode rotasinya 59 hari. Suhu permukaan yang disiNARI Matahari 4270C dan bagian yang tidak disinari -1730C. Merkurius mempunyai medan magnet yang lemah , bagian dalamnya mirip Bumi yang intinya mengandung banyak logam paduan besi dan lapisan tipis (silikat). Albedo Merkurius 0,06.
Venus
Venus juga disebut bintang Fajar dan bintang Senja. Jarak rata-rata planet Venus ke Matahari adalah 108 juta km.Eksentrisitas orbitnya 0,007. Kandungan dan komposisinya mirip Bumi. Venus berotasi dengan  periode 243 hari, tetapi dalam arah yang berlawanan dengan arah otasi planet-planet lain (retrograde). Venus mengorbit Matahari dalam waktu 224,7 hari. Suhu di permukaan Venus 4800 C karena adanya efek rumah kaca. Albedo Venus 0,76.
Bumi
Bumi mengorbit Matahari dengan jarak rata-rata 149.500.000 km ( 1 SA ). Bumi berevolusi selama 1 tahun (365 ¼ hari) dan berotasi selama 1 hari (24 jam). Ekuator Bumi miring 23027’, kemiringan ini menyebabkan  adanya 4 musim. Dalam berotasi Bumi mengalami presisi.Bumi terdiri dari beberapa lapisan yaitu : Lapisan kerak Bumi, Lapisan selubung padat, Lapisan inti luar, Lapisan Inti dalam. Suhu di intinya  mencapai 5.0000 Cyang dari peluruhan zat-zat radioaktif.
Mars
Mars mempunyai medan magnet lemah, inti Mars mengandung campuran besi dan besi sulfide. Atmosfer Mars sangat tipis.  Albedo Mars 0,15. Satelit Mars : Phobos dan Demos.
Jupiter
Jupiter merupakan planet Jovian / planet besar  maka massa jenisnya lebih kecil jika dibandingkan planet terrestrial. Jupiter disusun oleh Hidrogen dan Helium dalam fase cair ataupun gas. Jupiter sering tampak cerah karena : 1. Ukurannya besar  2. Albedonya 0,70. Jupiter mengorbit Matahari pada jarak  778 juta km.  Jupiter berotasi dalam waktu 10 jam. Satelit-satelit Jupiter : Ganymede, Callisto, Io, Europa, dll. Cincin Jupiter lebarnya 6.000 km dan tebalnya beberapa puluh km, terdiri dari partikel-partikel yang kecil sehingga mudah dihancurkan oleh radiasi Jupiter.
Saturnus
Saturnus mempunyai suatu daerah hydrogen cair  yang luas dan suatu daerah hydrogen metalik cair yang lebih kecil. Atmosfernya tebal. Kala rotasinya 10m jam . Saturnus memiliki cincin , ada 2 hipotesi pertama cincin berasal dari satelit yang berjarak dekat (kurang dari 1,5 jari-jari planet) sedang yang keDione, Mimas, Enceladus, Tethys, dll.
Uranus
Massa jenis Uranus rendah, menunjukkan bahwa Uranus mengandung unsure-unsur yang ringan. Uranus mengandung hydrogen, helium, bahan es(air, metana, amoniak) , silikat dan besi.Kala revolusinya 84 tahun, sudut antara bidang orbit dan sumbu rotasinya 80. Satelit-satelit Uranus : Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, Oberon , dll.
Neptunus
Unsur utama pembentuknya yaitu hydrogen dan helium dan sejumlah kecil metana. Albedo Neptunus adalah 0,84. Neptunus mempunyai cicncin walaupun tidak sempurna. Satelit Neptunus : Triton, Nereid, dll.

ANGGOTA TATA SURYA LAIN
Komet
Komet adalah benda antar planet yang terdiri dari es sangat padat , dan ketika mendekati Matahari mengeluarkan gas berbentuk kepala yang bercahaya dan semburan yang terlihat seperti ekor. Bagian-bagian komet adalah : inti, koma, awan hydrogen dan ekor. Ketika komet mendekati Matahari maka bahan – bahan koma dan ekor tumbuh bertambah besar  karena adanya angin Matahari dan tekanan radiasi oleh energi Matahari. Ekor komet dapat tampak  karena gas-gas dan debu memantulkan cahaya serta gas-gas dan debu menyerap sinar Ultraviolet dan  dan memancarkannya sebagai cahaya tampak. Bahan – bahan penyusun komet adalah  uap air, karbon monoksida dan gas-gas lain. Contohnya adalah komet Halley.
Asteroid
Asteroid atau planetoid adalah benda-benda angakasa kecil yang terdapat dalam daerah antara Mars dan yupiter. Asteroid memiliki garis tengah yang lebih kecil dari 1000 m.Asal mula Asteroid  ada beberapa pendapat antara lain berasal dari pecahan planet tua yang hancur, tercipta dalam waktu dan bahan yang sama dengan planet, dan berasal dari benturan benda – banda langit yang lebih besar. Material penuyusun asteroid adalah silikat besi-magnesium, silikat, logam sempurna, da lan-lain.
Satelit
Satelit adalah benda angkasa yang mengitari atau mengiringi planet. Contoh satelit alami antara lain Bulan, Phobos, Io , dan lain-lain.
Meteoroid, Meteor, dan meteorit
Meteoroid adalah anggota tata surya  yamg kemungkinan bersal dari komet dan pecahan asteroid dan mengelilingi Matahari di ruang antar planet. Meteor adalah Meteroroid yang sampai di atmosfir Bumi dan bergesekan dengan atmosfer bumi mengakibatkan panas dan timbul pijar. Meteorit adalah meteoroid yang jatuh ke Bumi.
Meteorit dikelompokkan menjadi 3 yaitu meteoritbatuan, meteorit besi dan meteorit batu-besi.

Daftar Pustaka :
Panjidang, Wiji Lestari. 2010. Modul Olimpiade Astronomi-Tata Surya. Unpublished.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tata Surya : Asal-Usul Tata Surya, Planet-Planet, Gerakan Planet, dan Anggota Tata Surya Lainnya"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D