Coking Coal : Bahan Baku Kokas untuk Kebutuhan Industri Metalurgi

Tahukah kamu apa itu coking coal (batubara coking)? Di Indonesia keberadaan batubara coking sebagai bahan pembuatan kokas untuk sumber energi dalam industri metalurgi sangat terbatas berdasarkan kepada lokasi keterdapatannya. Hal tersebut berimbas kepada jumlah penelitian mengenai batubara coking serta pemanfaatannya. Penelitian batubara coking dapat memiliki peran yang sangat strategis secara nasional, antara lain untuk menjamin ketersediaan kokas yang dapat digunakan dalam industri metalurgi di dalam negeri untuk kepentingan produksi besi dan baja bagi pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia mengingat meningkatnya kebutuhan besi dan baja untuk setiap tahunnya.
Selain itu batubara coking memiliki peluang untuk menjadi produk eksport tambang unggulan. International Energy Agency (IEA) bahkan mencatat Indonesia masih mengeksport coking coal sebesar 2 juta ton di tahun 2014, walaupun belum ada data yang detail dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Batubara coking umumnya ditemukan di Kalimantan Tengah dan Timur serta Sumatera Tengah. Pemanfaatan batubara berjenis coking ini juga menjadi alternatif pemanfaatan batubara yang bersih oleh karena batubara ini akan diolah secara khusus sebelum dijadikan bahan bakar dan sumber energi untuk proses metalurgi.
Penelitian mengenai petrologi dan geokimia coking coal serta hubungannya dengan karakteristik produknya berupa kokas metalurgi sangat dibutuhkan untuk menjawab permasalahan mengenai kaitan antara karakteristik batubara coking yang ada di Indonesia dengan properti kokas metalurgi sebagai produknya. Dalam bidang metalurgi, untuk menghasilkan kokas yang memenuhi standar dalam industri tersebut, batubara diharuskan memiliki beberapa sifat dan persyaratan tertentu. Selain itu dengan adanya data mengenai karakteristik batubara coking maka dapat dirumuskan proses pengolahannya sehingga didapatkan penggunaan batubara yang berteknologi bersih. Kalimantan Tengah, merupakan salah satu daerah yang memiliki cadangan batubara dengan kualitas yang beragam, yang diantaranya adalah batubara bituminous yang memiliki potensi sebagai batubara coking atau metallurgical coal.

Coking Coal : Bahan Baku Kokas untuk Kebutuhan Industri Metalurgi
Peta potensi batubara di Indonesia.

Penelitian terkait batubara kokas di Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian yang dilakukan sebelumnya yang berkaitan dengan batubara serta mengenai batubara coking lebih banyak bersifat deskriptif sedangkan penelitian terkait kokas metalurgi sudah cukup ekstensif di luar Indonesia. Beberapa contoh penelitian yang telah dilakukan antara lain, Ibrahim (2006), melakukan inventarisasi batubara bersistem pada cekungan Kutai di daerah Long Lees dan sekitarnya Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Hasil dari inventarisasi ini, formasi batuan pembawa batubara adalah Formasi Batu Ayau, Formasi Wahau dan Formasi Balikpapan. Ketebalan batubara bervariasi dari 6,10 hingga 22,80 meter dengan nilai kalori berkisar antara 5.245 - 5.590 kal/gr. Nas dan Hindartan (2010), melakukan penelitian mengenai kualitas batubara coking di Formasi Batu Ayau di Muara Teweh dan di Formasi Tanjung di Buntok, Kalimantan Tengah. Batubara coking di daerah ini memiliki kandungan inertinit dan liptinit yang minor dengan vitrinit reflektan antara 0,7 hingga 1,1 %. Situmorang (2012), melakukan penelitian potensi batubara di daerah Long Bagun, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi kalimantan Timur.  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa di daerah Kalimantan Tengah, formasi pembawa batubara adalah Formasi Batu Ayau dan Formasi Batu Haloq, dengan nilai kalori berkisar antara 7.037 hingga 7.880 Kcal.
Diez, dkk (2002), melakukan tinjauan mengenai persyaratan kualitas kokas metalurgi yang diperlukan oleh industri metalurgi, serta kaitan struktur kokas dengan kualitasnya. Model yang digunakan untuk mengalisa parameter kualitas kokas metalurgi didasari kepada komposisi maseral dan properti batubara yang dikarbonisasi, peninjauan ini juga menganalisa parameter Coke Reactivity Index (CRI) dan Coke Strength after Reaction (CSR) untuk memprediksi model kokas yang diperlukan oleh industri baja di masa depan.
Adakah yang tertarik melakukan penelitian coking coal untuk kokas metalurgi???

Daftar Pustaka :
Diez, M.A., Alvarez, R., Barriocanal, C., 2002., Coal For Metallurgical Coke Production: Predictions Of Coke Quality And Future  Requirements For Cokemaking, International Journal of Coal Geology, Vol.50, p. 385-412.
Ibrahim, D., 2006., Inventarisasi Batubara Bersistem Di Daerah Long Lees dan Sekitarnya, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Subdit Batubara, Laporan Inventarisasi batubara bersistem pada cekungan Kutai, 10 pp.
Nas, C dan Hindartan., 2010., The Quality of Central Kalimantan Coking Coals,  Kalimantan Coal and Mineral Resources, Proceeding MGEI-IAGI, p. 1-11.
Ruiz, S., Crelling, J.C., 2008., Applied Coal Petrology : The Role of Coal Petrology In Coal Utilization, 388 pp.
Situmorang, B.J.A., 2012., Potensi Batubara Daerah Long Bagun Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, Jurnal Ilmiah MATG, UPN, Vol.  5, p. 1-11.
Speight, J.G., 2005., Handbook of Coal Analysis, John Wiley & Sons. Inc. Publication, 238 pp.
Speight, J.G., 2013., The Chemistry and Technology of Coal 3th edition, CRC Press., 807 pp

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Coking Coal : Bahan Baku Kokas untuk Kebutuhan Industri Metalurgi"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D