Analisis-Analisis yang Dapat Dilakukan untuk Penelitian Batubara & Batubara Coking

Dalam mempelajari batubara coking, sebelum melakukan analisa-analisa terkait pembuatan batubara coking, maka diperlukan studi literatur terlebih dahulu. Studi literatur merupakan tahapan awal penelitian yang harus dilakukan sebelum penyelidikan lapangan dilakukan untuk mencari semua informasi terkait informasi/karakteristik batubara, data wilayah studi dan karya-karya serta publikasi sebelumnya. Studi literatur juga termasuk mempelajari tentang geologi regional dan stratigrafi daerah penelitian. Tujuan studi literatur adalah mengumpulkan bahan pustaka yang berhubungan dengan karakteristik batubara antara lain mengenai petrografi, mineralogi dan geokimia batubara coking. Di samping itu review juga dilakukan untuk mempelajari referensi mengenai proses karbonisasi batubara coking.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan lapangan. Kegiatan lapangan dan pengambilan sampel dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan semua data terkait di lapangan yang digunakan dalam penelitian. Kegiatan lapangan dilaksanakan dengan pengamatan dan pengukuran langsung, baik terhadap geometri lapisan batubara serta data-data yang didapat dari pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar areal penelitian.
Analisis-Analisis yang Dapat Dilakukan untuk Penelitian Batubara & Batubara Coking
Pengambilan sampel batubara
(Moore, 2012 dan Chiper Coal, 2015 dalam Slide Presentasi Batubara, Ferian Anggara, 2015)
Nah, setelah sampel didapatkan barulah kegiatan laboratorium dapat dilakukan. Kegiatan laboratorium dilakukan dengan analisa terhadap sampel batubara dari lokasi penelitian. Analisa-analisa tersebut antara lain meliputi:
1.        Analisis mikroskopis maseral batubara
Analisis mikroskopis bertujuan untuk mengetahui komposisi dan tekstur maseral penyusun batubara. Metode analisis yang digunakan yaitu Australia AS 2856 (1986).
2.        Analisis XRD (X-Ray Diffraction)
Metode yang sering digunakan untuk menganalis mineral dalam batubara adalah XRD (X-ray diffraction). Untuk memberikan hasil yang terbaik, penggunaan metode ini dengan pekerjaan LTA (low temperature ashing) pada sampel batubaranya umum untuk dilakukan.
3.        Analisis reflektan vitrinit
Analisis reflektan vitrinit bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan batubara dari lignit sampai antrasit dengan menggunakan mikroskop polar sinar pantul. Standar analisis yang digunakan adalah ASTM D- 2798, 2004.
4.        Analisis proksimat dan ultimat batubara.
Analisis yang dilakukan terhadap sampel batubara bertujuan untuk mengetahui parameter kualitas batubara. Analisis proksimat meliputi: kandungan air bawaan (inherent moisture-IM) (ASTM D-3173, 2004), kandungan abu (ash) (ASTM D-3174, 2004), kandungan zat terbang (volatile matter-VM) (ASTM D-3175, 2004) dan karbon tertambat (fixed carbon-FC), sedangkan analisis ultimate meliputi unsur-unsur pada batubara seperti: karbon (C) dan hidrogen (H) (ASTM D-3178, 2004), nitrogen (N) (ASTM D-2004), sulfur (S) (ASTM D-3177, 2004), dan untuk oksigen (O) (ASTM D-3176).
5.        Analisis kimia anorganik batubara
Metode yang akan digunakan dalam menganalisa komponen anorganik batubara adalah XRF (X-ray fluorescence) dan ICP-MS. Prinsip dasarnya adalah dengan membandingkan spektrum radiasi dari material yang didapat pada sampel dengan standar yang telah diketahui hingga dapat diketahui unsur dan dihitung konsentrasinya.
6.        Analisis kimia organik batubara
Analisis kimia organik bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia batubara dengan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy. Metode FTIR ini mengestimasi relative peak area dari absorpsi atom-atom dan ditujukan untuk penentuan gugus-gugus fungsi molekul pada analisis kualitatif. Spektrum FTIR dianalisis dengan sejumlah sampel (mg batubara) pada basis dry ash free (daf).
7.        CSN (Crucible Swelling Number) Tes.
Analisa ini bertujuan untuk menentukan nilai FSI atau Free Swelling Index batubara coking dengan menggunakan standar ASTM D 720.
8.        Uji Fluiditas.
Uji fluiditas digunakan untuk mengetahui tingkat fluiditas batubara, pengujian tersebut dilakukan dengan alat Gieseler Plastometer dengan standart ASTM D 2639.
9.        Uji ketergerusan
Uji gerus dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai Hardgrove grindability index (HGI), yaitu indek yang menggambarkan tingkat kemudahgerusan batubara oleh alat penggerus berupa Hardgrove machine dengan menggunakan standar ASTM D 409.
10.    Uji berat jenis
Uji berat jenis atau densitas dilakukan untuk mendapatkan nilai Relative density, dengan membandingkan  perbandingan berat sampel batubara (+ 2 gram) yang telah dihaluskan (-212 micron), dengan berat air yang dipindahkan oleh sampel batubara tersebut dari pycnometer yang dipergunakan untuk pengujian pada suhu 30+0.1oC.
11.    Karbonisasi batubara
Karbonisasi batubara dilakukan dengan memanaskan sejumlah sampel batubara yang telah dihaluskan pada temperatur tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan kokas metalurgi. Temperatur yang digunakan untuk  memproduksi kokas metalurgi berkisar antara 900 – 1100˚C
12.    Analisis mikroskopis Kokas
Analisis mikroskopis pada kokas menggunakan metode yang sama pada pengamatan reflektan dan kandungan maseral pada batubara. Pada kokas hal tersebut dapat digunakan untuk menganalisa stabilitas, kekuatan dan reaktivitas kokasnya serta menganalisa variabel proses dan prilaku asal bahan batubaranya.

Daftar Pustaka :
Diez, M.A., Alvarez, R., Barriocanal, C., 2002., Coal For Metallurgical Coke Production: Predictions Of Coke Quality And Future  Requirements For Cokemaking, International Journal of Coal Geology, Vol.50, p. 385-412.
Gray, R.J dan Devanney, K.F., 1986., Coke carbon forms: Microscopic Classification And Industrial Applications, International Journal of Coal Geology, Vol. 6 p. 277-297.
International Committee for Coal and Organic Petrology (ICCP), 1998., The New Vitrinite Classification (ICCP System 1994), Fuel, Vol. 77, No. 5, p. 349-358.
Renton, J.J., 1982., Mineral matter in Coal, Coal Structure, ed. Meyer RA, Academic Press, p. 283-324.
Barat, Kaltim, Jurnal Ilmiah MATG, UPN, Vol.  5, p. 1-11.
Speight, J.G., 2005., Handbook of Coal Analisys, John Wiley & Sons. Inc. Publication, 238 pp.
Speight, J.G., 2013., The Chemistry and Technology of Coal 3th edition, CRC Press., 807 pp.
Ward, C.R., 1986., Review of Mineral Matter in Coal,  Australian Coal Geology, Geol. Society of Australia, Vol.6 p.87-107.
Ward, C.R., 2002., Analysis and Significance of Mineral Matter in Coal Seam,  International Journal of Coal Geology, Vol.50, p. 135-168.
Ruiz, S., Crelling, J.C., 2008., Applied Coal Petrology : The Role of Coal Petrology In Coal Utilization, 388 pp


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Analisis-Analisis yang Dapat Dilakukan untuk Penelitian Batubara & Batubara Coking"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D