Lahirnya Hukum Uniformitarianisme dan Katastrofisme

              James Hutton adalah seorang petani yang tinggal di Skotlandia pada akhir tahun 1700an. Meskipun sebenarnya dia mengenyam pendidikan di dunia psikologi namun dia  tidak pernah mempraktekkannya, justru dia berpindah dan lebih banyak mempelajari geologi. Hutton mengobservasi suatu jenis dari batuan yang disebut sebagai batupasir, terdiri atas sekumpulan butir berukuran pasir yang saling tersemenkan. Dia juga mencatat bahwa batuan tersebut dengan perlahan mengalami dekomposisi menjadi pasir, dan sungai membawa butir-butir hasil dekomposisi tersebut ke daerah yang lebih rendah. Dia menganggap bahwa batupasir mungkin terbentuk dari butir pasir yang berasal dari hasil erosi tebing atau gunung masa lampau.
            Hutton mencoba berpikir berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah lapisan tebal batupasir. Dia terus mempelajari butir pasir dengan menghancurkan batupasir yang ada di singkapan. Dia melihat pasir berserakan dan berkumpul sepanjang aliran sungai. Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke pantai dan sungai-sungai di delta dimana pasir terakumulasi. Hutton menyimpulkan bahwa batupasir yang ia lihat di singkapan pasti telah mengalami proses pembentukan yang begitu panjang. Dia menulis....
“On us who saw these phenomena for the first time, the impression will not easily be forgotten.... We felt ourselves necessarily carried back to the time....when the sandstone before us was only beginning to be deposited, in the shape of sand and mud, from the waters of an ancient ocean.... The mind seemed to grow giddy by looking so far into the abyss of time.”
             Kesimpulan Hutton mengantarkannya untuk memformulasi sebuah prinsip yang sekarang kita kenal yaitu Uniformitarianisme (Uniformitarianism). Prinsip ini mengatakan bahwa perubahan geologi yang terjadi telah melewati periode waktu yang panjang, rangkaian dan rentetan kejadian yang tidak serta merta dapat kita saksikan secara langsung atau rasakan. Hutton menduga bahwa proses-proses geologi yang bekerja sekarang juga bekerja pada masa lampau. Sehingga, para peneliti dapat menjelaskan bahwa kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau dapat dijelaskan dengan melihat kejadian/fenomena yang terjadi saat ini. Kadang-kadang ide tersebut lebih kita kenal sebagai “The present is the key to the past”. Sebagai contoh, sekarang kita telah bisa mengobservasi bagaimana sebuah lapisan-lapisan batupasir terbentuk dalam sebuah formasi dengan cara melihat fenomena-fenomena pembentukan lapisan-lapisan pasir di alam, dan sekarang kita tahu bahwa untuk membentuk sebuah formasi batuan dibutuhkan waktu yang begitu panjang, selapis demi selapis.
Jika kita ingin mengukur seberapa cepat perubahan geologi terjadi, maka kita harus sepakat bahwa kebanyakan batuan telah terbentuk sebelum sejarah manusia muncul di Bumi. Dengan mengambil sebuah kesimpulan jauh ke depan, Hutton meyakini bahwa planet kita amatlah sangat tua. Dia meluapkan pentingnya waktu geologi dan ia menulis, “We find no vestige of beginning, no prospect of an end.”
William Whewell, ahli geologi lainnya, setuju bahwa Bumi ini sangat tua, tetapi ia berargumen bahwa perubahan geologi kadang-kadang berlangsung sangat cepat. Dia menulis bahwa masa lalu peologi mungkin “berisi masa dimana terjadi bencana dan malapetaka yang besar (catastrophic action), terjadi diantara setiap periode yang tenang/ penuh kedamaian” Whewell tidak dapat menyebutkan apa contoh dari malapetaka besar tersebut. Dia berargumen bahwa itu terjadi sangat jarang dan langka dimana mungkin belum pernah terjadi sepanjang sejarah keberadaan manusia. Sekarang, geologis tahu bahwa diantara konsep Uniformitarianisme milik Hutton dan Katastrofisme (Catastrophism) milik Whewell, keduanya memang benar.
Lahirnya Hukum Uniformitarianisme dan Katastrofisme
Tebing batupasir menjulang di atas Sungai Escalante, Utah (Thomson dan Turk, 2005)
Perubahan Bertahap dalam Sejarah Bumi
Beberapa dekade lalu, geologis telah mempelajari bahwa lempeng benua bergerak di permukaan Bumi dengan kecepatan beberapa sentimeter setiap tahunnya. Sejak mesin uap pertama tercipta 200 tahun yang lalu, Amerika Utara telah bergerak sepanjang 8 meter ke arah barat, pelari mungkin hanya butuh waktu 1 detik. Begitulah benua bergerak, terlalu lambat apabila dilihat dengan mata tanpa alat yang sensitif. Bagaimanapun, sekarang bila kamu melihat video yang dipercepat dari konfigurasi benua beberapa ratus tahun lalu, kamu akan bisa menyaksikan, bahwa benua-benua sekarang mungkin telah bergerak melewati setengah dari keliling Bumi.

Katastrofi dalam Sejarah Bumi
            Kesempatan aliran sungai untuk meluap dan membanjiri kotamu ketika musim kemarau mungkin sangatlah kecil, tetapi bila kamu diberi kesempatan hidup lebih dari 100 tahun, mungkin akan ada kesempatanmu untuk melihat banjir katastrofi. Faktanya, banyak penduduk Midwest pernah mengalami banjir di musim panas tahun 1993, dan di California penduduk juga pernah mengalami banjir pada bulan Januari tahun 1995.

            Ketika geologis mempelajari sejarah Bumi sepanjang 4,6 miliar tahun, mereka menemukan banyak bukti kejadian dari katastrofisme yang mungkin mustahil untuk terjadi sepanjang sejarah umat manusia. Contohnya, meteorit besar pernah menghempas Bumi kita, melumerkan volume batuan dalam jumlah yang sangat besar dan melemparkan debu tumbukannya yang hingga menembus awan di langit. Kejadian serupa lainnya contohnya adalah erupsi gunung api yang sangat besar yang telah merubah kondisi alam sepanjang keliling Bumi.  Geologis berasumsi bahwa kejadian katastrofi seperti itu telah menyebabkan jutaan spesies di Bumi mengalami kepunahan masal.

Daftar Pustaka:
Thomson dan Turk. 2005. Introduction to Physical Geology. Saunders Golden Sunburst Series.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lahirnya Hukum Uniformitarianisme dan Katastrofisme"

Post a Comment

Berikan komentarnya yaaa.... Kritik dan saran Anda amatlah berarti :D